Ibu dengan baby blues memiliki syndrom tanda-tanda, antara lain: mood yang menurun, merasa lelah fisik dan mental, merasa khawatir, sering menangis, mudah tersinggung, dan dapat juga mengalami gangguan tidur. Jika mengalami tanda-tanda tersebut, ibu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasinya agar tidak berkelanjutan. Selain itu, sebuah penelitian telah dilakukan untuk membandingkan perilaku ibu dengan baby blues syndrome dengan ibu yang tidak mengalami hal tersebut. Ternyata, ibu yang mengalami baby blues cenderung memperlihatkan perilaku yang berlebihan dalam hal kebersihan anak. Selain itu, para ibu tersebut juga lebih jarang memberikan sentuhan, maupun respon terhadap perilaku anak. Pada penelitian tersebut juga disimpulkan bahwa ibu dengan baby blues syndrome memperlihatkan perilaku yang tidak positif dan negatif saat pemberian makan. Hal ini tentunya akan memberikan dampak bagi anak dalam pembentukan hubungan antara ibu dan anak. Pada penelitian tersebut juga dilaporkan bahwa anak dengan ibu yang mengalami baby blues syndrome lebih memiliki masalah dalam makan dibandingkan dengan anak dengan ibu yang tidak mengalami gangguan makan. Oleh karena itu, baby blues syndrome ini dapat dicegah dengan para ibu mempersiapkan mental sebelum memutuskan untuk hamil dan juga pada akhir kehamilan, sebelum melahirkan. Dengan mempersiapkan mental, diharapkan kecemasan dan kekhawatiran akan dapat diatasi para ibu. Ibu juga disarankan untuk banyak berkonsultasi dengan dokter jika mulai merasa khawatir yang berlebihan. Sumber: Koshchavtsev, AG., Mul’tanovskaya, VN, Lorer, VV. Baby Blues Syndrome as an Adaptation Disorder in the Early Stages of Formation of the Mother-Child System. Neuroscience and Behavioral Physiology 2008; Vol. 38 (4). http://www.parenting.com/article/do-you-have-postpartum-mood-disorder?page=0,1