Kehamilan anda telah mencapai 9 bulan, perasaan mules yang semakin sakit dan semakin sering sudah anda rasakan, rasa ingin meneran pun sudah timbul. Tapi tahukah anda bagaimanakah cara meneran yang baik? Anda tentu ingin bisa melahirkan buah hati anda dengan sukses sampai selesai bukan? Sebelum itu semua terjadi, berikut tips-tips saat menjelang persalinan serta cara meneran yang baik: Kenali tanda persalinan!
  • Kontraksi semakin terasa sakit dan kuat.
  • Ibu merasakan ingin meneran bersamaan dgn terjadinya kontraksi.
  • Ibu merasakan makin meningkatnya tekanan pd anus dan/atau vaginanya, seperti mau buang air besar.
  • Ketuban pecah.
  1. Setibanya di rumah sakit, ikuti segala instruksi dokter dengan sesame.
  2. Posisi meneran yang tepat: berbaringlah yang tegak bersender dengan lutut berlipat dan kedua kaki dibuka (mengangkang). Lingkarkan masing-masing tangan ke masing-masing paha anda sehingga seperti memeluknya. Meneran juga dapat dilakukan dengan berbaring agak miring ke sebelah kiri ataupun kanan. Posisikanlah diri anda senyaman mungkin, jangan tegang.
  3. Barulah meneran apabila sudah merasakan kontraksi.
  4. Sebelum meneran, tarik napas panjang dengan mulut tertutup.
  5. Saat meneran, letakkan dagu diatas dada anda sampai anda dapat melihat perut anda.
  6. Meneranlah seperti anda ingin buang air besar.
  7. Jangan berteriak, karena hanya akan menghabiskan tenaga anda.
  8. Jangan angkat punggung, nantinya akan semakin cepat kelelahan.
  9. Jangan tahan napas anda pada saat meneran, tetapi buanglah seiringnya.
  10. Janganlah meneran jika tidak ada kontraksi, istirahatlah diantara kedua kontraksi.
  11. Jika anda sudah merasakan kepala bayi mulai keluar dari vagina anda (rasa terbakar pada vagina), janganlah meneran terlalu kencang. Hal ini untuk mencegah bayi keluar terlalu cepat sehingga menyebabkan robeknya vagina/perineum.
  12. Peluklah si bayi segera setelah kelahiran bayi.
  13. Tindakan menyusui dini sangat dianjurkan dalam 1 jam pertama setelah kelahiran, karena terbukti selain sehat untuk si bayi, juga dapat meningkatkan ikatan batin antara ibu dan anak.
  Referensi:
  1. Simpson KR. When and How to Push: Providing the Most Current Information About Second-Stage Labor to Women During Childbirth Education. J Perinat Educ. 2006 Fall; 15(4): 6-9.
  2. Weiss RE. Pushing in Labor: How you push your baby out. Pregnancy & Childbirth About.com