payday advance loanscom/wp-content/uploads/2012/10/babyblues-i_telegraph_co_uk1-400x250.jpg" alt="" width="400" height="250" />Pada umumnya, kelahiran seorang anak merupakan hal yang membahagiakan untuk orang tua. Namun, pada beberapa kondisi, kelahiran seorang anak dapat menjadi masalah, terutama bagi para ibu. Telah dilaporkan beberapa gangguan yang dapat dialami ibu, termasuk gangguan mental. Setelah melahirkan, seorang ibu dapat mengalami depresi (postnatal depression). Postnatal depression ini seringkali juga disebut-sebut sebagai baby blues syndrome, meskipun terkadang para ahli memisahkan kedua gangguan tersebut. Seringkali, baby blues syndrome ini dialami oleh para ibu yang merasa belum siap untuk mempunyai anak. Baby blues syndrome adalah suatu gangguan adaptasi yang dialami seorang ibu dalam pembentukan hubungan ibu dan anak, setelah kelahiran anaknya. Biasanya, sindrom ini mulai muncul pada hari ke-3 sampai 6 pertama setelah melahirkan dan dapat berlangsung hingga minggu ke-6. Penyebab dari sindrom ini belum jelas. Namun, hal ini diduga disebabkan oleh adanya perubahan hormonal, kimia, dan emosional pada ibu. Penurunan hormone estrogen dan progesterone secara drastis yang terjadi setelah melahirkan akan berinteraksi dengan zat kimia dalam otak, yaitu serotonin yang mempengaruhi mood ibu. Secara emosi, ibu mempunyai rasa khawatir dan kecemasan dalam merawat anak yang terkadang berlebihan, sehingga menimbulkan disfungsi dan muncul sebagai baby blues syndrome.