Mata malas (lazy eye), yang dalam bahasa aslinya disebut ambliopia, merupakan penurunan tajam penglihatan akibat abnormalitas perkembangan penglihatan pada bayi dan anak.(1) Mata malas terjadi pada sekitar 2-4% anak usia prasekolah dan menjadi penyebab tertinggi penurunan tajam penglihatan pada anak.(1,2) Mata malas umumnya hanya mengenai satu mata, namun dapat juga mengenai kedua mata.(1) Deteksi dini mata malas pada anak merupakan hal penting karena terapi dini memiliki angka keberhasilan lebih tinggi dalam mencegah kebutaan permanen.(2) Tajam penglihatan manusia mulai berkembang sejak usia bayi dan menjadi sempurna pada usia 5 tahun. Perkembangan tajam penglihatan ini dipengaruhi oleh rangsangan visual yang masuk ke mata. Apabila mata mendapat rangsangan visual yang cukup, maka mata dapat berkembang dengan sempurna. Apabila salah satu atau kedua mata mendapatkan rangsangan yang kurang, maka perkembangan tajam penglihatan mata tersebut akan terhambat dan membuat tajam penglihatan menurun atau mata akan menjadi malas. (3)

 amblyopia-lazyeye

Apa sih Penyebab mata malas itu?  Mata malas dapat disebabkan oleh beberapa kondisi. Penyebab tersering dari mata malas adalah strabismus atau mata juling. Pada mata juling, kedua mata tidak mampu menyatukan gambar yang diambil oleh satu mata dengan mata lainnya. Akibatnya, otak hanya akan memilih gambar dari satu mata dan mengabaikan yang lainnya. Dengan demikian, mata dominan akan berkembang sempurna, sedangkan mata yang lain tidak dapat berkembang semestinya dan cenderung menjadi malas. (1) Penyebab kedua tersering adalah masalah tajam penglihatan (refraksi). Penurunan tajam penglihatan (rabun dekat, rabun jauh, dan silinder atau astigmatisma) yang berat pada kedua mata dapat menyebabkan kedua mata tidak mendapat rangsangan visual yang cukup untuk menunjang perkembangan tajam penglihatan dan akhirnya akan menyebabkan mata malas. Kondisi ini diperberat apabila koreksi menggunakan kacamata terlambat dilakukan. Perbedaan tajam penglihatan yang jauh berbeda antar kedua mata juga dapat menyebabkan mata malas. Tajam penglihatan yang jauh berbeda akan memberikan fokus gambar yang jauh berbeda pula antara kedua mata. Hal ini berakibat mata yang memiliki tajam penglihatan lebih baik akan sering dipakai, sedangkan mata yang lainnya tidak dipakai dan akan menjadi malas.(1) Penyebab terakhir adalah penurunan tajam penglihatan akibat adanya kelainan pada mata, seperti katarak, luka pada bola mata, atau kelainan pada kelopak mata seperti kelopak mata turun sehingga menutup mata (ptosis). Kelainan-kelainan tersebut menyebabkan mata tidak mendapat rangsangan visual yang cukup. Bila tidak diatasi sejak dini, kelainan-kelainan ini akan menyebabkan mata malas.(1)