Sebagian dari Sobat TanyaDok mungkin telah mempunyai rencana untuk acara liburan ini, seperti berlibur di rumah saja atau pergi melancong, ke luar negeri atau mengunjungi objek-objek wisata dalam negeri. Beberapa hal harus dipersiapkan jika Sobat berencana untuk bepergian, misalnya saja barang-barang yang perlu dibawa, budget, termasuk juga persiapan kesehatan, yang salah satunya meliputi vaksinasi.

Kenapa vaksinasi penting?

Vaksinasi bagi para pelancong bertujuan untuk mencegah kemungkinan terinfeksinya penyakit-penyakit berbahaya yang terdapat pada negara atau kota tujuan. Selain itu, para pelancong yang telah terimunisasi tersebut juga memiliki kemungkinan lebih sedikit untuk menularkan penyakit yang potensial berbahaya kepada pelancong lain maupun penduduk lokal. Namun, para pelancong yang telah divaksinasi terhadap penyakit tertentu sebaiknya tetap tidak menganggap remeh penyakit tersebut. Walaupun ia telah divaksinasi, itu tidak berarti bahwa ia tidak memiliki resiko tertular penyakit tersebut sama sekali. Semua bentuk tindakan pencegahan tetap harus dilakukan, seperti menghindari makanan dan air yang tercemar.

Sebelum bepergian, pelancong sebaiknya mengetahui risiko penyakit di kota atau negara tujuannya serta bagaimana cara pencegahannya. Risiko mendapatkan penyakit bagi pelancong tergantung dari prevalensi suatu penyakit di daerah tujuan dan beberapa faktor lain seperti usia pelancong, status imunisasi dan kondisi kesehatan saat ini, jadwal perjalanan, lama waktu bepergian dan jenis perjalanan.

Tidak ada jadwal yang sama dalam memberikan vaksinasi bagi semua pelancong. Setiap jadwal disesuaikan dan bersifat individual tergantung dari riwayat imunisasi pelancong, negara yang dituju, jenis dan lama waktu melancong, serta waktu yang tersedia sebelum keberangkatan. Setelah divaksinasi, respon imun seseorang akan meningkat dan maksimal dalam periode waktu tertentu yang bervariasi sesuai vaksin tertentu, dosis yang diberikan, dan riwayat vaksinasi terhadap penyakit yang sama. Oleh sebab itu, pelancong sebaiknya berkonsultasi dengan dokter 4-8 minggu sebelum berangkat untuk mendapatkan jadwal imunisasi yang optimal.

Vaksin yang diberikan kepada pelancong mungkin bisa lebih dari satu jumlahnya dan beberapa macam. Secara umum vaksin yang bersifat inaktivasi tidak akan berinteraksi dengan vaksin jenis lain dan dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lain. Sedangkan, kebanyakan vaksin hidup dapat diberikan bersamaan, namun pada tempat injeksi yang berbeda. Jika dua vaksin injeksi yang mengandung virus hidup tidak diberikan pada hari yang sama, maka jarak antara injeksi pertama dan kedua harus berjarak minimal 4 minggu.

Vaksinasi bagi para pelancong meliputi beberapa kategori yaitu vaksinasi rutin, vaksinasi yang direkomendasikan, dan vaksinasi yang diperlukan. Vaksinasi rutin adalah vaksinasi yang sesuai dengan jadwal imunisasi rutin di negara tempat tinggal pelancong. Pelancong yang belum diimunisasi maupun belum lengkap jadwal imunisasinya sebaiknya diberikan vaksinasi rutin yang dianjurkan negara tempat tinggalnya sesuai jadwal imunisasi yang berlaku di negaranya tersebut. Vaksinasi rutin ini juga termasuk pemberian dosis booster untuk penyakit tertentu untuk mempertahankan tingkat imunitas yang efektif. Sementara itu, vaksinasi yang direkomendasikan untuk diberikan bertujuan untuk melindungi pelancong dari penyakit yang ada di negara tujuan dan mencegah penularan penyakit melewati batas negara. Jenis vaksinasi ini tergantung dari negara tujuan, musim ketika melancong, usia, status kesehatan, serta riwayat imunisasi sebelumnya. Dan vaksinasi yang diperlukan adalah vaksinasi yang diperlukan oleh International Health Regulations.

Kategori Vaksin
Vaksinasi rutin Difteri, tetanus, dan pertusis (DPT)Hepatitis B Haemophilus influenzae tipe b (Hib) Human papilloma virus Influenza Measles, mumps dan rubella (MMR) Penyakit pneumococcal Poliomyelitis Rotavirus Tuberkulosis Cacar/varicella
Vaksinasi yang direkomendasikan/digunakan secara selektif KoleraHepatitis A Japanese encephalitis Penyakit meningococcal Rabies Tick-borne encephalitis Demam tifoid Demam kuning
Vaksinasi yang diperlukan Demam kuning. Pasien yang telah divaksinasi akan mendapatkan serifikat vaksinasi internasional yang diperlukan untuk memasuki negara tertentu.Penyakit meningococcal dan polio (diperlukan oleh Saudi Arabia untuk peziarah yang mengunjungi Mekah dan Madinah setiap tahun (Haji) atau setiap saat (Umrah).

Siapa saja yang sebaiknya menerima vaksinasi?

