Demensia merupakan beberapa penyakit yang mempengaruhi memori, kemampuan berpikir, dan perilaku yang seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala yang paling menonjol adalah hilang ingatan atau bahasa awamnya sering lupa. Lansia seringkali mengalami demensia, terutama pada beberapa penyakit seperti Parkinson dan Alzheimer. Lalu, siapa yang menyangka kalau demensia dapat berhubungan dengan asma? Asma adalah gangguan napas kronis yang ditandai dengan penurunan fungsi paru dengan beberapa gejala seperti batuk, sesak napas, timbul suara mengi saat bernapas dan sangat mengganggu penderitanya bila tidak ditangani secepatnya. Sebuah penelitian melaporkan bahwa penderita asma yang berusia lebih dari 45 tahun berisiko terkena demensia sebesar 2,17 kali lebih tinggi dibandingkan orang normal. Penelitian lainnya menyebutkan penderita asma yang berusia lebih dari 20 tahun berisiko mengalami demensia 1,27 lebih tinggi. Sebuah teori menghubungkan antara asma dan demensia. Pada kondisi asma, paru-paru kekurangan oksigen diikuti dengan adanya produksi zat kimia yang abnormal pada otak yang meningkatkan risiko terjadinya demensia. Selain itu, penggunaan steroid pada pengobatan asma mempercepat penyusutan otak, sehingga menyebabkan demensia. Referensi: 1. Anderson P. Adult asthma linked to higher dementia risk. 2014. [Internet]. Available at: https://www.medscape.com/viewarticle/834151 (22.10.19) 2. Kim SY, Min C, Jun Oh D, Choi HG. Risk of neurodegenerative dementia in asthma patients: a nested case–control study using a national sample cohort. BMJ Open.2019;9:e030227. 3. Dodd JW. Lung disease as a determinant of cognitive decline and dementia. Alzheimer's Research & Therapy. 2015;7:32.