Ginekomastia adalah pembesaran jinak payudara pria yang disebabkan bertumbuhnya jaringan payudara (bukan jaringan lemak). GEJALA DAN TANDA
  • Pembesaran payudara dapat dengan mudah dilihat.
  • Seringkali besar payudara tidak sama antara kiri dan kanan.
  • Terkadang terasa nyeri.
  • Perlu dibedakan antara jaringan payudara (murni ginekomastia) dan jaringan lemak (pseudoginekomastia / ginekomastia palsu). Pseudoginekomastia biasa ditemukan pada pria dengan obesitas, ukuran payudara kiri dan kanan relatif sama, dan ukurannya relatif tidak berubah dalam beberapa tahun.
PENYEBAB Ginekomastia normal terjadi pada bayi baru lahir, pubertas, dan usia tua. Androgen adalah hormon yang menghasilkan karakteristik pria pada seseorang, seperti pertumbuhan kumis, otot yang lebih besar dan suara yang berat. Estrogen adalah hormon yang memberikan karakteristik wanita pada seseorang. Pria memiliki baik hormon androgen dan estrogen. Gynecomastya terjadi jika terjadi perubahan keseimbangan pada level hormon ini, dimana terjadi kenaikan kadar estrogen dibandingkan androgen. Ginekomastia dapat terjadi karena beberapa kelainan diantaranya: 1.Kondisi dimana terjadi penurunan kadar androgen
  • Sindroma Klinefelter
  • Tidak ada testis sejak lahir (anorchia kongenital)
  • Trauma testis
  • Torsio testis
  • Orchitis
  • Kallmann syndrome
  • Tumor hipofisis
  • Keganasan yang meningkatkan kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) (contohnya kanker paru-paru, karsinoma gaster, dan hepatoma)
  • Gagal ginjal
  • Hipertiroid
  • Malnitrisi
  • Sindrom insensitivitas androgen
  • Sindrom defisiensi Five-alpha-reductase
2.Kondisi dimana terjadi kenaikan kadar estrogen
  • Misalnya pada penyakit hati kronis, malnutrisi, tumor kelenjar ginjal, dan riwayat keluarga ginekomastia.
3.Obat-obatan:
  • Obat yang mengandung estrogen (dietilbestrol, digitalis)
  • Obat yang merangsang pembentukan estrogen (gonadotropin, clomifen, fenitoin, hormon testosteron eksogen)
  • Obat yang menghambat pembentukan testosteron (ketoconazole, metronidazole, cisplatin, spironolactone, cimetidine, flutamide, finasteride, dan etomidate)
  • Obat dengan mekanisme yang belum diketahui (isonicotinic acid hydrazide, methyldopa, busulfan, tricyclic antidepressants, diazepam, penicillamine, omeprazole, phenothiazines, calcium channel blockers, angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors, alkohol, marijuana, and heroin)
TERAPI
  • Tidak diperlukan terapi pada ginekomastia normal.
  • Pada ginekomastia selain yang normal, jika penyebab utama dapat diketahui dan diatasi, besarnya payudara akan berkurang dengan sendirinya selama beberapa bulan. Hubungi dokter untuk mengetahui penyebab pasti ginekomastia.
  • Jika gynecomastya tetap berlanjut, tindakan operasi mungkin diperlukan. Tindakan pembedahan diperlukan apabila terjadi masalah psikologis atau kosmetik, terus membesar dan nyeri, serta kecurigaan ke arah kanker.
  • Jika payudara terasa sangat nyeri, dan karena suatu hal tidak dapat dilakukan operasi, pemberian obat anti-estrogen (tamoxifen) dapat mengurangi nyeri dan ukuran payudara pada duapertiga pasien.
KOMPLIKASI
  • Masalah emosional dan psikologis mungkin timbul karena penampakan ginekomastia.
  • Resiko terjadinya kanker payudara cenderung meningkat pada pria dengan ginekomastia (terutama pada sindroma Kleinefelter). Pemeriksaan mamografi diperlukan.
  • Selain masalah tersebut di atas, ginekomastia biasanya tidak menimbulkan komplikasi jangka panjang.
PENCEGAHAN Hindari konsumsi obat-obat yang telah disebutkan tanpa konsultasi dengan dokter sebelumnya. SUMBER REFERENSI • Stephen J. McPhee, et al. Current Medical Diagnosis & Treatment. Lange. 2007;1124-5 • Dennis L. Kasper, et al. Harrison’s Principles of Internal Medicine. 16th edition. McGraw-Hill. 2005; 1042-5. • American Society of Plastic Surgeon. (Online). Dapat diakses di:http://www.plasticsurgery.org/Patients_and_Consumers/Procedures/Cosmetic_Procedures/Breast_Reduction_for_Men.html • Medline Plus. (Online). Dapat diakses di: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003165.htm • Medscape’s Continually Updated Clinical Reference. (Online). Dapat diakses di:http://emedicine.medscape.com/article/120858 • Mayo Clinic. (Online). Dapat diakses di:http://www.mayoclinic.com/print/ginekomastia/DS00850/DSECTION=all&METHOD=print • US National Library of Medicine. (Online). Dapt diakses di: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20440151?tool=MedlinePlus