Penyakit diabetes atau kencing manis adalah suatu penyakit dengan sejuta komplikasi, yang dapat mengenai pembuluh darah besar (makrovaskular) maupun pembuluh darah kecil (mikrovaskular) sehingga berdampak pada banyak organ-organ lainnya:
  • Penyakit Jantung Koroner (PJK), yang dapat mengakibatkan serangan jantung
  • Penyakit pembuluh darah otak , yang dapat mengakibatkan stroke
  • Retinopati (penyakit retina mata), yang dapat mengakibatkan kebutaan
  • Nefropati  (penyakit ginjal) yang dapat menyebabkan gagal ginjal dan perlu cuci darah
  • Neuropati (penyakit saraf) yang dapat menyebabkan rasa kebas dan luka kaki bahkan amputasi
Saya akan beritahu anda sebuah rahasia lagi : diabetes dan penyakit jantung koroner adalah sahabat terbaik. Ya, mereka mampu bersinergi dengan kompak untuk menghancurkan kesehatan anda. The National Cholesterol Education Program dari Amerika Serikat bahkan dengan tegas menyatakan bahwa : diabetes adalah ekivalen dari penyakit jantung koroner (PJK). Coba simak fakta-fakta berikut tentang  diabetes tipe 2 dan PJK :
  1. Pasien diabetes memiliki 2 kali lipat risiko untuk terkena PJK, terjadi pada usia lebih muda, dan berisiko kematian akibat serangan jantung 2 kali lipat dibanding pasien non diabetes.
  2. Bila penyandang diabetes sudah terkena PJK maka penyakit pembuluh darahnya lebih luas dan lebih banyak (multivessel) dibandingkan non diabetes, terutama bila gula darah tidak terkontrol baik.
  3. Bila pasien diabetes dan PJK mengalami serangan jantung, maka komplikasinya lebih berat. Hal ini disebabkan karena kemampuan penyelamatan pembuluh darah alami (pembentukan pembuluh darah cadangan/kolateral) terganggu pada  pasien diabetes.
  4. Neuropati diabetes menyebabkan saraf perasa menjadi tumpul sehingga pasien diabetes dengan PJK lebih jarang merasakan nyeri dada yang khas (silent ischemia), akibatnya : PJK lebih sulit terdeteksi secara dini pada pasien diabetes
So, what can we do ? Yang terbaik adalah mencegah agar jangan sampai diabetes melitus  cepat hinggap pada diri kita, terutama bagi anda yang berisiko tinggi (keturunan DM). Saat ini intervensi sudah dapat dilakukan pada tahap prediabetes. Apa itu prediabetes? Definisi secara umum berdasarkan pemeriksaan gula darah, diabetes ditegakkan bila gula darah puasa >126 mg/dL atau gula darah 2 jam setelah makan > 200 mg/dL. Seseorang sudah disebut prediabetes bila gula darah puasa 110-126 mg/dL (gangguan glukosa puasa) atau gula darah 2 jam setelah makan antara 140-200 mg/dL.  Prediabetes adalah daerah abu-abu, belum diabetes tetapi punya kecenderungan untuk menjadi diabetes. Sepertiga pasien prediabetes akan menjadi diabetes, sepertiga tetap prediabetes, dan sisa sepertiganya dapat kembali normal, bila anda mampu mengatur pola makan, menjaga berat badan ideal, dan berolahraga teratur. Paling baik, lagi, anda yang sekarang masih, katakanlah muda dan sehat, sejak dini berusaha tetap bugar dan bergaya hidup sehat. Bagaimana dengan anda yang sudah kena diabetes ? Ada beberapa tips yang dapat anda lakukan agar kadar gula darah tetap terkontrol dan anda terhindar dari komplikasi diabetes :
  1. Stop merokok. Merokok adalah sumber radikal bebas dan racun bagi pembuluh darah, dari kepala sampai ke kaki. Dampaknya : mulai dari stroke sampai disfungsi ereksi.  Merokok saja setara dengan beberapa faktor risiko lain digabung sekaligus.
  2. Kontrol tekanan darah tinggi (hipertensi), yang biasanya juga adalah sahabat dari diabetes. Maklum, kelenturan pembuluh darah terganggu akibat kadar gula yang terlalu tinggi. Tekanan darah dapat dikendalikan dengan modifikasi gaya hidup atau obat-obatan
  3. Lakukan pemeriksaan darah berkala untuk mengukur level kolesterol dan trigliserida, dan bila memang terbukti profil lipid kita buruk, lakukan modifikasi diet. Beberapa orang membutuhkan obat-obatan seperti statin untuk menurunkan LDL (kolesterol jahat) atau trigliserida. Statin terbukti mampu menurunkan risiko serangan jantung, stroke dan kematian pada pasien diabetes yang berusia >40 tahun, walaupun level kolesterol normal. American Diabetes Association merekomendasikan bahwa diabetasi (pasien diabetes) menurunkan level LDL hingga <100 mg/dL. Beberapa penelitian menunjukkan, menurunkan LDL lebih agresif hingga ke level 70-80 mg/dL memberikan efek yang lebih baik lagi.
  4. Aspirin (81-100 mg/hari) direkomendasikan untuk diabetasi yang sudah memiliki risiko tinggi untuk penyakit kardiovaskular, dalam hal ini sebagai pencegahan primer.
  Referensi :
  1. Diabetes basics. URL: http://www.diabetes.org/diabetes-basics/prevention/pre-diabetes/how-to-tell-if-you-have.html
    1. Michael T. Johnstone, Aristidis Veves. Diabetes and Cardiovascular Disease 2nd Editon (Contemporary Cardiology).Humana Press. 2005.
  Dr Alexander Edo Tondas, SpJp Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Facebook : [email protected] Twitter : @tondas2000