Berawal dari tweet series #TentangGula. Tanyadok beserta beberapa komunitas akhirnya berkumpul bersama dalam #KopdarGula untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan konsumsi gula harian. Dalam diskusi santai #KopdarGula tersebut ditemukan bahwa tidak banyak masyarakat yang tahu bahwa sebenarnya ada anjuran mengenai banyaknya gula yang dikonsumsi setiap harinya. Namun setelah diberitahu mengenai anjuran konsumsi gula harian menurut menteri kesehatan Indonesia adalah 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan per hari, barulah anggota diskusi tertarik untuk mencari tahu kandungan gula dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Sayangnya di Indonesia belum ada direktori online atau pun kalkulator otomatis yang bisa diakses oleh siapa pun untuk menghitung kandungan gizi (khususnya gula) yang terkandung dalam makanan dan minuman sehari-hari. Hal ini yang mendorong TanyaDok dan beberapa komunitas yang ikut dalam #KopdarGula untuk mengadakan #TanyaGula. Dengan harapan bisa mulai mengumpulkan data mengenai kandungan gula pada makanan dan minuman yang ada di Indonesia. Setelah berlangsung kurang lebih satu minggu, terkumpul hampir 400 percakapan dengan tagar #TanyaGula. Berikut beberapa kesimpulan awal yang bisa diambil dari obrolan #TanyaGula:
  • 136: Jumlah Akun yang berpartisipasi, 31% diantaranya Laki-laki dan 69% lainnya perempuan
  • Urutan waktu obrolan #TanyaGula: 19% sekitar pukul 16:00, 17% sekitar pukul 14:00, 9% sekitar pukul 17:00, 8% sekitar pukul 15:00
  • Dengan mengeluarkan Tweet-Tweet jawaban dan ajakan dari tanyadok dan komunitas yang ikut dalam #KopdarGula, ditemukan bahwa Tweet-Tweet #TanyaGula diisi oleh:
    1. 32% Pertanyaan Mengenai Kandungan Gula pada Minuman
    2. 24% Pertanyaan Mengenai Kandungan Gula pada Cemilan
    3. 16% Pertanyaan Umum Mengenai Konsumsi Gula Harian
    4. 8% Pertanyaan Mengenai Kandungan Gula pada Buah-Buahan
    5. 6% Laporan Mengenai Kandungan Gula pada Makanan dan Minuman
Dari data yang ada, dapat ditarik kesimpulan bahwa penyumbang asupan gula harian terbesar adalah dari minuman dan cemilan. Hal ini dapat dilihat dari besarnya persentase percakapan mengenai kandungan gula pada minuman dan cemilan selama periode pengambilan data. Selain itu dapat dilihat juga bahwa jumlah laporan kandungan gula pada makanan dan minuman yang dikonsumsi masih sangat sedikit. Padahal jika kita lihat secara detail dalam daftar percakapan yang masuk banyak sekali pertanyaan mengenai kandungan gula pada makanan, minuman maupun cemilan kemasan yang sebenarnya dapat dilihat pada informasi gizi yang tertera di kemasan-kemasan. Ada beberapa langkah untuk untuk mengetahui kadar gula dari membaca label nutrisi/gizi pada setiap kemasan makanan/minuman yang Anda konsumsi.
  • Ketika kita membaca label informasi nutrisi( biasa terdapat dibelakang atau disamping kemasan), mulailah dengan membaca daftar komposisi makanan. Perhatikan apakah makanan mengandung gandum, soya dan oats. Lemak tak jenuh seperti pada buah zaitun, canola atau minyak kacang adalah baik untuk kesehatan
  • Perhatikanlah “Jumlah sajian dalam kemasan”(total amount per serving), didalam satu kemasan makanan ( bungkus atau kotak) biasanya memiliki lebih dari satu sajian. Jumlah sajian per kemasan menunjukkan jumlah takaran saji yang terdapat dalam satu kemasan makanan. Setiap label informasi nilai gizi menunjukkan kandungan nutrisi untuk satu sajian, bukan kemasan. Perlu kita perhatikan seberapa besar isi kandungan nutrisi makanan kemasan dan bandingkanlah dengan berapa jumlah yang kita makan.
  • Di bagian „Total Karbohidrat“ biasanya tertera secara jelas jumlah gula dalam satuan gram serta jumlah serat yang penting untuk kesehatan kita. Perhatikan kadar karbohidrat yang terkandung dalam makanan tidak hanya gula. Jangan lupa membaca berapa gram total karbohidrat, dimana terdapat keterangan jumlah kadar gula, karbohidrat kompleks dan serat.