  • Bayi dan anak-anak

Tidak semua vaksin dapat diberikan pada usia yang sangat muda, oleh sebab itu sangat penting untuk memastikan bahwa kelompuk usia ini terlindung dari bahaya seperti penyakit yang diperantarai makanan dan gigitan nyamuk. Beberapa vaksin dapat diberikan saat lahir seperti BCG, polio oral, hepatitis B. Vaksin terhadap penyakit Japanese encephalitis tidak dapat diberikan sebelum usia 6 bulan dan demam kuning sebelum usia 9 bulan. Selain itu, penting pula dipastikan bahwa anak mendapatkan vaksinasi rutin yang lengkap sesuai usianya. Anak yang akan bepergian ke luar negeri dengan status imunisasi rutin yang tidak lengkap berisiko mendapatkan penyakit yang sebenarnya bisa dicegah melalui vaksinasi.

  • Remaja dan dewasa muda

Remaja dan dewasa muda adalah kelompok terbesar yang sering melakukan perjalanan. Mereka juga merupakan kelompok yang sering mendapatkan penyakit menular seksual ataupun infeksi lain yang terkait kegiatan travelling. Risiko bertambah saat mereka bepergian dengan budget yang terbatas dan menggunakan akomodasi dibawah standar (misalnya sebagai backpacker), atau oleh karena pola hidup yang berisiko seperti perilaku seksual yang berisiko dan mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan. Hal ini menyebabkan kelompok ini sebaiknya mendapatkan vaksinasi yang sesuai sebelum bepergian serta tindak pencegahan lain untuk mencegah penularan penyakit infeksi.

  • Orang yang sering bepergian

Orang-orang yang sering bepergian, terutama lewat jalur udara, seringkali lupa memperhatikan kesehatan mereka. Oleh karena telah memiliki pengalaman sering bepergian tanpa adanya gangguan kesehatan, mereka mungkin mengabaikan pemeriksaan kesehatan termasuk vaksinasi adekuat yang dibutuhkan untuk melancong ke luar negeri.

  • Ibu hamil

Kehamilan seharusnya tidak menghalangi seorang wanita untuk menerima vaksin yang aman dan dapat melindungi kesehatannya maupun janinnya. Namun, harus diperhatikan untuk mencegah pemberian vaksin tertentu yang tidak diperlukan yang bisa membahayakan janin. Secara umum, vaksin mati atau inaktivasi seperti vaksin influenza, toksoid dan polisakarida bisa diberikan selama kehamilan, demikian juga dengan vaksin poliomyelitis oral. Vaksin hidup merupakan kontraindikasi dan sebaiknya dihindari selama kehamilan, seperti vaksin campak, mumps, rubella, cacar dan demam kuning. Namun, vaksinasi untuk melawan penyakit demam kuning ini dapat dipertimbangkan pada awal kehamilan dengan mempertimbangkan besarnya risiko.

  • Pelancong lanjut usia

Secara umum, vaksinasi untuk orang lanjut usia tidak berbeda dibandingkan vaksinasi untuk dewasa dengan usia lebih muda. Namun, perhatian khusus harus diberikan pada pelancong lanjut usia yang tidak memiliki status imunisasi yang lengkap dimasa lampau serta lanjut usia yang memiliki masalah kesehatan tertentu. Lanjut usia yang belum menerima imunisasi rutin pada saat kanak-kanak maupun booster pada usia tertentu rawan terpapar penyakit, seperti difteri, tetanus, poliomyelitis, dan infeksi lain yang terdapat pada negara tujuan. Jadi, pelancong lanjut usia yang belum divaksinasi harus mendapatkan vaksinasi terhadap penyakit difteri, tetanus, poliomyelitis, dan hepatitis B. Mereka yang belum memiliki kekebalan terhadap hepatitis A juga harus divaksinasi sebelum melakukan perjalanan ke negara berkembang. Orang lanjut usia juga berisiko mengalami penyakit influenza yang berat, sehingga vaksinasi ini secara teratur setiap tahun pun diperlukan. Vaksin polisakarida pneumococcal dapat dipertimbangkan bagi lanjut usia yang berisiko mendapatkan penyakit pneumococcal pneumonia setelah mengalami infeksi influenza.

  • Pelancong dengan masalah kesehatan kronis

Pelancong dengan masalah kesehatan kronis yang terkait gangguan imunitas seperti kanker, DM, infeksi HIV, dan menerima pengobatan dengan obat-obat imunosupresif berisiko mendapatkan komplikasi serius setelah dilakukan vaksinasi yang mengandung organisme hidup, sehingga mereka harus menghindari vaksin campak, poliomyelitis oral, cacar, demam kuning, dan BCG. Pada kunjungan ke negara dimana vaksinasi terhadap penyakit demam kuning dibutuhkan, surat keterangan medis harus disertakan.

Pelancong dengan masalah kardiovaskular dan/atau pernapasan kronik atau DM berisiko tinggi terkena influenza berat dan komplikasinya sehingga dianjurkan dilakukan vaksinasi tahunan secara teratur untuk penyakit ini.

Pelancong dengan gangguan fungsi limpa disarankan untuk mendapatkan vaksinasi tambahan seperti Hib, vaksin meningococcal, dan mungkin vaksin pneumococcal.

Jadi, lakukanlah persiapan liburan ini dengan sebaiknya termasuk juga persiapan mengenai kesehatan. Tentunya acara liburan ini ingin Sobat jadikan sebagai acara yang menyenangkan bukan?! Oleh sebab itu, bawalah badan yang fit saat bepergian dan jangan membawa “oleh-oleh” penyakit dari tempat berlibur saat kembali ke rumah. Selamat berlibur Sobat!

Sumber: Vaccine-preventable diseases and vaccines diunduh dari: Traveller Vaccination - International Health and Vaccination