Hari ini bukan hari yang baik bagi Jose, 24 tahun, seorang staf akuntan di sebuah perusahaan swasta. Pekerjaannya kian menumpuk dan sang lini mati (dead line) sudah di depan mata. Desakan dari departemen lain untuk menyelesaikan pekerjaannya, membuat konsentrasi Jose semakin buyar. Namun sejak itu, Jose merasa sakit pada pinggang bawahnya, mungkin saja Nyeri Punggung Bawah. Namun setelah ia bertandang ke dokter, ternyata tidak ada yang buruk pada raganya. Apa yang terjadi pada Jose? image Mungkin saja apa yang dirasakan oleh Jose adalah akibat dari stres kerjanya. Mungkin kini Anda mengernyitkan kening. Stres membuat penyakit nyeri pinggang bawah? Walaupun tidak sepenuhnya tepat, namun benar stres dapat menyebabkan seseorang merasa sakit dan sakit yang sesungguhya. prosehat harbolnas 1Institut Nasional Kedokteran dan Kesehatan Kerja Amerika Serikat mengartikan stres kerja sebagai tanggapan emosional dan fisik yang berbahaya yang timbul bila apa yang terjadi pada lingkungan kerja tidak memadai terhadap kemampuan, sumber, dan kebutuhan pekerja. Di Masa Kini.... Semakin modern masa kita, semakin seseorang dituntut bekerja lebih banyak, efisien, dan efektif. Walaupun mungkin dalam hal beban fisik sudah dapat dipermudahkan oleh pertolongan mesin, tetapi tidak dengan beban pikiran yang kian hari kian membumbung. Di Negeri Paman Sam dan Eropa, stres kerja adalah gangguan utama yang terjadi pada tenaga kerja. Menurut Royal College of Psychiatrists, 1 dari 5 wanita dan 1 dari 10 pria merasakan depresi saat kerja. Lanjutnya, 3 dari 10 pekerja tiap tahunnya memiliki keluhan kejiwaan. Kenali Pemicu Stres Sang pemicu stres akan kita sebut sebagai stresor. Ada beberapa jenis stresor. Coba kita telaah satu per satu:
  1. Kebutuhan Waktu, Jadwal Kerja, dan Pacu Kerja. Menurut penelitian, waktu kerja yang terlalu lama dan shift kerja yang acak-acakan dapat menyebabkan stres. Misalnya seorang petugas keamanan yang memiliki shift bergantian siang-malam. Hal ini akan menganggu jam kerja tubuh, jadi tubuh pun bingung dan kerjanya tidak optimal. Para ahli juga memaparkan penggunaan mesin yang jelas akan mengatur pacu kerja manusia (seperti buruh pabrik), juga akan menyebabkan stres. Hal ini disebabkan pekerja merasa sangat dituntut untuk menyesuaikan dirinya terhadap kerja mesin dan pekerjaan ini monoton dan terus diulang-ulang.
  2. Struktur Pekerjaan. Setiap pekerjaan memiliki modelnya masing-masing, Yang buruk dan penyebab stres, adalah pekerjaan yang terlalu banyak hal yang mesti dilakukan (too much to-do), tekanan waktu, lini mati (deadline), berulang, terlalu cepat ritmenya, dan mengekang kreativitas pekerja.
  3. Kondisi Fisik. Kali ini lingkungan yang jadi biang keladinya. Bayangkan kita sedang bekerja di tempat yang kurang cahaya (kecuali kalau memang perlu, seperti ruang cuci foto), bising, ruangan yang sempit dan kotor, serta terlalu ramai. Pekerjaan yang seperti ini misalnya pada polisi di jalan raya.
  4. Organisasi. Peran pekerja, struktur organisasi, dan hubungan per personal dapat menjadi stresor di organisasi. Pekerja yang bekerja tanpa deskripsi kerja yang jelas akan menurunkan kepuasan kerjanya dan merasa tertekan. Apalagi kalau sudah dibumbui dengan kompetisi dengan rekan sekerja dalam rangka promosi jabatan. Hmm, hati-hati stres menghantui Anda!
  5. Di Luar Lingkungan Kerja. Pasangan hidup yang selalu menuntut gaji lebih tinggi, keluarga yang mencemooh pekerjaan, tentu berperan juga menjadikan stres dalam diri pekerja.
Gejala! Untuk memudahkan Anda memahami, cobalah tengok beberapa gejala yang dapat timbul pada stres kerja:
  1. merasa sedih, dirundung duka
  2. cemas yang berlebihan
  3. sulit tidur
  4. nafsu makan berkurang, badan mengurus
  5. merasa kelelahan dan kurang semangat
  6. kurang tertarik pada aktivitas biasa
  7. konsentrasi yang buruk
  8. merasa tidak berdaya, putus asa
Inilah Yang Terjadi Stres ini bisa mempengaruhi 3 hal, yaitu tubuh kita, mental, dan perilaku. Tubuh kita dapat bereaksi terhadap keadaan stres. Stres dapat mengubah antibodi (yang bertanggung jawab atas kekebalan tubuh). Para peneliti mengatakan stres berpotensi menyebabkan penyakit jantung. Beberapa penelitian juga mengaitkannya dengan masalah otot, terutama otot-otot tangan pada pekerja kantoran yang sering menggunakan keyboard komputer. Rasa cemas, depresi, dan ketidakpuasan pada pekerjaan adalah masalah mental yang dapat timbul. Pada sisi perilaku, contohnya adakah peningkatan konsumsi kafein, merokok, kesulitan tidur, dan menjadi malas bekerja. Berusaha Kembali Bersemangat Usaha paling mudah adalah berbagi uneg-uneg dengan orang lain (keluarga, teman dekat). Seseorang akan merasa lebih plong ketika sudah berbagi dengan orang lain. Bila Anda perlu bantuan medis, dapat menemui dokter kedokteran jiwa (bergelar Sp.KJ). Bersama mereka, Anda akan dibantu untuk mencari akar masalah dari stres Anda. Ketika masalah itu ditemukan dan diperbaiki, tentunya stres akan berangsur berkurang. Ada satu hal pula yang perlu dilakukan. Katakanlah pada supervisor Anda mengenai keadaan yang tidak memadai saat bekerja. Perusahaan memiliki tanggung jawab dalam menyelenggarakan kondisi kerja yang kondusif bagi para pekerja. Jadi, mengapa harus takut untuk menyampaikannya? Itu adalah hak Anda! Referensi 1) Levy, Barry S. Occupational Health, Recognizing and Preventing Work-Related Disease and Injury. 2000. Lippincott Williams and Wilkins: Philadelphia. 2) Wiraharja, Regina Satya. Kedokteran Kerja. 2008. Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat: Fakultas Kedokteran UNIKA Atma Jaya Jakarta. 3) http://blog.penelopetrunk.com/2006/09/08/how-to-deal-with-depression-at-work/ 4) http://career-advice.monster.com/workers-with-disabilities/workers-with-disabilities/Depression-at-Work/home.aspx 5) http://www.healthyplace.com/Communities/depression/related/work.asp 6) http://www.rcpsych.ac.uk/mentalhealthinformation/mentalhealthproblems/depression/depressionintheworkplace.aspx