Bagaimana kita mengenali remaja yang mengalami depresi? Remaja yang mengalami depresi akan menunjukkan gejala-gejala seperti: -       Perasaan sedih yang berkepanjangan atau mood labil, sensitif, ledakan marah -       Mengurung diri di kamar, sering melamun di dalam kelas/di rumah -       Kurang nafsu makan/makan berlebihan, sulit tidur/tidur berlebihan, -       Merasa lelah, lesu/kurang bertenaga, hipo/hiperaktif -       Sering mengeluh sakit kepala, sakit perut/keluhan lain yang tidak nampak secara fisik penyebabnya dan tidak menunjukkan masalah medis -       Hilangnya rasa percaya diri, semangat hidup, kreativitas, antusiasme dan optimisme -       Sulit mengambil keputusan, sulit konsentrasi dan motivasi belajar menurun, sehingga menimbulkan kesulitan belajar dan prestasi belajar menurun. Hal ini akan menyebabkan remaja menjadi pesimis memandang hidupnya, hilang harapan, tidak ada yang bisa memahami dirinya, dan sebagainya.1,3 Depresi harus dibedakan dengan kesedihan biasa, depresi merupakan salah satu gangguan jiwa sedangkan kesedihan adalah fenomena sosial yang dapat dialami oleh setiap manusia. Episode depresi lebih lama (sekitar dua minggu), gejala lebih intensif dibandingkan dengan kesedihan biasa. Gejala depresi pada remaja umur 11-13 tahun (remaja awal) lebih ringan secara bermakna dibandingkan dengan gejala depresi pada umur 14 tahun (remaja menengah) dan umur 17-18 tahun (remaja akhir). Remaja perempuan memiliki risiko menderita depresi lebih tinggi daripada remaja laki-laki.1,3,4