Setiap pria tentu ingin memuaskan pasangannya terutama dalam hal hubungan seksual. Ada yang mengatakan bahwa ereksi lama bisa membuat wanita lebih puas. Tapi tahukah anda bahwa ereksi yang terlalu berkepanjangan malah bisa membahayakan anda sebagai pria? Apa itu Priapismus? Priapismus adalah ereksi penis yang berkepanjangan tanpa diikuti dengan hasrat seksual dan sering disertai dengan rasa nyeri. Apa gejala dan tanda dari priapsimus ini?
  • Ereksi yang dirasakan lebih lama dari biasanya, sampai berjam-jam.
  • Setelah 3-4 jam terasa nyeri, karena telah terjadi kerusakan jaringan akibat terdesak oleh aliran darah yang terus masuk, kerusakan jaringan dapat terjadi setelah 4 jam.
  • Batang penis tegang tanpa diikuti oleh ketegangan pada kepala penis.
  • Biasanya ereksi tidak menghilang bahkan setelah ejakulasi.
  • Pemeriksaan USG Doppler mungkin diperlukan untuk membedakan tipe iskemik atau non iskemik.
Apa penyebab dari priapismus ini? Beberapa kasus (60%) penyebab tidak diketahui (priapismus primer), sisanya biasanya disebabkan oleh:
  • Kelainan pembekuan darah (leukemia, anemia sel bulan sabit)
  • Trauma pada alat kelamin
  • Gangguan pada saraf
  • Keganasan
  • Pemakaian obat-obatan tertentu (obat-obatan yang sering dipakai untuk mengatasi disfungsi ereksi seperti sildanevil/viagra dan vardanefil, obat anti hipertensi, antidepresi seperti fluoxzetine, obat penenang seperti diazepam, obat pengencer darah seperti warfarin atau heparin, serta konsumsi alkohol/ganja)
  • Setelah penyuntikan obat disfungsi ereksi ke dalam penis (papaverin)
Bagaimana mengobati priapsimus ini? Setelah 4 jam, jaringan penis akan rusak karena kurangnya sirkulasi oksigen jaringan. Pada prinsipnya terapi priapismus adalah secepatnya mengembalikan aliran darah pada batang penis, yang dicapai dengan obat-obatan ataupun tindakan pembedahan. Tindakan pertama yang dapat dilakukan adalah melompat-lompat, dengan harapan terjadi aliran balik darah dari penis. Pemberian kompres dingin pada penis atau enema (memasukkan cairan garam fisiologis ke dubur) dapat dilakukan untuk merangsang aktivitas saraf. Jika tindakan tersebut tidak berhasil, dibutuhkan tindakan yang lebih agresif, penyedotan (aspirasi) dan pemasukan obat (irigasi), atau operasi (pembuatan saluran pembuluh darah aliran balik baru) Jika anda mengalami priapism, sangat tidak disarankan untuk mengatasi masalah ini sendiri tanpa bantuan dokter. Hubungi dokter anda segera. Semakin cepat pertolongan diperoleh, semakin kecil komplikasi yang mungkin terjadi. Apa bahayanya bagi kaum pria? Priapismus merupakan salah satu kedaruratan di bidang urologi karena jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat menimbulkan kecacatan yang menetap berupa disfungsi ereksi (jaringan otot polos yang normal di jaringan penis digantikan oleh jaringan lain sehingga kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan ereksi maksimal) bahkan dapat menyebabkan nekrosis penis (jaringan penis mati dan membusuk). Bagaimana mencegah terjadinya priapismus? Beberapa kasus (priapismus primer) memang tidak bisa dicegah, namun perlu diperhatikan penggunaan obat-obatan tertentu yang mungkin sudah beredar bebas di pasaran yang dapat menyebabkan priapismus, konsultasikan selalu obat-obat yang anda konsumsi dengan dokter anda. SUMBER REFERENSI Basuki B Purnomo. Dasar-dasar Urologi. Sagung Seto. 157-159 Cleveland Clinic. (Online). Dapat diakses di http://my.clevelandclinic.org/disorders/priapism/hic_priapism.aspx Medscape’s continually Updated Clinical References. (Online). Dapat diakses di http://emedicine.medscape.com/article/437237-overview Medscape’s continually Updated Clinical References. (Online). Dapat diakses di http://emedicine.medscape.com/article/777603-overview Mayo Clinic. (online). Dapat diakses di http://www.mayoclinic.com/health/priapism/DS00873/DSECTION=prevention University of California San Fransisco. (Online). Dapat dakses di http://www.ucsfhealth.org/adult/medical_services/urology/male_sexual/conditions/priapism/treatments.html