Apakah anda salah satu orang yang berpendapat minum susu akan membuat tubuh menjadi gendut? Jika ya, maka anda harus membaca artikel ini!

Susu mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Namun apakah minum susu benar membuat tubuh menjadi gendut dan tidak sehat?

Susu yang kita minum biasanya merupakan susu sapi. Tetapi selain itu juga terdapat susu dari kambing, domba, kuda, rusa, zebra dan susu dari kedelai. Susu yang beredar di pasaran sekarang ini biasanya merupakan susu yang telah diproses. Sebenarnya kandungan dalam susu segar dan susu yang telah diproses ini tidak berbeda jauh, hanya pada susu yang telah diproses dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Susu merupakan salah satu komponen penting dalam pola hidup sehat. Dari bangku sekolah dasar kita diajarkan pola makan 4 sehat 5 sempurna. Bahkan, para ahli gizi pun berkata hal serupa. Tanpa susu maka tubuh akan kehilangan salah satu sumber makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizinya yang sangat vital bagi tubuh. Janganlah takut gemuk karena susu tidak membuat gemuk. Yang penting kita dapat mengatur porsinya. Bila total kalori yang masuk (dari susu dan makanan lain) sesuai dengan kebutuhan, tentunya tidak akan menyebabkan kegemukan.

Bahkan, dari penelitian yang dilakukan di Swedia diketahui bahwa segelas susu setiap hari dapat membantu menurunkan berat badan. Susu memiliki banyak sekali kandungan gizi dibandingkan dengan kandungan kalorinya.

Apa saja manfaat susu bagi tubuh kita?

Dalam susu mengandung :

  • Vitamin A yang penting bagi sistem imun dan mempertahankan lapisan permukaan (mukosa)
  • Vitamin D dan K yang penting bagi tulang
  • Biotin dan Asam pantotenat yang diperlukan tubuh untuk pembentukan energi
  • Iodine, mineral yang penting bagi fungsi tiroid
  • Potassium dan magnesium yang penting bagi kesehatan jantung
  • Selenium yang penting untuk pencegahan kanker
  • Zink yang penting untuk daya tahan tubuh
  • Thiamine yang berperan penting dalam fungsi kognitif terutama memori

Selain itu, susu juga mempunyai segudang manfaat seperti dapat mengurangi resiko terkena osteoporosis, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskuler, kanker kolon (kanker pada usus besar), diabetes tipe 2, penyakit autoimmune, dan mencegah terjadinya karies. Susu dan turunannya dapat membantu tubuh untuk membentuk otot, membantu organ-organ untuk bekerja dengan baik, juga menguatkan tulang.

Berbagai manfaat dapat diperoleh dari susu. Terutama karena sumber kalsium yang sangat baik yang terdapat dalam susu dan produk turunannya seperti yogurt, keju, mentega, dll. Susu mengandung 300miligram kalsium/gelas dimana kebutuhan kalsium pada usia 25-65 tahun adalah 1000mg dan diatas 65 tahun 1500mg.

Susu rendah lemak (low-fat) dan tidak mengandung lemak (non-fat), serta turunan susu seperti yogurt dan keju mempunyai kandungan nutrisi yang sama seperti susu biasa dengan komposisi lemak dan kalori yang lebih rendah. Susu rendah lemak mengandung 1% lemak dan susu yang tidak berlemak mengandung kurang dari 0,5% lemak. Namun perlu juga dicermati label pada produk-produk yang hendak dikonsumsi. Jangan tertipu semata-mata dengan label low-fat maupun non-fat karena terdapat juga produk low-fat atau non-fat yang ditambahkan perasa, gula, dan bahan-bahan penambah lainnya yang justru meningkatkan kalori melebihi susu yang tidak dikurangi kadar lemaknya. Jadi, kita tetap harus cermat dalam meneliti kandungan yang terdapat pada produk susu.

Perlu juga diketahui bahwa susu yang telah direndahkan kadar lemaknya tidak baik untuk dikonsumsi khususnya bagi anak berusia dibawah dua tahun karena mereka membutuhkan banyak energi untuk pertumbuhannya.

Setelah mengetahui berbagai manfaat susu, apakah anda masih ragu untuk meminum susu?

Sumber:

Holick, Michael F. New England Journal of Medicine vol. 357:266-281 : Vitamin D Deficiency. 2007. Schlenker, Elanor D.. Nutrition in Aging. 2004. Virginia : WCB Mcgraw-Hill. www.betterhealth.vic.gov.au www.win.niddk.nih.gov/publications/myths.htm