Kata kolesterol tentunya sudah familiar di telinga kita. Namun sejauh apa anda mengenal kolesterol, mari kita bahas mengenai kolesterol dan gangguannya pada organ tubuh kita. Sesuai sekali tema artikel bulan September ini, bulan ini merupakan National Cholesterol Education Month, waktu yang tepat untuk mengenal lebih dalam mengenai koleserol, profil lipid, makanan serta pola hidup yang berperan penting. Baik di negara maju maupun berkembang, kolesterol dengan kadar tinggi telah menjadi masalah serius tentunya dalam hal meningkatkan risiko kesehatan jantung. Mengetahui lebih dini akan tinggi kadar kolesterol dalam tubuh dapat memudahkan kita untuk menatalaksana lebih cepat. Sehingga dapat menurunkan risiko akan penyakit jantung dan risiko serangan jantung serta penyakit kardiovaskular lainnya. Pada umumnya keadaan kolesterol dengan kadar tinggi tidak selalu menimbulkan gejala. Aliran darah dapat saja lebih kental sehingga hantara darah yang mengandung oksigen menjadi berkurang, sehingga gejala yang timbul adalah sakit kepala ataupun pegal-pegal. Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak serta merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi. Pada keadaan normal, kolesterol yang dibutuhkan tubuh diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang sesuai. Dengan adanya asupan makanan yang berasal dari lemak hewani atau saat ini yang banyak dikonsumsi seperti junkfood, tingkat kolesterol juga dapat meningkat. Dengan adanya kolesterol tubuh yang berlebihan, maka akan menumpuk pada dinding pembuluh darah dan terjadilah aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan dari pembuluh darah. Hal inilah yang menjadi penyebab dari penyakit jantung dan stroke. Gejala dari kadar kolesterol yang tinggi tidak selalu jelas, maka banyak dari kita yang kurang waspada dengan kadar kolesterol tubuh kita. Maka penting untuk mengetahui kadar kolesterol sedini mungkin. Saat melakukan pemeriksaan darah, terdapat beberapa komponen yang perlu diketahui, antara lain: -  Total kolesterol yang dalam keadaan normal berada pada level kurang dari 200 mg/dL -  Low density lipoprotein (LDL) yang merupakan komponen penyebab terbentuknya kolesterol dan penyumbatan dari pembuluh darah. Semakin tinggi kadar LDL maka semakin tinggi risiko terkena penyakit jantung. Lebih baik LDL berada pada level kurang dari 100 mg/dL - High density lipoprotein (HDL), dengan level lebih dari sama dengan 60 mg/dL, risiko akan kardiovaskular dapat berkurang. Mudahnya kadar kolesterol HDL harus lebih tinggi daripada LDL karena kolesterol HDL sebagai pencegah terjadinya timbunan plak lemak yang dipengaruhi oleh kolesterol LDL. - Trigliserid, seseorang sebaiknya mendapatkan pengobatan apabila kadar trigliserid mencapai di atas 150 mg/dL. Beberapa faktor dapat mempengaruhi kadar kolesterol antara lain diet, berat badan, aktivitas fisik. Faktor tersebut tentunya dapat dijaga agar kadar kolesterol dalam tubuh kita tidak melewati batas normal. Sedangkan faktor lain yang tidak dapat dipengaruhi adalah usia, jenis kelamin, serta riwayat keluarga.