Belum lama ini Indonesia kembali  kehilangan satu artis senior yang sudah lama berkancah di Industri Perfilman kita. Ida Kusuma, yang diberitakan meninggal akibat serangan jantung di lokasi syuting salah satu sinetron yang diperaninya. Dan anda pasti tau Marlyn Monroe ? Ya... tentu saja, dia adalah wanita yang dikenal dengan pose khasnya yang memukau jutaan mata manusia. Marlyn juga menutup usia, karena dikabarkan over dosis obat penenang Barbiturat karena depresi. Kasus ini, hanya salah satu contoh dari begitu banyak kejadian tentang bagaimana perempuan tidak waspada terhadap penyakit yang dialami. Dapat dikatakan bahwa secara umum, ada empat golongan penyakit yang akrab dengan perempuan, antara lain penyakit jantung, kanker payudara, osteoporosis, dan depresi. Kaum perempuan beresiko tinggi terhadap penyakit penyakit tersebut karena beberapa sebab, antara lain karena pola hidup mereka, kekhasan biologis, dan beban kehidupan perempuan yang multi peran (multi bourden) yang harus ditanggung oleh sebagian besar perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menyebabkan perempuan lalai dan menjadi kurang waspada untuk mendeteksi penyakit tersebut secara dini. Dalam artikel ini akan dibahas satu per satu faktor resiko dari penyakit tersebut, agar kaum perempuan selalu waspada dan melakukan berbagai upaya  pencegahan sebelum terjadinya penyakit ini. Hal pertama yang penting dilakukan oleh para wanita adalah mereka harus waspada terhadap faktor resiko dan harus berusaha mencari riwayat  penyakit dalam keluarga mereka, mendapatkan edukasi kesehatan dan selalu memperhatikan perubahan pada tubuh sendiri. Penyakit jantung Merupakan pembunuh nomor satu baik pada wanita maupun pria. 29%  kematian disebabkan oleh penyakit jantung naik  di kalangan lelaki maupun wanita. Yang menjadi masalah dalam penyakit ini di kalangan wanita adalah keterlambatan deteksi.  The American Heart Association mengelompokan factor resiko dari penyakit jantung ini, adalah:
  • Meningkatnya umur
  • Peningkatan kolestrol
  • Merokok
  • Tingginya  tekanan darah
  • Sedentary life style / aktifitas yang kurang
  • Obesitas dan berat badan berlebih
  • diabetes
Faktor resiko penyakit jantung ini dapat di kurangi dengan merubah pola hidup dengan diet yang seimbang dan olah raga yang teratur. Kanker Payudara Penyakit ini merupakan penyakit yang paling sering terjadi pada kaum wanita. Para pakar kesehatan mengatakan bahwa kewaspadaan wanita akan penyakit kanker terkadang terlalu rendah, sehingga membuat mereka merasa tidak perlu pergi ke dokter untuk screening, atau malah mendorong mereka untuk langsung melakukan tindakan ekstrim seperti mastektomi, padahal terkadang hal itu belum tentu perlu. Faktor resiko akan penyakit kanker payudara :
  • Meningkatnya umur
  • Genetik, kurang lebih 5 -10 % kanker payudara ini diturunkan melalui gen, yaitu gen BRCA 1 dan BRCA 2
  • Riwayat keluarga yang terkena kanker payudara
  • Riwayat kesehatan pribadi
  • Mendapat Menstruasi pada usia muda ( sebelum 12 tahun ) atau menopause setelah umur 55 tahun.
