Kebanyakan orang hanya mengira bahwa kencing manis hanyalah penyakit yang berkaitan dengan terlalu banyaknya kadar gula dalam tubuh. Namun jarang yang menyadari komplikasi serius akibat penyakit ini, seperti kebutaan, impotensi, gangguan ginjal, luka yang tidak kunjung sembuh yang berujung pada amputasi, serta lain sebagainya. Bahkan ada yang menganggap bahwa penyakit ini hanya menghinggapi orang-orang kaya. Kenyataannya, dengan gaya hidup masyarakat yang cenderung kebarat-baratan saat ini, banyak penyakit kronis yang mengakibatkan kelumpuhan seperti stroke, penyakit jantung, dan kencing manis juga ikut berimbas pada masyarakat Indonesia. Makanan yang berlemak, tidak bergizi, rendah serat, alias junk food dipadukan dengan gaya hidup yang cenderung jarang bergerak (menonton TV, main game di depan layar, naik kendaraan walaupun dekat, kerja di dalam kantor berjam-jam tanpa sempat olahraga) telah menciptakan beban ekonomi bagi bangsa akibat kelumpuhan dan biaya tambahan yang harus ditanggung orang-orang usia produktif yang terkena penyakit-penyakit jantung, stroke, dan kencing manis ini. Data di negara maju menyebutkan bahwa satu di antara 50 orang menderita penyakit kencing manis. Suatu angka yang tidak sedikit dan akan juga terjadi di Indonesia bila gaya hidup sehat tidak segera menjadi gaya hidup baru di masyarakat. Fakta menunjukkan kelainan retina pada penyakit kencing manis merupakan salah satu kelainan mata yang paling penting karena mengenai hampir 40-50% dari seluruh penderita diabetes dan sering menyebabkan kebutaan. Retinopati diabetes menyebabkan kebutaan 5.000 orang per tahun dan menjadi penyebab kebutaan nomor 4 dari seluruh penyebab kebutaan di Inggris. Selain menyebabkan katarak, penyakit kencing manis (selanjutnya disebut diabetes) juga dapat merusak pembuluh darah di retina mata. Hal ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang serius (seperti kebutaan), namun dapat dicegah dengan mengontrol penyakit diabetes secara teratur. Retinopati diabetes biasanya ditemukan pada kedua mata, pada tempat yang sama, serta memburuk dengan cepat. Ada tiga bentuk retinopati diabetes:
  • Bentuk Back Ground : terdapat kelainan awal berupa bintik merah kecil yang terletak dekat pembuluh darah yang tidak terlihat dengan mata telanjang, akibat penonjolan dinding pembuluh darah kecil; hal ini bisa memburuk menjadi perdarahan berupa bercak atau titik kemerahan dan keluarnya cairan akibat pecahnya pembuluh darah tadi; sehingga terjadi pembengkakan bola mata.
  • Makulopati : pecahnya pembuluh darah tadi menyebabkan pembengkakan retina sehingga sangat menggangu tajamnya penglihatan pasien; serta gangguan fungsi makula (tempat di retina yang padat dengan sel-sel mata). Hal ini bisa menyebabkan timbulnya zat berlemak yang disebut eksudat (biasa berwarna kuning) saat pemeriksaan mata oleh dokter.
  • Proliferasi : pembuluh darah lama yang telah dirusak penyakit diabetes menyebabkan tubuh bereaksi dengan membentuk pembuluh darah baru pada retina dan badan kaca yang tampak sebagai pembuluh darah yang berkelok-kelok. Hal ini menjadi pertanda makin beratnya komplikasi pada penderita diabetes karena dapat menimbulkan perdarahan hebat.

Dokter Anda mungkin menyarankan pemeriksaan fluorescein angiography untuk melihat apakah ada kerusakan pada pembuluh darah di retina Anda, karena gejala-gejala di atas bisa muncul tiba-tiba tanpa tanda-tanda dini. Pemeriksaan ini tidak sakit, dokter akan menyuntikkan zat pewarna melalui pembuluh darah di lengan Anda lalu mengambil foto pada mata Anda. Pemeriksaan lain yang dapat Anda lakukan sendiri setiap hari di rumah adalah dengan Amsler grid. Amsler grid adalah sebuah kartu dengan kotak-kotak kecil berukuran kurang lebih 30x30 cm yang diletakkan pada jarak membaca Anda. Pemeriksaan ini bisa membantu mendeteksi awal kerusakan pada retina. Cara pemeriksaan ini adalah dengan mengetes mata satu per satu dengan kaca mata baca normal pada jarak baca Anda, lalu perhatikan apakah ada bintik hitam ataupun garis yang melengkung pada kotak-kotak kecil tersebut. (diunduh dari www.richmondeye.com/images/visiontest/amsler.gif)

Bila terdapat gejala seperti:

  • Bintik hitam di lapangan pandang mata yang bergerak mengikuti arah mata Anda
  • Penglihatan yang kabur
  • Garis lurus terlihat sebagai bergelombang dan cekung
segera konsultasikan hal ini dengan dokter mata Anda karena bisa jadi Anda mengalami retinopati diabetes. (diunduh dari (Diunduh dari Terapi yang tersedia saat ini adalah terapi laser yang cepat, efektif, dan tidak sakit. Namun begitu, terapi laser TIDAK menyembuhkan retinopati diabetes maupun mengembalikan penglihatan secara sempurna, tapi hanya mencegah kerusakan akibat perdarahan retina lebih lanjut. Hal-hal lain yang dapat memperberat kelainan retina pada penyakit kencing manis adalah:
  • Diabetes yang terjadi pada usia remaja yang tergantung pada suntikan insulin (bukan pada obat penurun gula darah)
  • Kehamilan merangsang terjadinya perdarahan dan pembentukan pembuluh darah baru
  • Pengerasan pembuluh darah (arteriosklerosis) dan penyakit penuaan pembuluh darah lainnya
  • Kadar protein yang tinggi dalam darah
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Kadar gula dalam darah yang terlalu rendah (hipoglikemia) dan atau trauma jug dapat menyebabkan perdarahan retina yang mendadak.
Sumber: Phillips, Correy; Doggett, Kirk; Johannen, Kevin. Physiology of The Eye. Brunswick: Interactive Eye L.L.C. 2000 Ilyas, Sidarta. Ilmu Penyakit Mata, edisi Ketiga. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2006