Mengenal Lebih Dekat Si Botak? Tentunya istilah botak sudah dikenal dalam masyarakat, bahkan beberapa dari para pembaca mungkin sedang mengalami masalah ini. Botak atau dalam istilah kedokterannya alopesia  memang menjadi suatu problem tersendiri bagi para penderitanya. Sering kali orang menjadi tidak percaya diri atau bahkan mungkin ketakutan bahwa dirinya sedang mengalami suatu penyakit tertentu. Tahukah Anda bahwa kebotakan merupakan penyakit autoimun?   Apakah sebenarnya alopesia areata itu? Alopesia areata adalah penyakit autoimun yang menyerang kulit kepala maupun bagian kulit tubuh yang lain. Gejala awalnya berupa  bercak yang bulat, kecil dan halus pada kulit kepala, namun dapat berkembang menjadi kebotakan seluruh rambut kepala ( alopesia totalis ) atau kehilangan seluruh rambut tubuh (alopesia universalis). Pada alopesia areata juga sering ditemukan tanda awal berupa perubahan kuku, sepertu kuku tampak menekuk ( Pitting ), dapat pula berupa  bercak atau garis putih, kehilangan  kilau kuku, tampak rapuh dan kasar. Alopesia areata ini dapat dialami oleh pria, wanita maupun anak - anak. Mengapa alopesia areata disebut penyakit autoimun? Pada penderita alopesia areata, folikel rambut pada orang tersebut tidak dikenali oleh sistem kekebalan tubuh, akibatnya pertumbuhan rambut menjadi terganggu. Oleh karena itu, dapat dilakukan pemeriksaan biopsi pada area yang mengalami kebotakan. Namun pemeriksaan ini sangat jarang dilakukan. Apakah alopesia areata berhubungan dengan penyakit autoimun lain ? Ada beberapa laporan yang menyatakan bahawa alopesia areata berhubungan dengan kelainan autoimun klasik terutama penyakit tiroid dan vitiligo. Penyakit tiroid ditemukan 8 - 11,8 % penderita alopesia areata. Penderita alopesia areata memiliki insidens vitiligo 4 kali lebih besar. Selain itu penelitian - penelitian lain juga menyatakan ada hubungan antara alopesia areata dengan anemia pernisiosa, diabetes mellitus, lupus eritematosis, miastenia gravis, rematik arthritis, kolitis ulseratif, dll. Bagaimana pengobatan alopesia areata?  Beberapa peneliti merekomendasikan pengobatan alopesia areata menjadi 2 bagian: 1. Alopesia areata  ringan dan 'patchy'  (< 50% kulit kepala)
  • Injeksi kortikosteroid
Injeksi ini diberikan oleh ahli dermatologi di sekitar area kebotakan sebulan sekali. Pertumbuhan rambut akan dapat terlihat dalam 4 minggu, namun injeksi ini tidak mengambat pembentukan area kebotakan di tempat lain. Perhatikan pula efek samping yang muncul akibat injeksi kortikosteroid. Maka perlu dikonsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu.
  •  Salep minoksidil
Salep ini dioleskan sehari 2 kali pada area yang mengalami kebotakan. Penggunaan obat ini dikombinasikan dengan pemberian injeksi kortikosteroid akan meningkatkan efektivitas pertumbuhan rambut. Cara ini relatif aman, namun sayangnya tidak semua berhasil dengan menggunakan obat ini.
  •  Salep anthralin
Salep ini sering digunakan pada pengobatan psoriasis, dioleskan sehari sekali selama 30 - 60 menit kemudian dicuci. Jika pengobatan berhasil akan tumbuh rambut dalam 8 - 12 Minggu. Anthralin dapat menyebabkan iritasi dan kecoklatan pada kulit. Namun penggunaan dalam waktu yang singkat tidak akan menyebabkan efek tersebut pada kulit.   2. Alopesia areata totalis dan universalis ( > 50 % kulit kepala)
  • Pil kortikosteroid
Pil kortikosteroid lebih efektif mengatasi alopesia dibandingkan dengan injeksinya. Namun hendaknya berhati - hati dalam mengkonsumsi pil kortison karena memiliki efek samping yang banyak, oleh karena itu perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.
  •  Imunoterapi topikal
Biasanya yang digunakan adalah diphencyprone ( DPCP ), dinitrochlorobenzene (DNCB), Squaric Acid dibuty ester ( SADBE ). Penggunaannya dioleskan di area yang mengalami kebotakan,  biasanya akan menimbulkan ruam warna merah yang gatal jika terkena cuaca yang panas  Rambut akan tumbuh dalam pengobatan 6 bulan. Namun sayangnya terapi ini hanya digunakan di Canada dan di Eropa.
  •  Penggunaan wig  atau rambut palsu
Pada umumnya terapi pada alopesia kurang efektif, terutama pada alopesia universalis dan totalis. Oleh karenanya penggunaan wig atau rambut palsu, menjadi alternatif yang digemari, karena wig atau rambut palsu memiliki banyak variasi yang dapat disesuaikan dengan penampilan. Tentunya hal ini akan menambah kepercayaan diri bagi para penggunanya.   Pengobatan alopesia areata tidak selalu efektif. pada alopesia areata bisa terjadi penyembuhan total, namun bisa pula penyembuhannya kurang baik, hal ini dipengaruhi oleh faktornya - faktornya sebagai berikut :
  • Kebotakan pada usia muda
  • Dermatitis atopik
  • Kebotakan dalam jangka waktu lama
  • Kebotakan menyebar secara cepat dan menyerang seluruh rambut kepala dan tubuh
    Sumber : 1.  National Alopesia Areata Fondation 2.  American Academy of Dermatology