Satu hal yang menjadi kecemasan Ibu adalah bagaimana tetap memberikan ASI ekslusif sembari bekerja. ASIP-ASI Perah menjadi solusi menyusui saat Ibu bekerja. Ibu dapat menyimpan ASI yang sudah diperah untuk diberikan kepada bayi. Lalu bagaimana cara menyimpan ASI perah yang benar? Tempat penyimpanan seperti apa yang cocok untuk menyimpan ASI dan berapa lama ASI yang sudah disimpan dapat digunakan? Simak tips mengenai cara menyimpan ASI perah secara tepat berikut: [caption id="attachment_188703" align="alignnone" width="1004"]cara menyimpan asi Cara Menyimpan ASI Perah[/caption]   Simpanlah ASIP-ASI perah dalam wadah yang steril dan bersih. Jangan simpan ASI dalam keadaan penuh, berikan ruang 2,5cm dari bibir botol karena volume ASI akan meningkat saat beku - Jenis wadah untuk ASI Perah
  1. Botol kaca
  2. Plastik ASIP
  3. Botol plastik BPA Free
Tips: isi masing-masing wadah ASIP sesuai kebiasaan minum bayi (sekitar 60-120 ml) Tempat penyimpanan ASIP
Tempat Suhu Batas Waktu Konsumsi Keterangan
Meja Suhu ruangan (maksimal 25oC) 6-8 jam Wadah harus ditutup dan dijaga sedingin mungkin, bila perlu dibalut dengan handuk dingin
Cooler bag tertutup 15-4 oC 24 jam Pastikan es batu menyentuh wadah ASI sepanjang waktu, hindari membuka cooler bag
Lemari es 4 oC 5 hari Simpan ASI pada bagian belakang lemari es
Freezer dengan lemari es 1 pintu -15 oC 2 minggu Simpan ASI pada bagian belakang freezer di mana suhu berada dalam kondisi paling stabil. ASI yang disimpan lebih lama dari waktu yang dianjurkan tetap aman, tetapi kandungan lemak mulai terdegradasi sehingga kualitasnya menurun
Freezer dengan lemari es 2 pintu -18 oC 3-6 bulan
Freezer dengan pintu di atas -20 oC 6-12 bulan
  Tips menghangatkan ASI perah:
  1. Gunakan ASI yang paling lama disimpan
  2. ASI tidak harus dihangatkan, Ibu bisa memberikan ASI dalam keadaan dingin
  3. ASI beku: pindahkan wadah ASI ke lemari es selama 24 jam sebelum dihangatkan
  4. ASI dalam lemari es: dapat langsung dihangatkan
  5. Cara menghangatkan: rendam wadah ASI dalam bak berisi air hangat atau air dalam panci yang telah dipanaskan hingga botol asi hangat suam-suam kuku (37oC)
  • Jangan menghangatkan ASI dengan api kompor secara langsung
  • Jangan memanaskan ASI dalam microwave karena dapat merusak komponen ASI.
  • Jangan membekukan ulang ASI yang sudah dihangatkan

Simpanlah ASI dengan tepat agar ASI tetap berkualitas!

Masih ada pertanyaan seputar ASI dan menyusui? Tanyakan ke dokter TanyaDok

  Sumber:
  1. ANTARA-Kantor Berita Indonesia. 2015. Pentingnya Ruang Laktasi untuk Tingkatkan Produktivitas Ibu Bekerja. http://www.antara.net.id/index.php/2015/02/20/pentingnya-ruang-laktasi-untuk-tingkatkan-produktivitas-ibu-bekerja/id/
  2. IDAI. 2013. Sukses Menyusui Saat Bekerja. http://idai.or.id/public-articles/klinik/asi/sukses-menyusui-saat-bekerja-2.html
  3. IDAI. 2014. Penyimpanan ASI Perah. http://idai.or.id/public-articles/klinik/asi/penyimpanan-asi-perah.html
  4. Baby Center. 2014. How Can I Express Breastmilk by Hand. http://www.babycentre.co.uk/x552877/how-can-i-express-breastmilk-by-hand
  5. NHS Choices. Expressing and Storing Breast Milk. http://www.nhs.uk/Conditions/pregnancy-and-baby/pages/expressing-storing-breast-milk.aspx#close
  6. Suci, HK. Pompa ASI: Solusi Wanita Menyusui yang Bekerja. http://www.tanyadok.com/tekno/pompa-asi-solusi-wanita-menyusui-yang-bekerja