Diabetik Nefropati adalah kelainan ginjal yang disebabkan oleh kerusakan microvaskular pada ginjal yang merupakan komplikasi bagi penderita diabetes. Kerusakan mikrovaskular adalah kerusakan pada pembuluh darah kecil. Tahukah Anda bahwa diabetik nefropati adalah penyumbang terbesar penderita penyakit ginjal tahap akhir dan juga penyebab utama kematian yang disebabkan oleh diabetes. Jadi, nggak bisa dianggap enteng ya! Dok, perubahan apa yang terjadi pada ginjal pada saat kita mengidap diabetes melitus? Pada saat kadar gula darah tinggi maka akan terjadi 3 (tiga) perubahan besar dalam pada tingkat selular ginjal, yaitu :
  1. Perubahan hormonal,
  2. Perubahan hemodinamik pembuluh darah (hiper-perfusi dan peningkatan tekanan kapiler glomerolus). Hiperperfusi adalah terjadinya peningkatan perpindahan darah dari pembuluh darah kecil ke jaringan. Sedangkan tekanan kapiler glomerulus adalah tekanan pada pembuluh darah kecil di glomerulus. Sobat bisa buku artikel mengenai "Mengenal Anatomi Ginjal" yang sudah dibahas sebelumnya.
  3. Perubahan struktural di glomerelus ginjal (penebalan matrix ekstrasel, penebalan selaput, dan fibrosis atau pembentukan jaringan ikat)
Kesemuanya akan mempengaruhi fungsi ginjal itu sendiri. Bagaimana perjalanan penyakit sehingga sampai terjadinya gagal ginjal? Perubahan pada tingkat selular dalam jaringan ginjal, berawal dari hiperfusi dan hipertropi ginjal (peningkatan ukuran volume sel) ginjal terjadi pada tahun pertama hal ini dapat dibuktikan dengan peningkatan dari GFR (Glomerular Filtration Rate, laju filtrasi darah pada glomerulus, ingatlah bahwa glomerulus berfungsi menyaring darah dalam proses pembentukan urine. Masih ingat?). Proses peningkatan filtrasi hal ini menjadikan terjadinya kompensasi yaitu perubahan penebalan membran glomerulus dan hipertrofi glomerolus, proses ini terjadi dalam kurun waktu 5 tahun pertama, hal ini dapat dibuktikan dengan kembali normalnya kecepatan filtrasi dari glomerolus (GFR) menjadi normal kembali. Apabila kondisi kadar gula darah pasien tidak diperbaiki maka dalam waktu 5 sampai 10 tahun pasien akan mulai mengalami "kebocoran ginjal" yang ditandai dengan ditemukannya protein (albumin) dalam pemeriksaan urin rutin. Dengaan adanya kebooran ginjal ini menandakan penurunan fungsi ginjal yang semakin hebat, sekitar 50 % pasien akan mengalami gagal ginjal tahap akhir dalam waktu 7-10 tahun.