Sering kita dengar di televisi mengenai merebaknya penyakit chikungunya, mungkin juga anda mendengar bahwa penyakit ini mirip dengan demam berdarah dan dapat menimbulkan kelumpuhan. Tapi apa benar ? Apa itu chikungunya ? Chikungunya atau sering disebut flu tulang adalah penyakit yang disebabkan oleh virus chikungunya yang termasuk golongan Arthropod-virae, yang berarti virus yang penularannya dibantu oleh hewan serangga. Hewan yang membantu penularan virus chikungunya ini adalah nyamuk aedes aegypti, yang berarti sama dengan virus dengue penyebab demam berdarah dan Aedes albopictus. Bagaimana penyakit ini ditularkan ? Sama dengan demam berdarah, penularan chikungunya juga melalui gigitan nyamuk aedes aegypti atau Aedes albopictus. Setelah tergigit nyamuk yang terinfeksi virus chikungunya, maka dibutuhkan waktu 2-3 hari hingga gejala penyakit muncul. Bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui ? Chikungunya dapat menyerang ibu hamil pada usia kehamilan berapapun, tetapi belum ada bukti bahwa virus chikungunya dapat ditularkan ke janin melalui plasenta. Resiko tertinggi janin tertular adalah bila saat persalinan, sang ibu sedang menderita chikungunya, dan persalinan dilakukan per-vaginam. Sedangkan pada ibu menyusui, tidak ada bukti bahwa virus dapat ditularkan melalui air susu ibu. Lalu apa bedanya dengan demam berdarah ? Virus chikungunya berasal dari strain yang sama dengan virus dengue, hanya saja gejala chikungunya jarang menimbulkan manifestasi perdarahan seperti pada demam berdarah. Gejala umum chikungunya sama dengan demam berdarah yaitu demam dan nyeri otot disertai menggigil. Gejala tambahan lainnya adalah sakit kepala, fotophobia (takut melihat cahaya), injeksi konjungtiva, anoreksia (tidak nafsu makan), mual dan nyeri perut. Namun yang membedakannya dengan demam berdarah adalah adanya nyeri sendi yang hebat dan nyeri ini dapat berpindah-pindah dan pada beberapa sendi sekaligus terutama sendi-sendi kecil seperti sendi jari-jari tangan dan kaki, pergelangan tangan dan kaki disertai kesulitan menggerakkan sendi-sendi besar. Bercak-bercak kemerahan muncul beberapa hari setelah gejala muncul (biasanya 2-3 hari setelah gejala atau saat demam turun). Bercak tersebar di bagian tubuh manapun, tetapi terutama di badan dan kaki dan bentuknya dapat bermacam-macam dan bercak dapat juga bersisik. Walaupun terdapat bercak kemerahan, jarang terjadi mimisan atau manifestasi perdarahan lainnya seperti pada demam berdarah. Gejala Chikungunya lebih hebat pada dewasa, sedangkan pada demam berdarah lebih hebat pada anak. Tapi chikungunya jarang menimbulkan kematian dan bila tejadipun biasanya pada orang tua. Pada pemeriksaan laboratorium, chikungunya hanya menunjukkan sedikit penurunan jumlah trombosit dibanding demam berdarah yang penurunan trombosit dapat hingga < 50.000sel/µL. Untuk pemeriksaan pasti, dapat digunakan pemeriksaan IgM and IgG anti-chikungunya antibodies, hanya saja hasil baru bisa didapat minimal 3-5 minggu setelah gejala muncul atau isolasi virus dalam darah yang didapat dalam beberapa hari seteah gejala muncul. Apa benar chikungunya menyebabkan kelumpuhan ? Chikungunya TIDAK menyebabkan kelumpuhan, penderita tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya lebih karena rasa nyeri yang sangat hebat dan fungsi anggota tubuh akan kembali pulih bila pasien sembuh. Bagaimana mengobati chikungunya ? Karena penyakit ini disebabkan oleh virus, maka termasuk “self limiting disease” artinya dapat sembuh sendiri. Pengobatan yang diberikan lebih bersifat suportif yaitu untuk membantu pasien mengurangi gejala yang timbul. Hal ini dilakukan dengan pemberian obat penurun panas, obat anti-nyeri, dan lainnya. Biasanya butuh waktu berminggu-minggu untuk gejala nyeri sendi menghilang, dan bila yang menderita adalah orang tua maka gejala kaku sendi, nyeri sendi dan efusi pleura berulang dapat menetap, tapi biasanya ini terjadi pada orang dengan gangguan system imun (HLA-B27). Bagaimana mencegah chikungunya ini ? Karena penularan chikungunya melalui gigitan nyamuk aedes aegypti yang sama dengan demam berdarah, maka pencegahan yang paling utama adalah menghambat perkembangan nyamuk ini. Gerakan 3M dan PSN (Pembasmian Sarang Nyamuk) yang dicanangkan oleh pemerintah harus dilaksanakan secara teratur, perlindungan diri terhadap gigitan nyamuk juga harus dilakukan. Namun hal yang harus diingat adalah, bila penderita positif terkena chikungunya, maka tindakan utama adalah mencegah nyamuk menggigit penderita tersebut agar tidak terjadi penularan ke orang lain melalui gigitan nyamuk yang sudah mengandung virus tersebut. Apakah terdapat vaksin untuk mencegah chikungunya ? Sayangnya, hingga saat ini, tidak terdapat vaksin yang dapat mencegah virus chikungunya. Apakah penyakit ini dapat berulang ? Untungnya virus chikungunya hanya terdiri dari satu strain, sehingga sekali anda terkena, maka sudah terbentuk kekebalan dalam tubuh anda yang berarti anda tidak akan terkena penyakit ini untuk kedua kalinya. Hal ini berbeda dengan demam berdarah yang memiliki 4 strain virus, sehingga penyakit dapat berulang lagi. Sumber : Harrison's principal of internal medicine edisi 16. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs327/en/ http://www.cdc.gov/ncidod/dvbid/Chikungunya/