Penyakit jantung memang kerap kali menjadi masalah kesehatan yang membandel di negeri ini. Tak sedikit juga penyakit ini telah merenggut korban. Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi dan mencegahnya? Ayo simak wawancara TanyaDok bersama ahli jantung (kardiolog) dr. Wishnu Aditya Widodo, Sp.JP. Dokter Wishnu, demikian ia dipanggil, menyelesaikan pendidikan ahli jantungnya di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita/Universitas Indonesia. Ia juga turut aktif dalam berbagai organisasi yang ditekuninya sejak SMP hingga sekarang. Organisasi yang diikutinya pun dapat dikatakan amat beragam mulai badan eksekutif mahasiswa, fotografi, bola basket, hingga kelompok pecinta alam. Selain itu ia pun sering berpartisipasi membawakan karya ilmiahnya dalam berbagai kegiatan akademik kedokteran.   Salam sehat Dok, apa kabar? Apa  kesibukan Dokter saat ini? Baik dan salam sehat! Saat ini saya bekerja sebagai dokter jantung di Jakarta Heart Center di daerah Matraman. Namun dalam waktu dekat saya akan bertugas (kembali) ke daerah Papua.   Apa yang membuat Dokter Wishnu tertarik untuk mempelajari lebih dalam mengenai kesehatan jantung?
Secara keilmuan, jantung adalah organ yang sangat menarik, karena sifatnya yang dinamis – terus menerus bergerak tanpa henti. Cara kerjanya pun kompleks karena melibatkan berbagai sistem – pompa, katup, aliran listrik, dan aliran darah. Secara klinis, penyakit jantung dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian segera. Namun dengan penanganan yang sigap, sebagian dari kasus tersebut dapat dicegah kematiannya.   Tentang kesehatan jantung, menurut Dokter apa yang menjadi masalah utama akan kesehatan jantung di Indonesia?
Masalah yang terjadi di Indonesia dan dunia pada umumnya adalah prevalensi penyakit jantung yang dahulu terlihat pada usia yang lebih tua sekarang ditemukan pada usia yang jauh lebih muda. 20 tahun yang lalu, penyakit jantung koroner jarang ditemukan pada pasien dibawah usia 50 tahun. Namun akhir-akhir ini banyak pasien yang mengalami serangan jantung pada usia 30-40 tahun. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh pola hidup yang tidak baik – makanan yang tidak sehat, merokok, dan olahraga yang kurang.   Apakah ada hal mudah yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasinya?
Pola hidup yang sehat – kurangi makanan bergaram dan berlemak tinggi, jangan merokok, dan berolahraga 3-5 kali sehari dengan intensitas yang cukup. Terdengarnya sangat mudah, namun penerapannya tidak semudah itu. Butuh tekad dan disiplin yang kuat!   Bagaimana meningkatkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya kesehatan jantung? Terutama bagi orang-orang dewasa muda?
Yang penting adalah pengetahuan. Seperti pepatah berkata tak kenal maka tak sayang, baiknya anak-anak muda ini mengetahui bagaimana luar biasanya kerja jantung kita, dan bagaimana pentingnya kita melakukan perawatannya. Ibaratnya seperti mesin mobil, makin baik perawatannya masa kerjanya bisa lebih panjang. Jika sudah mengerti pentingnya organ jantung, barulah diajarkan target-target yang harus dicapai, misalnya target berat badan, kadar kolesterol, serta frekuensi dan jenis olah raga yang dianjurkan.   Apa hal yang sering terlewatkan oleh masyarakat kota kita sehingga akhirnya merusak jantungnya? Pola makan rasanya harus lebih diperhatikan lagi. Asupan garam dalam sehari menurut rekomendasi dari Mayo Clinic seharusnya tidak lebih dari 2300mg per hari – atau tidak lebih dari 1 sendok teh. Sedangkan rata-rata masakan perkotaan dibuat gurih menggunakan kadar garam yang tinggi. Selain itu makanan yang berminyak dan berlemak seperti gorengan dan jeroan baiknya jangan dimakan.   Dalam gaya hidup perkotaan ini, apakah ada hal atau kebiasaan yang juga dilakukan oleh Dokter sendiri dalam menjaga kesehatan jantung Dokter?
Saya adalah penggemar berat olah raga. Dalam seminggu paling tidak 3-4 kali saya rutin berolahraga, biasanya dalam bentuk permainan sepakbola atau bola basket. Kadar kolesterol dicek setiap 2-3 tahun sekali.   Apa pesan khusus Dokter untuk Sobat TanyaDok dalam peringatan Hari Jantung Sedunia tahun ini? Sebagai langkah awal, saya mengajak teman-teman untuk lebih mengenal jantung anda masing-masing. Di era informasi terbuka seperti sekarang ini sangat mudah untuk melihat di internet bagaimana cara kerja jantung, proses terjadinya serangan jantung, dan bagaimana menderitanya seseorang yang terkena sakit jantung. Selanjutnya baik sekali jika dapat bergabung dengan komunitas dimana satu dan yang lainnya saling  meng-encourage untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengatur diet atau berolahraga. Ingatlah prinsip ini.. If you think prevention is expensive, try disease.. Ingatlah bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.
  Terima kasih Dokter. Terus sukses dalam berkarya. Terima kasih juga.