Exercise Diabetes2

Diabetes

Diet dan olahraga merupakan cara untuk mencegah anda terkena berbagai macam penyakit, termasuk diabetes. Tapi apakah anda tahu, berapa lama olahraga yang efektif sehingga dapat mencegah diabetes?  Haruskah anda harus lari berkilometer-kilometer setiap harinya?

Pada saat seseorang menderita diabetes, beberapa organ tubuhnya menjadi ‘kebal’ terhadap insulin. Padahal, insulin berfungsi untuk mengangkut gula dari darah ke organ-organ tubuh untuk kemudian diolah menjadi energi. Kekebalan terhadap insulin ini seringkali ditemukan pada orang dengan berat badan berlebih, namun juga ada yang merupakan turunan atau genetik. Berolahraga meningkatkan pengambilan gula dari darah kepada organ otot. Olahraga membuat otot menjadi lebih sensitif terhadap insulin dengan meningkatkan aliran darah sehingga akan meningkatkan penggunaan glukosa sebagai sumber energi.

Execise Diabetes

The American College of Sports Medicine dan the American Diabetes Association juga mendukung fakta bahwa dengan berolahraga akan dapat membantu dalam mempertahankan kadar gula darah yang baik.

Sebuah penelitian di Massachusetts General Hospital juga menemukan bahwa tidak perlu lari marathon atau diet ekstrim sehingga kelaparan hanya untuk mengontrol gula darah. Olahraga seperti jalan cepat selama 30 menit sehari, 5 hari seminggu, sudahlah cukup untuk penderita diabetes atau mereka yang mau mencegah diabetes tipe 2. Menariknya, olahraga jalan cepat ini mampu menurunkan berat badan secara rerata 7.5 kilo, jika ditambah dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak sampai 25%.

Olahraga jalan cepat seperti yang disebutkan di atas bisa menurunkan resikonya. Tapi bagaimana dengan sensitivitas insulin? Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, diabetes terjadi karena penurunan produksi insulin atau penurunan sensitivitas insulin. Penelitian lain menemukan bahwa semakin banyak latihan fisik yang anda lakukan, semakin baik sensitivitas insulin anda. Bahkan, semakin banyak jumlah kalori yang anda bakar per menitnya melalui olahraga intensitas tinggi, memberikan dampak yang semakin signifikan juga terhadap resiko untuk mengidap diabetes.

Pemimpin penelitian ini, dr. Fransesca Amati, PhD, menerangkan bahwa semakin teratur olahraga yang kita lakukan, maka tubuh kita akan belajar untuk bisa semakin efektif dalam merespon insulin. Penelitian ini menyarankan agar tidak perlu memperpanjang waktu berolahraga, tetapi melakukan olahraga dengan lebih cerdas.

Bagaimana kita berolahraga dengan cerdas? Berikut ini tipsnya!

  1. Berjalanlah selama 60 detik, diikuti dengan 30 detik lari secepat-cepatnya, dan dilakukan selama 4 putaran. Dengan demikian, anda akan sudah berolahraga selama 6 menit.
  2. Tambahkan dengan 10 menit jalan cepat atau jogging.
  3. Apakah anda merasa program olahraga tersebut kurang menantang? Pendekkan waktu berjalan anda menjadi 30 atau bahkan 15 detik di sela-sela lari cepat anda, dan lakukan selama 10 putaran.

Nah, sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak berolahraga kan? Yuk mari bergerak sekarang dan lindungi masa depan Anda, bebas dari diabetes! Referensi:

  1. CBS News. Diet And Exercise Prevent Diabetes. February 11, 2009.
  2. Watkins D. Diabetes-Proof Your Body. Men’s Health. May 2, 2012.
  3. Sylow L. How can exercise prevent diabetes? Copenhagen School of Global Health. August 25, 2011.
  4. Roizman T. How Does Exercise Reduce the Risk of Diabetes? LIVESTRONG Foundation. October 21, 2013.
  5. Colberg SR, et al. Physical Activity Remains Key to Preventing and Managing Type 2 Diabetes Exercise and Type 2 Diabetes: the American College of Sports Medicine and the American Diabetes Association: joint position statement executive summary. Diabetes Care 33:2692–2696, 2010.