Penderita diabetes biasanya akan merasa sangat menderita terutama pada saat makan karena merasa tidak boleh makan makanan yang enak dan diharuskan mengkonsumsi makanan yang dikhususkan dan terpisah dari makanan untuk keluarganya. Sebenarnya anggapan ini salah besar! Pada penderita diabetes itu tidak ada pantangan apapun dan diperbolehkan makan makanan seperti layaknya orang normal, jadi keluarga tidak perlu memasak makanan khusus untuk penderita diabetes. Hanya saja untuk penderita diabetes harus memperhatikan jenis, jumlah dan jam (3 J) saat makan.

Diabetes

Apa saja jenis makanan yang baik bagi diabetisi?

Untuk jenis makanan bagi penderita diabetes pilihlah jenis makanan yang kandungan gizinya seimbang. Pilihlah makanan yang banyak mengandung serat dibandingkan kandungan gulanya untuk makanan pokok. Sebagai contoh konsumsi nasi merah atau roti gandum lebih baik dibandingkan dengan nasi putih dan roti tawar biasa.

Jumlah makanan yang dikonsumsi penderita diabetes disesuaikan dengan jenis makanannya. Kalau dalam ukuran 1 piring nasi, jumlah sayur-sayuran hijau ½ piring, ¼ piring nasi atau jenis makanan pokok lainnya dan ¼ piring lagi adalah lauk-pauk. Kemudian buah-buahan 1 piring kecil dan boleh ditambah dengan 1 gelas susu.

Kalau untuk jumlah kandungan gizi sebaiknya diatur untuk karbohidrat dan buah-buahan sebanyak 1 genggam tangan, untuk protein 1 telapak tangan, sayur-sayuran 2 telapak tangan, dan untuk lemak hanya 1 ujung jari tangan.

Bagaimana mengatur jadwal makan bagi penderita diabetes?

Jam atau waktu makan juga sangat penting untuk diatur bagi semua orang terutama bagi penderita diabetes. Setiap harinya, seseorang sebaiknya makan 5 kali sehari terdiri dari sarapan, cemilan pagi, makan siang, cemilan sore dan makan malam. Pengaturan makan seperti ini sangat besar peranannya bagi penderita diabetes dalam membantu menurunkan kadar gula darah yang tinggi dan mempertahankan kadar gula darah bagi yang sudah terkendali sehingga jangan sampai terkena komplikasi, sedangkan bagi yang belum terkena diabetes sangat baik untuk mencegah supaya jangan sampai terkena diabetes.

Benarkah diabetisi tidak boleh mengonsumsi gula atau makanan manis?

Banyak orang yang menganggap bahwa penderita diabetes itu tidak boleh mengkonsumsi makanan yang manis seperti nasi, gula, sirup dan lain-lain. Sebenarnya tidak ada yang merekomendasikan kalau penderita diabetes sama sekali tidak boleh mengkonsumsi makanan yang manis, tetapi penderita diabetes tetap boleh mengkonsumsi makanan manis tetapi jumlahnya yang dikurangi atau bisa juga gula pasir biasa diganti dengan pemanis alternatif. Pemanis alternatif boleh digunakan asal digunakan tidak melebihi batas aman penggunaan.

Benarkah diabetisi tidak disarankan untuk sarapan atau makan malam?

Ada juga yang beranggapan kalau orang dengan diabetes harus melaksanakan diet yang ketat, bahkan ada yang sampai tidak makan malam atau tidak sarapan. Hal ini merupakan anggapan yang salah karena apabila dilakukan akan sangat berisiko terjadi hipoglikemia. Sarapan sangat penting untuk energi saat beraktivitas, sedangkan makan malam sangat penting untuk menjaga metabolisme tubuh tetap berjalan dengan baik. Apakah cukup mengatur makan?

Pencegahan dan pengelolaan diabetes tidak cukup hanya dengan mengatur makan saja tetapi ada lima hal yang perlu dilakukan atau biasa kita sebut lima pilar pencegahan diabetes. Lima pilar itu terdiri dari edukasi, perencanaan makan, aktivitas fisik atau olah raga, pemeriksaan gula darah dan konsumsi obat atau insulin dengan teratur sesuai dengan anjuran dokter. Edukasi bisa didapatkan dengan mengikuti seminar atau penyuluhan sehingga dapat menambah wawasan.

Perencanaan makan sesuai dengan apa yang telah saya jelaskan di atas. Aktivitas fisik atau olah raga yang baik adalah olah raga yang bersifat aerobik atau dapat membakar kalori dan lemak dan dilakukan secara rutin minimal 3-5 kali seminggu selama minimal 30-60 menit.

Pemeriksaan kadar gula darah bagi penderita DM sangat penting untuk evaluasi pengobatan, sedangkan bagi yang belum terkena DM sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah sudah terkena DM atau tidak terutama bagi yang memiliki faktor risiko DM, seperti memiliki riwayat keluarga yang DM, berasal dari ras tertentu dan obesitas.

Konsumsi obat diabetes atau penggunaan insulin bagi yang menderita DM harus dilakukan sesuai dengan anjuran dokter, terkadang ada orang yang mengatur dosis obat atau insulin sendiri tanpa konsultasi dengan dokter akan sangat berbahaya terkena risiko hipoglikemia apabila dosisnya terlalu tinggi dan apabila dosisnya terlalu rendah akan menjadi tidak efektif untuk menurunkan atau menjaga kadar gula darah sehingga nantinya bisa terkena komplikasi apabila kadar gula darahnya tidak terkendali.