  • Tidak mempunyai anak
  • Penggunaan obat , seperti dietilstilbestrol (DES )
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Obesitas
Berikut adalah deteksi dini kanker payudara pada wanita : Mamografi: Wanita berusia 40 dan lebih tua harus menjalani pemeriksaan mamografi setiap tahun dan harus tetap melakukannya selama kesehatan mereka baik. Uji Payudara Klinis (UPK): Perempuan berusia 20 hingga 30-an tahun harus menjalani uji payudara klinis (UPK) sebagai bagian dari general check up regular oleh ahli kesehatan, setidaknya setiap 3 tahun sekali. Setelah usia 40 tahun, UPK disarankan dilakukan setiap tahun. Sebaiknya dilakukan sesaat sebelum mamografi dilakukan. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI): SADARI sangat dianjurkan bagi para wanita, mulai usia 20-an. Segera periksa ke dokter jika Anda melihat perubahan ini pada payudara: sebuah benjolan/pembengkakan, iritasi kulit, nyeri pada puting susu atau puting melesek ke dalam, puting susu atau kulit payudara berwarna kemerahan atau bersisik, atau pengeluaran cairan/darah (bukan ASI) dari payudara. Stephen F. Sener, MD, presiden dari  American Cancer Society, merekomendasikan untuk selalu mengontrol berat badan, olah raga, berhenti merokok dan selalu berkonsultasi dengan dokter tentang resiko dan screening/ check up rutin yang direkomendasi untuk kanker payudara. Osteoporosis Keluhan nyeri punggung, bungkuk merupakan hal yang sering terjadi pada wanita lansia sebelum mereka akhirnya terdiagnosa osteoporosis. Sebenarnya hal ini dapat dideteksi secara dini dan dicegah. Tubuh kita kokoh ditopang oleh sebagian besar tulang sampai berumur 30 tahun. Ketika tulang kita mulai berhenti terbentuk maka tubuh akan lebih berusaha untuk menjaga tulang yang lama. Dan bagaimana cara terbaik menjaga keutuhan tulang agar tetap awet muda? Tubuh akan dapat selalu memperbaiki tulang yang rusak apabila dalam tubuh kita selalu tersedia bahan yang dibutuhkan, oleh karena itu konsumsi kalsium yang adekuat dan latihan olah raga weight bearing. Faktor resiko osteoporosis :
  • Wanita
  • Bertambahnya usia
  • Bentuk tubuh kurus dan tipis
  • Ras. ( asia dan wanita kulit putih lebih beresiko tinggi )
  • Riwayat keluarga yang terkena penyakit ini
  • Hormone seksual ( siklus haid yang tidak teratur dan hilangnya estrogen karena menopaus meningkatkan resiko )
  • Anoreksia
  • Diet rendah kalsium dan vitamin D
  • Penggunaan obat obatan, seperti glukokortikoid dan obat2 antikejang
  • Merokok
  • Konsumsi alcohol
  • Sedentary lifestyle
Segeralah berkonsultasi apabila anda memiliki faktor resiko yang tinggi untuk osteoporosis, dan segera lakukan tindakan pencegahan untuk terhindar dari penyakit ini. Depresi Fakta membuktikan bahwa depresi lebih besar menyerang kaum wanita dibandingkan kaum pria. The National Institute of Mental Health melaporkan bahwa kurang lebih 12 juta wanita terdeteksi depresi tiap tahunnya , sedangkan prevalensi lelaki hanya separuh dari itu. Hormon dan depresi, adakah hubungannya? Terkadang perubahan hormonal yang dialami seorang wanita dapat menyebabkan gejala depresi, khususnya setelah kehamilan dan ketika menuju menopause. Ketika wanita hamil , level dari  estrogen dan progesteron dalam tubuh akan meningkat drastis. Dan setelah 24 jam anak lahir, secara cepat level hormon akan menurun ke keadaan normal. Perubahan yang besar dalam waktu singkat ini yang diteliti beberapa pakar kesehatan adalah penyebab utama dari depresi.  Kadar  hormon tiroid dalam tubuh juga akan menurun drastic setelah melahirkan. Kadar tiroid yang rendah sangat erat dengan timbulnya gejala depresi. Faktor resiko penyakit depresi :
  • Riwayat penyakit depresi dalam keluarga
  • Riwayat penyakit jantung
  • Riwayat penyakit kronis
  • Kondisi traumatis
  • Penyalahgunaan obat
  • Penggunaan obat yang dapat menyebabkan depresi , seperti obat hipertensi dan antikejang
  • Penyakit yang dapat menimbulkan depresi, seperti thyroid dan defisiensi vitamin.
  • Menderita penyakit berat dan operasi besar
Untuk mengurangi rasa depresi , sebaiknya lebih banyak melibatkan diri dalam situasi yang membahagiakan. Hubungan kerja, lingkungan, cinta dan melakukan hobi mengisi waktu bisa membantu kita mengatasi perasaan depresi. DAFTAR PUSTAKA Dulce Zamora, Louise Chang, MD. Women's Top 5 Health Concerns. http://women.webmd.com/guide/5-top-female-health-concern http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/postpartumdepression.html