Untuk sebagian besar wanita, judul di atas pasti bisa menimbulkan rasa rendah diri dan akhirnya mengakibatkan hilangnya rasa percaya diri. Mata yang berkantong umumnya dapat kita lihat pada orang yang sudah tua, biasanya yang sudah berusia lebih dari 50 tahun, dan dapat mengenai laki-laki ataupun wanita. Mata yang berkantong biasanya berasal dari kelopak mata yang sudah berkurang elastisitasnya. Memang tak bisa disangkal lagi, selain melindungi bola mata, kelopak mata juga berfungsi sebagai estetik/keindahan. Sehingga tak heran, saat kelopak mata menghitam, menggembung, dan mengendur, banyak yang tidak percaya diri dan mencoba menutupi kelopak mata tersebut dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan komestik, krim mata, bahkan sampai melakukan operasi. Kapan dikatakan mata sudah berkantong?
  • Seseorang dikatakan memiliki mata proporsional apabila proporsi matanya normal terhadap muka, yakni memiliki lebar kelopak sama dengan lebar hidung. Artinya, apabila lebar kelopak lebih lebar daripada hidung, maka itu salah satu ciri mata Anda kurang proporsional.
  • Seseorang dikatakan memiliki mata proporsional apabila tinggi kelopak mata terlihat normal. Artinya, tepi kelopak atas menutupi hitam mata bagian atas kira-kira 2 mm. Selain itu, tepi kelopak bawah tepat pada bagian bawah hitam mata. Lebih dari itu, dapat dikatakan bahwa mata Anda sudah mulai berkantong.
  • Kulit kelopak menutupi tepi kelopak atau longgar. Kelopak bawah menggelembung atau tampak seperti bengkak. Tepi kelopak bawah pun terlihat terlalu longgar.
Apa yang menyebabkan mata bisa berkantong?
  1. Kulit kelopak mata yang mengendur dan menggembung biasanya terjadi seiring dengan pertambahan usia atau proses penuaan. Dr. Ratna Doemilah, SpM mengatakan "Kekenduran begini terjadi pada kelopak mata atas dan paling banyak mulai terjadi setelah usia 30-an.". Kekenduran kelopak mata tersebut mengakibatkan elastisitasnya terganggu. Hal itu disebabkan oleh kulit yang berlebih, jaringan kolagen penyangga kulit mata mulai menipis, dan ototnya juga mengalami kekenduran. Kondisi tersebut dikenal dengan dermatochalasis atau cutis laxa.
  2. Kelopak mata bawah yang menggembung atau yang biasa disebut kantong kelopak mata (baggy eyelids) bisa disebabkan kelemahan jaringan ikat penyangga atau pelindung bola mata. Jika remaja yang mengalaminya, yaitu pada usia 12-31 tahun, maka adanya kantong mata terjadi karena pembesaran otot kelopak mata (orbicularis hypertrophy). Ini tergolong proses yang wajar. Biasanya keadaan tersebut disebabkan oleh gravitasi, hilangnya jaringan elastis pada kulit, dan melemahnya jaringan penghubung pada kelopak mata sehingga jaringan mata menjadi kendur dan terlihat berlebih.
  3. Kendurnya otot yang menahan kelopak mata dapat menyebabkan kelopak mata semakin turun. Kondisi itu disebut dengan ptosis. Biasanya hal tersebut terlihat pada kelopak mata bagian atas, tapi dapat juga terlihat di bagian bawah, yaitu pada kantong mata.
  4. Adanya cairan misalnya sehabis menangis atau terlalu lama bergadang.
  5. Adanya timbunan lemak yang berlebihan di bawah mata.
  6. Gaya hidup, misalnya kurang tidur ataupun kecapaian.
Apa efek dari mata yang berkantong?
  • Bila kulit kelopak mata semakin kendur, maka semakin besar pula risiko fungsi penglihatan terganggu. Hal ini dikarenakan kecepatan membuka dan menutup kelopak mata tak secepat ketika elastisitas kelopak mata masih kuat.
  • Pada kasus dimana adanya kantong kelopak mata yang disebabkan oleh lemak orbita yang menonjol di bawah kulit kelopak mata, biasanya sering diikuti prolaps atau penonjolan lemak di sekitar mata sehingga mata terlihat lelah dan membuat orang lain menjadi tidak enak untuk memandangnya.
  • Selain itu, dapat membuat rendah diri dan hilangnya rasa percaya diri. Keadaan ini sering dirasakan oleh para wanita, terutama yang sering bertemu orang-orang.
Terapi apa yang dapat dilakukan?
  • Kompres dengan tea bag atau kantung teh. Cara: mata yang berkantong dikompres dengan teh celup yang sudah dibasahi dan disimpan dalam kulkas minimal 1 jam. Dapat digunakan teh hitam atau teh hijau.
  • Kompres dengan irisan ketimun atau strawberry yang sudah dibekukan dalam freezer. Cara: Lakukan pengompresan saat hendak dan bangun tidur. Anda bisa meletakkan mentimun dan strawberry langsung pada seluruh bagian mata yang terpejam selama kurang lebih 15-20 menit.
  • Kompres dengan air dingin.
  • Rutin mengoleskan eye cream pada malam hari. Eye cream tersebut membuat kulit tampak lebih halus sehingga dapat menutupi kantong kelopak mata tersebut. Akan tetapi, tetap saja kantong kelopak mata tidak menghilang. Cara: Aplikasikan dengan cara memijat bagian bawah mata ke arah luar untuk mengurangi cairan yang terkumpul. Jangan lupa untuk menyimpan krim mata di dalam kulkas. Suhu dingin dapat menyegarkan mata Anda.
  • Upayakan tidur dan istirahat yang cukup agar kulit kembali segar.
  • Konsumsi makanan yang bergizi.
  • Jika sudah sangat berat atau kulit sudah terlalu kendur, maka harus dilakukan operasi. Operasi biasanya hanya berlangsung 15 menit dan tanpa meninggalkan bengkak sedikitpun pasca operasi atau dengan sinar laser, setelah lemak dikeluarkan. Operasi untuk mengatasi masalah kelopak mata ini disebut blepharoplasty.
  • Teknik paling mutakhir adalah dengan mendistribusikan lemak kembali ke tempat yang dituju melalui pengirisan batas rambut bulu mata bagian bawah, atau alternatif lain adalah dengan melakukan pengirisan di dalam kelopak mata bagian bawah. Cara yang terakhir ini tidak meninggalkan bekas yang dapat terlihat pada wajah. Menurut Henry Kawamoto, seorang ahli bedah plastik asal Los Angeles, jenis operasi ini bahkan bisa menghilangkan lingkaran hitam dibawah mata walaupun tidak bisa total.
Sumber: Ilyas, Sidarta dan Ramatjandra. 1988. Penyakit Mata, Ringkasan dan Istilah. Jakarta: Temprint. Vaughan, D. dan T. Asbury. 1980. General Ophthalmology 9th Ed. Canada: Lange Medical. www.cuddlesome.wordpress.com www.cyberwoman.cbn.net.id www.dechacare.com www.emedicine.com www.fitri.ppkia.ac.id www.klikpdpi.com www.laserbeautycentre.com www.puffyeyes.com www.suaramerdeka.com