Gondongan atau mumps merupakan penyakit yang sering diderita oleh anak-anak baik laki-laki maupun perempuan. Penyakit ini kerap timbul pada masa perkembangan anak. Benarkah penyakit ini dapat menyebabkan mandul? Bagaimana sebenarnya penyakit ini menyerang? Apa pengobatan dan pencegahan yang tepat? Gondongan atau parotitis epidemika atau mumps adalah penyakit akut dan menular yang ditandai dengan pembesaran kelenjar ludah terutama kelenjar parotis. Kelenjar parotis ini terletak di depan telinga sehingga bila membengkak maka wajah anak tampak tembem dengan benjolan dari bawah telinga hingga bagian tengah pipi. Penyakit ini menular melalui droplets/percikan ludah, muntahan, dan mungkin urin. Untuk itu dibutuhkan kontak langsung yang dekat antara penderita dengan orang yang masih sehat untuk menularkan virus, misalnya: sekolah pada anak-anak atau penjara dan kapal pada orang dewasa. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tetapi terutama menyerang anak-anak usia 5-14 tahun. Penyakit ini tersebar di seluruh dunia dan dapat menyerang pada segala musim. Penyebab utama gondongan adalah virus dari golongan paramyxovirus. Setelah virus masuk kedalam tubuh, virus akan menuju epitel saluran pernafasan untuk memperbanyak diri kemudian virus menyebar ke seluruh tubuh melalui saluran getah bening menuju kelenjar ludah dan organ lainnya termasuk susunan saraf pusat (otak dan saraf spinal), pankreas, indung telur (ovarium), dan buah zakar (testis). Waktu yang diperlukan virus untuk memperbanyak diri hingga menimbulkan gejala sekitar 14 - 24 hari. Pada masa awal penyakit, gejala yang timbul mula-mula disebut gejala prodormal yang jarang terjadi pada anak-anak. Gejala prodormal berlangsung 1-2 hari dan ditandai dengan:
  1. demam antara 38,5 °C - 39,5 °C
  2. nyeri pada otot berupa pegal-pegal terutama pada daerah leher
  3. sakit kepala
  4. rasa malas
Kemudian timbul pembengkakan pada kelenjar parotis yang mula-mula hanya pada satu sisi lalu berkembang ke sisi lainnya. Bengkak terasa nyeri baik spontan maupun pada perabaan, apalagi bila penderita meminum atau memakan makanan yang asam maka nyeri akan bertambah. Pembengkakan kelenjar parotis ini sangat khas yaitu mulai dari bawah tulang rahang kemudian ke belakang telinga lalu ke arah pipi. Pada awalnya bengkak hanya dapat diraba, tapi dalam beberapa jam akan membengkak maksimal hingga dapat terlihat secara kasat mata. Kulit di daerah sekitar parotis tampak merah kecoklatan, nyeri pada tekanan, kadang-kadang disertai kesulitan buka mulut (trismus) dan sulit menelan (disfagi). Penderita dapat demam tapi biasanya ringan saja. Bengkak berlangsung selama 3 hari dan kemudian berangsur-angsur menghilang. Pada anak-anak gejala gondongan tidak separah dan selama bila gondongan baru timbul pada remaja atau dewasa. Walaupun secara keseluruhan biasanya gejala yang timbul memang tidak mencolok. Ketika anda atau anak anda terserang penyakit ini maka anda akan kebal seumur hidup terhadap penyakit ini, dengan kata lain sekali terkena maka anda tidak mungkin terkena lagi. Komplikasi gondongan biasanya timbul pada organ-organ tubuh yang lain ketimbang kelenjar ludah itu sendiri. Salah satu komplikasi yang ditakutkan oleh penderita gondongan adalah mandul/steril. Mandul hanya dapat terjadi bila Anda atau anak Anda terkena gondongan setelah akil balik (pubertas) dan terutama pada anak laki-laki (tidak ada bukti medis bahwa gondongan menyebabkan mandul pada perempuan). Gejala biasanya timbul pada minggu pertama infeksi yang ditandai dengan:
  1. demam tinggi, kadang-kadang disertai menggigil
  2. nyeri tekan pada buah zakar kanan ataupun kiri
  3. buah zakar bengkak dan lunak dengan kulit terlihat kemerahan
  4. sakit kepala
  5. nyeri pada perut bagian bawah
Bengkak pada buah zakar biasanya berlangsung dalam 4 hari dan menghilang kemudian. Jarang terjadi kemandulan total akibat gondongan, tapi yang sering terjadi adalah perubahan kesuburan dimana lebih rendah dari normalnya. Komplikasi lain yang mungkin timbul :
  1. meningo-ensefalitis yaitu radang pada selaput otak dan   jaringan otak
  2. nephritis yaitu radang pada saluran ginjal
  3. thyroiditis yaitu radang pada kelenjar tiroid
  4. myocarditis yaitu radang pada otot jantung
  5. ketulian, tapi jarang terjadi saat ini
  6. pankreatitis yaiutu radang pada pankreas
  7. oophoritis yaitu radang pada indung telur
  8. arthritis yaitu radang pada sendi tulang.
Karena gondongan disebabkan oleh virus maka penyakit ini termasuk penyakit yang dapat sembuh sendiri (self limiting disease), oleh karena itu tidak perlu pemberian antibiotik kecuali ada infeksi sekunder oleh bakteri. Hal yang dapat dilakukan untuk meringankan keluhan antara lain :
  1. istirahat total di tempat tidur selama masa panas dan kelenjar masih bengkak
  2. kompres panas
  3. analgesik/penghilang nyeri
  4. makanan harus cair atau lunak
  5. pemberian kortikosteroid selama 2-4 hari
Tidak ada bukti bahwa pengobatan diatas dapat mencegah komplikasi, akan tetapi dengan istirahat total maka daya tahan tubuh diharapkan akan meningkat untuk melawan virus yang ada sehingga komplikasi yang parah dapat dihindari. Bila komplikasi timbul maka akan diobati menurut gejala yang muncul. Pada komplikasi di buah zakar, sebaiknya dilakukan istirahat total dan penunjang lokal untuk buah zakar seperti kompres dingin pada buah zakar dll. Pencegahan yang utama dan paling baik adalah melakukan vaksinasi mumps pada masa kanak-kanak (imunisasi). Biasanya vaksinasi dilakukan pada usia 15 bulan dan biasanya diberikan bersama vaksin campak (morbili) dan campak jerman (rubella), biasa disebut MMR. Vaksinasi ini tidak menyebabkan demam atau reaksi lainnya dan tidak menularkan virus ke anak lainnya, jadi aman untuk anak Anda. Imunitas yang ditimbulkan bertahan lama dan dapat diberikan pula pada remaja ataupun dewasa yang telah berkontak dengan penderita gondongan tapi belum pernah menderita penyakit tersebut. Daftar pustaka : Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak 2.1985 Medical Microbiology updated 3th edition.2004 Nelson’s.textbook of pediatrics.1979 www.ratsteachmicro.com