"Ah, hasil tes gula darah hari ini 102, masih normal! "

Diabetes

Sekarang mungkin Anda tenang-tenang saja, karena selama ini hasil tes gula darah sewaktu anda masih jauh dibawah 200 mg/dl. Sehingga anda kurang memperhatikan gaya hidup dan pola makan. Padahal gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan seseorang terkena diabetes.

Diabetes melitus yang dalam istilah awam sering disebut "kencing manis" adalah suatu kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya hiperglikemia (meningkatnya kadar glukosa dalam darah) akibat gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya.

Apa saja jenis diabetes?

Berdasarkan etiologinya, diabetes melitus dibagi menjadi 4 tipe :

  • Diabetes tipe 1: Disebabkan karena sel-sel pankreas yang memproduksi insulin dirusak oleh sistem pertahanan  tubuh kita sendiri (autoimun). Karena sel-sel tersebut rusak, hormon insulin tidak dapat diproduksi lagi. Diabetes tipe 1 ini biasa terjadi pada usia muda.
  • Diabetes tipe 2: 90-95% dari keseluruhan penderita diabetes. Diabetes tipe ini disebabkan karena insulin yang diproduksi tidak dapat bekerja dengan baik. Penyebabnya bisa karena insulin yang diproduksi tidak cukup atau sel tubuh kita tidak sensitif lagi terhadap insulin. Penyakit ini biasa didiagnosa pada usia 40 tahun atau lebih.
  • Diabetes tipe lain: Disebabkan karena kelainan hormon, pemakaian obat-obatan, infeksi virus,  antibodi, dan kelainan genetik .
  • Diabetes pada masa kehamilan atau gestasional diabetes.

Seberapa banyak orang yang menderita?

Sebagai informasi, Indonesia merupakan negara ke-4 dengan jumlah penderita diabetes melitus terbesar di dunia.

Berdasarkan laporan International Diabetes Federation, jumlah pasien diabetes di dunia akan meningkat dari 240 juta jiwa pada tahun 2007 menjadi sekitar 380 juta jiwa pada tahun 2025. Menurut CDC, setiap tahunnya terdapat lebih dari 13.000 anak muda yang didiagnosa diabetes tipe 1. Dan diabetes tipe 2 yang biasa ditemukan saat usia dewasa (> 40 tahun), insidennya mulai meningkat pada usia anak dan remaja. Menurut laporan kasus di Amerika terdapat 8 - 46% kasus diabetes tipe 2 dari seluruh kasus baru diabetes yang dirujuk ke pusat perawatan anak.

Mengapa diabetes semakin banyak menyerang usia muda?

Mengapa insiden diabetes tipe 2 meningkat pada anak muda? Hal ini terutama disebabkan oleh perubahan gaya hidup yaitu kurangnya aktivitas dan obesitas. Obesitas inilah yang nantinya menyebabkan sel-sel di tubuh kita menjadi tidak sensitif lagi terhadap insulin dan akhirnya dapat menyebabkan diabetes.

Selain itu riwayat diabetes tipe 2 pada keluarga, pubertas, perempuan, dan pertumbuhan janin yang terhambat juga merupakan faktor risiko yang meningkatkan insiden terjadinya diabetes tipe 2. Biasanya diabetes tipe 2 didiagnosa pada umur 10-19 tahun.

Gejala Klinis: Acanthosis nigrican 

Untuk mendeteksi seorang anak dengan diabetes tipe 2 sangat sulit karena umumnya tidak bergejala atau gejalanya ringan. Sehingga penyakit ini tidak terdiagnosa untuk waktu yang lama. Adapun gejala yang muncul adalah mudah lapar, mudah haus, dan sering buang air kecil.

Umumnya 60-90% dari anak muda yang terserang diabetes tipe 2, menderita kelainan kulit yang disebut "acanthosis nigricans", yaitu penebalan dan hiperpigmentasi dari kulit di daerah leher dan lipatan-lipatan. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya sensitifitas sel terhadap insulin, sehingga insulin tidak dapat dipakai dan beredar bebas di dalam darah. Insulin yang tinggi didalam darah ini merangsang aktivitas sel-sel pada kulit. Kelainan kulit ini bisa dijadikan tanda/marker untuk anak muda yang beresiko menderita diabetes tipe 2.

Kapan diperiksa laboratorium?

Sebagian dari kita mungkin bertanya-tanya, kapankah kita perlu melakukan pemeriksaan laboratorium? American Diabetes Association dan American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk memeriksa  anak >10 tahun atau pubertas dengan indeks massa tubuh melebihi persentil ke-85, mempunyai riwayat keluarga yang menderita diabetes, mempunyai gejala gangguan sensitivitas insulin yaitu acanthosis nigrican, sindrom polikistik ovarium, hipertensi, dan dislipidemia.

Kriteria diagnosis

Berdasarkan Standards of Medical Care in Diabetes 2011, berikut ini adalah kriteria diagnosis untuk diabetes :

  1. HbA1c 6,5%
  2. Kadar glukosa darah puasa 126 mg/dl (puasa didefinisikan tidak adanya ambilan kalori setidaknya selama 8 jam )
  3. Kadar glukosa darah 200 mg/dl pada 2 jam sesudah beban glukosa 75 gram pada TTGO (Tes Toleransi Glukosa Oral)
  4. Pasien dengan gejala klasik hiperglikemia , kadar glukosa darah sewaktu 200 mg/dl

Diabetes dan komplikasinya

Jika penyakit ini tidak segera diatasi, dapat muncul berbagai komplikasi seperti stroke, kelainan jantung, kelainan pembuluh darah dan saraf di kaki serta kelainan pada ginjal. Oleh karena itu sebaiknya jangan sampai anda terkena penyakit ini. Terutama bagi anak-anak muda dengan faktor risiko seperti yang dijelaskan diatas, mulailah ubah gaya hidup anda. Mulai coba turunkan berat badan pada orang dengan berat badan berlebih, olahraga secara teratur, dan kurangi konsumsi makanan "junk food" serta perbanyak konsumsi makanan dengan gizi seimbang. Namun jika kadar glukosa dalam darah masih tinggi diperlukan terapi farmakologis. Terapi yang digunakan berupa obat hipoglikemi oral ataupun insulin.

Referensi

  • Juliana C. N. Chan, MBChB, MD,et al. Diabetes in Asia : Epidemiology, Risk Factors, and Pathophysiology.2009. American Medical Association
  • Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus. 2011. American Diabetes Association
  • Bloomgarden, Zachary T. Type 2 Diabetes in the Young. 2004. American Diabetes Association
  • Standards of Medical Care in Diabetes. 2011. American Diabetes Association
  • http://www.cdc.gov/diabetes/projects/cda2.htm