246587-vaccine-1315343249-263-640x480Berjuta umat manusia dari berbagai negara akan berkumpul di Mekah, Arab Saudi, untuk menunaikan salah satu rukun islam yaitu ibadah haji. Menurut Islam ibadah haji wajib dilakukan oleh orang muslim yang mampu, baik secara materi maupun secara fisik, sekali dalam hidupnya. Dalam ibadah ini umat muslim menapak tilas jejak Nabi Muhammad SAW dan mengikuti ritual keagamaannya. Tahun ini ibadah haji akan berlangsung pada tanggal 24-29 Oktober 2013 dan diperkirakan diikuti sebanyak tiga juta peserta yang berasal dari 180 negara.. Pada tahun 2010, terhitung sejumlah dua juta penduduk dunia pergi berhaji, termasuk 230.000 jemaah haji dari Indonesia. Sedangkan untuk jumlah jemaah umroh Indonesia lebih banyak, yaitu sekitar 500.000 karena umroh dapat dilaksanakan hampir sepanjang tahun kecuali pada musim haji. Kepadatan jemaah haji yang tinggi tentunya memudahkan terjadinya penularan penyakit, seperti meningitis (radang selaput otak), influenza dan penyakit pernapasan lainnya. Tahukah sahabat bahwa Arab Saudi adalah negara epidemis terjadinya penyakit meningkokus? Selain itu, jemaah haji yang datang ke Mekah sebagian besar berasal dari negara-negara Sub-Sahara Afrika yang merupakan daerah meningitis belt. Sempat terjadi kejadian luar biasa (KLB) pada tahun 1987 dan 2000 yang menimpa 99 jemaah haji Indonesia dan 40 di antaranya meninggal. Oleh karena itu kementerian kesehatan kerajaan Arab Saudi mewajibkan negara-negara yang akan mengirimkan jemaah haji untuk memberikan vaksinasi meningkokok sebagai syarat pokok pemberian visa haji dan umroh. Langkah ini terbukti cukup efektif yang tampak dari penurunan jumlah kasus meningokok pada tahun 1988 hingga hanya 2 kasus dan periode 1989-1991 tidak ditemukan kasus. Selain vaksin meningkokok, terdapat beberapa vaksin lain yang juga dianjurkan untuk jemaah haji atau yang ingin melancong ke Arab saudi. Berikut kami akan membahas singkat mengenai beberapa vaksinasi yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum berangkat ke Arab Saudi agar sahabat dapat terhindar dari berbagai macam penyakit di sana.   2Vaksinasi Meningokok Penyakit meningokok disebabkan oleh bakteri neisseria meningitidis dengan serogroup A,B,C, Y, W-135. Penyakit ini ditularkan melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi atau kontak langsung dengan cairan saluran pernapasan, kerongkongan atau ludah orang yang terinfeksi, misalnya melalui ciuman, minum dengan gelas atau botol yang sama. Vaksin meningokok yang dianjurkan pemerintah Arab Saudi adalah vaksin meningokok tetravalent, yaitu vaksin yang memberikan kekebalan terhadap empat serogroup (A/C/Y/W-135). Saat ini terdapat dua jenis vaksin meningokok yakni vaksin polisakarida dan vaksin konjugat. Sejak 2010 Indonesia telah menggunakan vaksin meningokok tetravalen konjugat karena memiliki kelebihan dalam memicu kekebalan dan dapat diberikan pada bayi di atas enam bulan. Cara pemberian vaksin adalah disuntik pada bahu atau bokong sebanyak satu kali dan diberikan minimal 10 hari sebelum berangkat ke Arab Saudi. Vaksin ini bertahan selama 2-3 tahun jadi jemaah yang sudah pernah divaksin sebelumnya (kurang dari 3 tahun) tidak perlu vaksinasi ulang.   Vaksin Influenza Influenza adalah penyakit infeksi saluran napas yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini sangat menular dan dapat mengakibatkan komplikasi serius terutama pada penderita yang mengalami kekebalan tubuh menurun. Influenza adalah penyakit yang sangat menular dan seringkali menyebabkan kejadian luar biasa (KLB), baik berupa epidemi maupun pandemi. Vaksin influenza sangat efektif mencegah infeksi virus influenza dan timbulnya komplikasi serius. Pada seorang dewasa sehat, vaksin ini dapat mencegah 70-90% penularan penyakit spesifik influenza. Pada orang tua, vaksin mengurangi sampai 80% terjadinya penyakit yang berat dan 80% kematian. Adapun anjuran untuk vaksinasi influenza ditujukkan untuk:
  • Anak usia di atas 6 bulan
  • Dewasa usia di atas 50 tahun
