Apakah Anda memiliki seorang kakek atau nenek ataupun orang yang sudah tua lainnya yang mungkin sering pikun atau lupa akan sesuatu? Misalnya saja lupa menaruh kunci di mana, lupa apakah sudah makan atau belum? Pastinya Anda pernah melihat ataupun mungkin memiliki keluarga yang sering lupa ini. Kemudian apakah orang yang sering lupa ini bisa dikategorikan pikun? Sebenarnya pernahkah Anda bertanya dalam diri sendiri, sebenarnya apa itu pikun? Apa saja penyebabnya? Apakah dapat disembuhkan? Tentunya ini merupakan pertanyaan yang sering dipertanyakan, jadi untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita bahas lebih dalam.

Pikun yang dalam bahasa kedokteran berarti demensia bukanlah merupakan suatu proses yang normal dari penuaan. Pikun dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita serta, baik muda ataupun tua walaupun usia tua memang lebih rentan mengalaminya. Di dunia ini banyak sekali pasien yang menderita pikun. Pada tahun 2005, peneliti melaporkan 24,3 juta orang di seluruh dunia hidup dengan pikun. Pada tahun 2010 sekitar 35,6 juta orang menderita ini, yang diperkirakan pada tahun 2030 jumlah ini akan meningkat 2x lipat.

Apa saja penyebab pikun?

  • 50-60% disebabkan oleh penyakit Alzheimer
  • Penyakit yang menyebabkan kerusakan dari sel-sel saraf di otak seperti Alzheimer, Parkinson dan Huntington
  • Penyakit yang berefek pada pembuluh darah seperti stroke
  • Reaksi racun seperti alkohol yang berlebihan ataupun penggunaan obat
  • Kekurangan nutrisi seperti vitamin B12 dan defisiensi folat
  • Infeksi yang menyerang otak dan tulang belakang
  • Akumulasi cairan pada otak
  • Cedera pada kepala
  • Penyakit lain daripada otak seperti ginjal, hati dan paru-paru yang dapat mengarah ke demensia.