Apakah depresi pada remaja harus segera ditangani? Depresi pada remaja harus segera ditangani karena kalau berkepanjangan, dapat mengakibatkan bunuh diri yang berujung pada kematian.1,2 Penggunaan obat antidepresan untuk mengurangi gejala (simptomatis) dan psikoterapi telah terbukti efektif dalam mengobati gangguan depresi pada remaja. Obat antidepresan bekerja dengan cara menormalkan kembali neurotransmiter (serotonin dan norepinefrin ) yang memberi efek pada perbaikan mood. Obat antidepresan yang sering digunakan adalah Selective Serotonin Reuptake Inhibitors/ SSRIs, contohnya Fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil) dan sertraline (Zoloft). Obat-obat ini bekerja dengan meningkatkan jumlah neurotransmiter serotonin dengan cara menghambat reuptake kembali serotonin ke sel presinaps sehingga jumlah serotonin di synaptic cleft yang berikatan dengan reseptor meningkat. Selain terapi farmakologi, terapi yang penting bagi depresi pada remaja adalah psikoterapi (cognitive therapy, behavioral therapy, interpersonal therapy, group therapy dan marital therapy).1 Psikoterapi membantu remaja memperbaiki distorsi kognitif dalam memandang diri dan masa depan sehingga akan memunculkan kekuatan dari dalam dirinya bahwa dirinya mampu untuk mengatasi masalah dan membantu memahami, mengidentifikasi perasaan, meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain dan mengatasi konflik yang sedang dialami.1,2,4 Terapi keluarga juga penting untuk mendukung kesembuhan remaja penderita depresi. Keluarga remaja yang depresi ikut mendiskusikan bagaimana cara yang terbaik untuk mengurangi sikap saling menyalahkan, membantu dalam mengidentifikasi gejala-gejala depresi anaknya dan menciptakan hubungan yang lebih sehat.1,2,5