Diare adalah buang air besar tiga kali atau lebih dengan konsistensi lembek atau cair.   GEJALA DAN TANDA Diare seperti pengertiannya ialah buang air besar 3 kali atau lebih, lembek atau cair. Yang menjadi perhatian kita dalam masalah diare ialah tingkat dehidrasi dari penderita yaitu tingkat kekurangan cairan tubuh. Tingkat dehidrasi dapat kita ukur dengan menilai beberapa hal dan dapat kita kelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu: Diare tanpa dehidrasi
  • Penderita masih sadar
  • Mata normal
  • Air mata masih ada
  • Mulut dan lidah basah
  • Minum biasa dan tidak haus
  • Pemeriksaan turgor kulit yaitu dengan mencubit kulit dan menilai kembalinya kulit, masih kembali cepat.
Diare dengan dehidrasi ringan Bila ditemukan 1 tanda atau lebih dari tanda-tanda di bawah ini
  • Penderita gelisah atau bila anak maka rewel
  • Mata cekung
  • Air mata tidak ada
  • Mulut dan lidah kering
  • Ingin minum banyak dan haus
  • Pemeriksaan turgor kulit yaitu dengan mencubit kulit dan menilai kembalinya kulit, yaitu kembali lebih lambat
Diare dengan dehidrasi berat Bila ditemukan 1 tanda atau lebih dari tanda-tanda di bawah ini
  • Penderita lesu, lunglai atau tidak sadar
  • Mata sangat cekung dan kering
  • Mulut dan lidah sangat kering
  • Malas minum atau tidak bisa minum
  • Pemeriksaan turgor kulit yaitu dengan mencubit kulit dan menilai kembalinya kulit, yaitu kembali sangat lambat
  PENYEBAB Penyebab diare dikelompokkan dalam 6 golongan besar yaitu: 1. Bakteri
  • Shigella
  • Salmonela
  • E.coli
  • V.cholera
2. Virus
  • Rotavirus
  • Adenovirus
3. Parasit
  • E. histolytica
  • G. lamblia
4. Alergi 5. Keracunan
  • Keracunan bahan kimia
  • Keracunan racun yang dikandung oleh makanan
6. Kekurangan daya tahan tubuh   TERAPI Terapi diare tanpa dehidrasi
  • Berikan penderita lebih banyak cairan daripada biasanya untuk mencegah dehidrasi
  • Beri penderita makanan untuk mencegah kekurangan gizi, pada anak yang masih menyusui maka ASI atau susu diberikan terus.
  • Bawa penderita atau anak kepada petugas kesehatan bila anak tidak membaik dalam 3 hari atau didapati tanda-tanda sebagai berikut:
  1. Buang air besar cair lebih sering
  2. Muntah berulang-ulang
  3. Rasa haus yang nyata
  4. Makan atau minum sedikit
  5. Demam
  6. Tinja berdarah
  • Berikan ORALIT sesuai dengan takaran berikut:
Untuk anak di bawah umur 2 tahun berikan satu sendok ORALIT setiap 1-2 menit Bila anak muntah, tunggulah 10 menit kemudian dan berikan dengan selang yang lebih lama (misalnya setiap 2-3 menit) Terapi diare dengan dehidrasi ringan
  • Berikan ORALIT dalam 3 jam pertama sesuai takaran berikut

  • Atau diberikan ORALIT sesuai dengan berat badan penderita (kg) dikali dengan 75 ml.
  • Setelah 3 jam memberikan ORALIT nilai kembali derajat dehidrasi penderita dan sesuaikan pengobatan dengan derajat dehidrasi yang dinilai kembali tersebut.
Terapi diare dengan dehidrasi berat
  • Segera bawa penderita ke petugas kesehatan terdekat
  • Penderita harus segera mendapatkan infuse
Zinc (Seng) Zinc adalah komponen mineral yang penting bagi tubuh. Selama diare, tubuh kehilangan zinc dalam jumlah besar. Penggantian zinc penting untuk membantu pemulihan. Zinc hanya bermanfaat bagi anak kecil. Zinc diberikan selama 10-14 hari dengan dosis 1 tablet tiap hari. Pengobatan lain
  • Antibiotik tidak efektif terhadap kebanyakan organisme penyebab diare.
  • Adsorbent (penyerap) seperti kaolin, pectin, dan arang aktif, tidak berguna dalam pengobatan diare. Adsorbent hanya memberikan efek minimal pada konsistensi kotoran.
  • Obat antimotilitas (penyumbat) seperti loperamide, berbahaya khususnya pada anak kurang dari 5 tahun. Obat antimotilitas dapat mengurangi sakit perut sementara namun memperlambat pengeluaran kuman penyebab diare dan memperpanjang masa diare.
  KOMPLIKASI Komplikasi yang dapat terjadi pada penderita diare ialah:
  • Perforasi atau usus yang berlubang
  • Megakolon toksik atau terjadinya pengembungan usus karena radang pada usus
  • Hipoglikemia atau kurangnya kadar gula dalam darah
  • Hiponatremia atau berkurangnya kandungan garam dalam darah
  • Sepsis atau infeksi berat
  • Kejang
  • Kurang energi protein
  PENCEGAHAN Upaya pencegahan diare ialah dengan:
  • Memberikan ASI karena di dalam ASI terdapat komponen antibodi yang dapat meningkatkan daya tahan bayi.
  • Memberikan makanan pendamping ASI sesuai dengan umur anak, seperti dimulai dengan makanan lunak kemudian bertahap meningkat.
  • Menggunakan air bersih
  • Mencuci tangan dengan sabun terutama sesudah buang air besar, sesudah membuang tinja anak, sebelum menyiapkan makanan, sebelum menyuapi anak dan sebelum makan.
  • Menggunakan jamban
  • Membuang tinja bayi yang benar
  • Memberikan imunisasi campak karena campak sering disertai dengan diare
  INFORMASI TAMBAHAN
  • Bila tidak ada oralit, dapat juga digunakan larutan gula-garam, yaitu dua sendok teh gula dan setengah sendok teh garam dapur dilarutkan ke dalam satu gelas air matang.
  DAFTAR PUSTAKA World Health Organization, UNICEF. Diarrhoea Treatment Guidelinesfor Clinic-Based Healthcare Workers. 2005. Departemen Kesehatan RI. Pedoman Tatalaksana Diare. http://emedicine.medscape.com/article/181054-overview http://id.wikipedia.org/wiki/Oralit