  • Ketika telah mengetahui jumlah gram gula dalam satu kemasan makanan ataupun minuman yang Anda konsumsi, jangan lupa untuk mengingat anjuran asupan gula harian yaitu hanya sebanyak 50 gram perharinya!
  • Jika kita ingin mengkalkulasikan jumlah gula dalam suatu label makanan, penting untuk mengingat bahwa banyak bahan makanan yang sudah mengandung gula alamiah yang terkandung didalamnya misalnya pada produk susu, buah, sayur, kacang dsb.
  • Buah biasanya terdiri atas gula dalam bentuk fruktose, misalnya pada satu kemasan sup tomat akan mengandung 10 gram per porsinya dan separuh dari jumlah gula berasal dari gula alami yang terkandung dalam tomat dan gula tambahan merupakan gula yang berasal dari pabrik yang mengemas makanan.
Tips untuk mengatur dan menghindari konsumsi gula berlebih sehingga kita juga terhindar dari dampak negatif dari gula itu sendiri adalah, selain sudah mengetahui cara membaca tabel nutrisi dan menakar gram gula dalam tiap makanan dan minuman yang kita konsumsi, hal ini juga harus dikombinasikan dengan pengetahuan anjuran konsumsi gula harian bagi kita. Menurut saran dari Kemenkes RI disarankan adalah 50 gram atau setara 4 sendok makan. Sedangkan badan Kesehatan Dunia atau WHO malah menyarankan batas yang lebih rendah, yaitu 25 gram atau 2 sendok makan dalam sehari. Kita sudah mengetahui dampak negatif dari konsumsi gula berlebih selain menyebabkan kencing manis, obesitas atau kegemukan, adiksi, meningkatkan risiko jantung serta dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Kadar gula berlebih dalam tubuh disinyalir dapat meningkatkan pertumbuhan sel abnormal akibat perangsangan insulin serta gula sebagai bahan baku pertumbuhan sel kanker itu sendiri. Untuk menghindari dampak mengerikan dari konsumsi gula berlebih, ada baiknya kita melakukan upaya pencegahan dan perubahan pola hidup dan pola makan kita. Adapun upaya yang bisa kita lakukan sehubungan dengan pencegahan dampak negatif konsumsi gula berlebih
  • Kurangi konsumsi makanan/minuman yang mengandung gula dalam jumlah besar serta pemanis buatan.
  • Melakukan olahraga/aktivitas fisik secara rutin. Gula yang dikonsumsi bila berlebihan akan ditimbun sebagai lemak tubuh dan cegah kegemukan dengan membakar nya disetiap aktivitas aktif yang kita lakukan.
  • Konsumsilah omega 3 dan sumber lemak yang baik bagi kesehatan, yang terdapat dalam alpukat, putih telur, serta ikan.
  • Konsumsi air mineral dalam jumlah yang cukup bermanfaat untuk menetralkan makanan/minuman manis yang dikonsumsi.
  • Dianjurkan pula untuk mengonsumsi makanan yang telah difermentasi untuk membantu proses pencernaan dan menetralkan racun dalam tubuh, serta menjaga fungsi hati.
Referensi :
  1. Media K. Batasan Aman Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak - Kompas.com [Internet]. Health.kompas.com. 2017 [cited 21 March 2017]. Available from: http://health.kompas.com/read/2015/02/06/111000623/Batasan.Aman.Konsumsi.Gula.Garam.dan.Lemak
  2. Corliss J. Eating too much added sugar increases the risk of dying with heart disease - Harvard Health Blog [Internet]. Harvard Health Blog. 2017 [cited 21 March 2017]. Available from: http://www.health.harvard.edu/blog/eating-too-much-added-sugar-increases-the-risk-of-dying-with-heart-disease-201402067021
  3. Reading food labels for sugar content | Elsa Jones Nutritionist [Internet]. Elsajonesnutrition.ie. 2017 [cited 18 April 2017]. Available from: http://www.elsajonesnutrition.ie/index.php/sugar-savvy-how-to-interpret-food-labels/
  4. Reading food labels: Tips if you have diabetes - Mayo Clinic [Internet]. Mayo Clinic. 2017 [cited 18 April 2017]. Available from: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/food-labels/art-20047648
  5. Carbohydrates and Blood Sugar [Internet]. The Nutrition Source. 2016 [cited 11 April 2017]. Available from: https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/carbohydrates/carbohydrates-and-blood-sugar/