Akhir-akhir ini, penyakit hati mendapat perhatian cukup besar di lingkungan awam, begitu pula para dokter ahli di bidang penyakit Hati dan Saluran Empedu. (system hepatobiliar). Mengapa demikian, karena penyakit hati dapat menyebabkan penderita menjalani perawatan di rumah sakit sehingga menimbulkan dampak yang kurang baik pada ekonomi keluarga bahkan penderita akan kehilangan waktu-waktu produktif. Pada penyakit hati tertentu seperti hepatitis B dan/atau C dapat terjadi penyakit hati yang menahun dan tentunya tidak tertutup kemungkinan munculnya komplikasi seperti pengerasan hati (sirosis) dan kanker hati.
Sebelum mengenal lebih jauh mengenai berbagai penyakit hati ada baiknya jika diulaskan terlebih dahulu mengenai organ dan faal hati.
Mengenal Organ Hati Hati merupakan organ tubuh terbesar, pada orang dewasa beratnya antara 1200 - 1600 gram (kira-kira seperlima puluh dari berat badan). Pada bayi ukurannya relatif lebih besar sebab lobus kirinya besar. Hati terletak dalam rongga perut kanan atas yang tetutup oleh kubah kiri diafragma sertas dilindungi oleh bagian bawah iga kanan. Permukaan atas dari hati bentuknya cembung sedangkan bagian bawah cekung. Fungsi Hati
Hati memiliki fungsi yang sangat kompleks dan berperan pada hampir setiap fungsi metabolisme Fungsi hati adalah sangat penting untuk mempertahankan hidup dan berperan pada hampir setiap fungsi metabolisme tubuh.
Fungsi hati yang terutama:
  1. Metabolisme Karbohidrat. Hati berperan penting untuk mempertahankan kadar glukosa darah normal dan menyediakan energi tubuh. Karbohidrat disimpan di dalam hati dalam bentuk glikogen. Glikosa dapat dibebaskan dari glikogen untuk kemudian dilepas ke dalam peredaran darah dan selanjutnya diutilisasi.
  2. Metabolisme Protein. Albumin, globulin dan faktor-faktor pembekuan darah seperti; fibrinogen, prothrombin, dan faktor-faktor pembekuan yang lainnya.
  3. Metabolisme Lemak. Hati perperan pada proses hidrolisis triglicerida menjadi asam lemak bebas dan gliserol. Selain itu terjadi juga sintesis kolesterol dan lipoprotein. Hati adalah juga tempat penyimpan lemak dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak serta vit 12, besi dan tembaga.
  4. Hati memegang peranan penting pada proses sintesis asam empedu dan konjugasi pigmen-pignen empedu serta mengekskresikannya.
  5. Hati berfungsi sebagai alat detoksifikasi dan mengnonaktifkan hormon-hormon steroid
  6. Hati juga berfungsi sebagai tempat penampungan darah dan penyaringan mikroba atau debris yang terdapat dalam darah.
  7. Hati memproduksi berbagai enzim yang penting untuk proses metabolisme zat-zat dalam tubuh.
  8. Selain fungsi-fungsi tersebut, hati masih dapat mempertahankan fungsinya sampai tingkat kerusakan 80-90% dari jaringannya. Hati mempunyai kemampuan regenerasi yang besar, artinya hati dapat memperbaiki kerusakan jaringannya dengan cara menambah sel (hiperplasi) atau menambah massa sel (hipertrofi).
Penyakit Hepatitis
Penyakit hepatitis adalah suatu proses peradangan pada jaringan hati. Secara umum orang mengenalnya sebagai penyakit hati, penyakit liver atau sakit kuning. Infeksi bisa disebabkan oleh berbagai agen seperti bakteri, virus, protozoa atau juga non infeksi seperti obat/jamu, lemak atau alkohol. Virus merupakan penyebab utamanya. Gejala umum yang timbul adalah badan terasa lelah, demam, nyeri persendian, tidak nafsu makan, mual, muntah, rasa tidak enak dan nyeri pada perut, sakit kepala, diare dan bisa diikuti fase kuning (ikterik) yaitu bagian putih bola mata, selaput lendir langit-langit mulut, dan kulit terlihat kuning. Jika 6 bulan setelah infeksi tidak sembuh total, maka penyakit hepatitis beralih menjadi fase kronis, yang kita namakan hepatitis kronis.
Hepatitis Virus
Virus hepatits merupakan penyebab utama terbanyak dari peradangan hati dan gangguannya. Dari 7 jenis virus hepatitis yang dikenal, hanya 3 diantaranya yang paling banyak menimbulkan masalah klinis yaitu virus hepatitis A, virus hepatitis B dan virus hepatitis C. Virus hepatitis B yang yang menyebabkan hepatitis B dan virus hepatitis C yang menyebabkan hepatitis C adalah paling banyak menimbulkan masalah kesehatan di masyarakat karena kedua hepatitis ini memiliki kecenderungan kuat menjadi kronis dan selanjutnya bisa mengarah ke sirosis hepatitis dan kanker hati. Pada tabel di bawah ini dapat dilihat secara sederhana jalur penularan dan sifat dari virus-virus tersebut.
Jenis Virus Penyebab Hepatitis Hepatitis Jalur Penularan Sifat A                                            Oral                                         Akut B                              Darah/cairan tubuh                 Akut/kronik C                              Darah/cairan tubuh                    Kronik D                              Darah/cairan tubuh                 Akut/kronik E                                            Oral                                          Akut G                                          Darah                                      Kronik? TT                                        Darah                                      Kronik? Bersambung ke Bagian II