  • Penderita penyakit kronis, seperti penyakit jantung, paru kronis, diabetes, dsb
  • Ibu hamil trimester 2 atau 3
Saat ini terdapat dua jenis vaksin, yaitu vaksin inaktif dan vaksin hidup yang dilemahkan. Vaksin yang diberikan kepada jemaah haji adalah vaksin inaktif yang diberikan melalui penyuntikkan di bahu sebanyak 1 kali. Pembentukan kekebalan akan terjadi setelah 2 minggu dan bertahan selama 1 tahun.   Abdullah al-RabeeahVaksin Pneumokok Penyakit Pneumokok disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae yang memiliki lebih dari 90 serotipe. Penularan penyakit ini terjadi melalui batuk, bersin dan kemudian udara yang mengandung bakteri tersebut terhirup oleh manusia lain atau dapat juga melalui kontak dekat dengan jarak kurang dari 2 meter. Vaksin pneumokok memiliki efektifitas sebesar 80% untuk menimbulkan kekebalan yang akan timbul 10-14 hari setelah vaksinasi dan bertahan selama 5 tahun. Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan kepada seorang yang berusia lebih dari 65 tahun, atau berusia 19-64 tahun namun memiliki penyakit menahun seperti penyakit jantung, paru kronis, diabetes, dsb. Cara pemberian vaksin ini adalah melalui penyuntikkan di bahu. Vaksin ini dapat diberikan bersamaan dengan vaksin influenza dan letak penyuntikkan boleh tumpang tindih.   Vaksin Yellow Fever Yellow Fever merupakan penyakit infeksi virus yang endemis di daerah tropik Afrika dan Amerika Selatan. WHO memperkirakan 200.000 orang terjangkit penyakit ini tiap tahunnya. Yellow Fever disebabkan oleh Flavivirus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegepti dan Haemogogus .sp. Indonesia merupakan negara daerah tropik dengan vektor nyamuk yang sama. Oleh karena itu, Indonesia memiliki risiko tinggi untuk terjadinya KLB yellow fever. Vaksin Yellow Fever diberikan kepada semua individu yang berumur lebih dari 9 bulan yang tinggal atau bepergian ke daerah endemis. Vaksin diberikan melalui penyuntikkan pada bahu sebanyak 1 kali dan akan memberikan perlindungan selama 10 tahun. Pemberian vaksinasi pada jemaah haji dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten/kota. Pencatatan setelah pemberian vaksinasi dilakukan pada kartu International Certificate of Vaccination (ICV) yang ditandatangani dokter yang ditunjuk oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau dokter yang ditunjuk oleh Kepala Embarkasi kemudian diberi stempel,  “Port Health Authority.” Upaya vaksinasi sebelum berangkat ke Arab Saudi tentunya bertujuan untuk mencegah sahabat terkena penyakit, namun harus dibarengi juga dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan sebelum makan, menjaga higienitas makanan, serta beristirahat yang cukup. Semoga perjalanan sahabat ke tanah suci dapat berjalan dengan lancar dan tanpa halangan.   Sumber:
  • Ahmed, Qanta A, et al. Health risks at Hajj [internet] diunduh pada tanggal 20 Agustus 2013 dari: http://www.researchgate.net/publication/7215612_Health_risks_at_the_Hajj/file/9fcfd50f706b8052ff.pdf
  • Al Tawfiq, JA, et al. The Hajj: Updated Health Hazard and Current Recommendations for 2012 [internet] diunduh pada tanggal 20 Agustus 2013 dari: http://www.eurosurveillance.org/ViewArticle.aspx?ArticleId=20295
  • Koesno, Sukamto et al. Vaksinasi untuk Jemaah Umroh dan Haji. Pedoman Imunisasi pada Orang Dewasa. Jakarta: Badan Penerbit FKUI;2012. 320-326
  • Rengganis, Inis et al. Vaksinasi yang Dianjurkan pada Orang Dewasa: Meningokok. Pedoman Imunisasi pada Orang Dewasa. Jakarta: Badan Penerbit FKUI;2012. 177-188
  • Djauzi, Samsurizal et al. Vaksinasi yang Dianjurkan pada Orang Dewasa: Influenza. Pedoman Imunisasi pada Orang Dewasa. Jakarta: Badan Penerbit FKUI;2012. 123-141
  • ZN Uyainah, Anna et al Vaksinasi yang Dianjurkan pada Orang Dewasa: Pneumokok. Pedoman Imunisasi pada Orang Dewasa. Jakarta: Badan Penerbit FKUI;2012 142-150
  • Koesno, Sukamto et al. yang Dianjurkan pada Orang Dewasa: Yellow Fever. Pedoman Imunisasi pada Orang Dewasa. Jakarta: Badan Penerbit FKUI;2012. 212-217