Setiap orang menginginkan hidup sehat. Salah satunya dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan jantung. Dengan jantung sehat kita dapat melakukan berbagai aktivitas dengan baik. Namun dengan seiring bertambahnya kesibukan, terkadang kita suka lupa untuk tetap menjaga gaya hidup. Bagaimana dengan gaya hidup anda saat ini? Beberapa pola hidup yang dapat mempengaruhi kesehatan jantung anda:
  1. Jarang berolahraga Untuk mencegah gangguan kesehatan jantung, pola hidup sehat dapat mulai diterapkan yaitu dengan berolahraga secara teratur. Tentunya, olahraga harus disesuaikan dengan kemampuan setiap orang, usia dan tingkat kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jarang berolahraga dapat meningkatkan angka mortalitas yang berkaitan dengan jantung. Seseorang dengan aktivitas yang kurang dapat memiliki risiko untuk menderita diabetes mellitus, hipertensi, hiperkolesterol, dan tinggi risiko dengan serangan jantung. Dengan olahraga, tekanan darah dan tingkat kolesterol semakin terjaga, begitu pula dengan penderita diabetes. Bagi penderita diabetes, kebutuhan insulin dapat menurun dengan olahraga. Mulai sekarang anda dapat melakukan jalan kaki minimal 30 menit per hari diselingi istirahat setiap 10 menit, bisa juga dengan aktivitas harian seperti berkebun atau membersihkan rumah. Olahraga lain yang dapat dilakukan adalah jogging, berenang, sepak bola, tenis, atau bersepeda.
  2. Pola Makan Sekarang ini banyak sekali junkfood yang dapat ditemukan. Dengan meningkatnya kesibukan sehari-hari, seseorang akan lebih mencari makanan yang cepat saji. Beberapa studi menyebutkan bahwa pola makan seperti ini memicu peningkatan akan penyakit kardiovaskular. Jika berat badan anda berlebih dan 20% lebih berat dari berat ideal anda maka berhati-hatilah anda cenderung untuk terkenda serangan jantung tiga kali lebih besar dibandingkan dengan orang dengan berat badan ideal. Tentunya hal ini berkaitan dengan kecenderungan akan hipertensi, diabetes mellitus, dan hiperkolesterolemia. Gangguan lain juga akan berpengaruh seperti masalah pernafasan, persendian bahkan faktor risiko akan kanker.