Depresi terjadi pada hampir 19 juta orang dewasa muda setiap tahun dan diperkirakan oleh World Health Organization (WHO) akan menjadi gangguan di peringkat kedua setelah penyakit jantung iskemik pada tahun 2020. Depresi sering tidak dikenali dan tidak terdiagnosis sehingga banyak dari mereka yang mengalami depresi tidak mendapat terapi yang tepat. Beberapa terapi untuk mengatasi depresi yaitu dengan penggunaan obat antidepresi, terapi psikologis (psikoterapi), terapi kognitif dan perilaku (Cognitive Behavior Therapy) dan aktivitas fisik. Aktivitas fisik dapat mengatasi depresi karena aktivitas fisik meningkatkan kerja endorphin, suatu zat kimia yang dihasilkan di otak, tulang belakang serta beberapa organ tubuh dan kemudian beredar di seluruh tubuh. Endorphin berfungsi 1) untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh alami; 2) sebagai analgesik yang mengurangi rasa nyeri; 3) sebagai sedatif yang memperbaiki tidur; dan 4) untuk memperbaiki mood. Tidak seperti morphine, endorphin tidak menyebabkan kecanduan dan ketergantungan. Aktivitas fisik tidak hanya meningkatkkan kerja endorphin tapi juga kimia otak lain yaitu serotonin dan norephinephrine dalam mengatasi depresi. Aktivitas fisik yang teratur dapat mengatasi depresi karena dapat meningkatkan energi dan stamina, memperbaiki pola tidur, mengalihkan diri dari rasa cemas, sedih, stres, dan menghindarkan Anda dari banyak merenung. Berolahraga juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri, membantu bersosialisasi. Dengan melakukan aktivitas fisik teratur, kesehatan secara umum juga dapat meningkat. Kerja jantung semakin optimal, membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan kekuatan tulang dan otot, mengurangi lemak tubuh, serta membuat badan sehat dan segar. Lakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan minat dan kemampuan Anda. Pilihlah yang membuat Anda merasa nyaman dan senang. Berikut ini adalah beberapa contoh aktivitas fisik yang dapat dilakukan: -       Bersepeda -       Menari -       Berkebun -       Golf (lebih banyak berjalan daripada menggunakan cart) -       Pekerjaan rumah, khususnya menyapu, mengepel atau membersihkan debu -       Jogging dengan langkah sedang -       Low-impact aerobics -       Tenis -       Renang -       Berjalan -       Pekerjaan halaman, khususnya menyiangi rumput -       Yoga. Sebelum melakukan aktivitas fisik sebaiknya berkonsultasi pada dokter terutama bila sudah lama tidak beraktivitas, usia lebih dari 50 tahun serta memiliki kondisi medis seperti penyakit jantung dan diabetes. Lakukan aktivitas fisik selama 20 sampai 30 menit sebanyak tiga kali seminggu, lebih baik lagi empat sampai lima kali seminggu. Lakukan dengan santai, teratur dan senyaman mungkin. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan aktivitas fisik: -       Aktivitas apa yang disenangi dan menyenangkan? -       Aktivitas apa yang sesuai dengan jadwal harian? -       Aktivitas dilakukan individual atau kelompok? -       Apakah ada keterbatasan fisik? -       Tujuan apa yang ingin dicapai? (turun berat badan, menguatkan otot, atau meningkatkan mood) -       Hindari biaya yang berlebihan! -       Lakukan dengan teratur! Aktivitas fisik akan menjadi bagian dari gaya hidup dan membantu mengatasi depresi. Aktivitas fisik ternyata memberi manfaat tidak hanya untuk kesehatan tubuh tapi juga untuk mengatasi depresi karena kerja kimia otak terutama endorphin. Melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan secara teratur dapat menjadi gaya hidup yang dapat membantu mengatasi depresi dan lebih baik lagi apabila dimulai sejak awal yaitu untuk mencegah terjadinya depresi. Mari lakukan aktivitas fisik untuk mengatasi depresi, stress dan kegalauan Anda! Salam Sehat! DAFTAR PUSTAKA
  1. Special Health Report from Harvard Medical School. Exercise and Depression. Diunduh pada hari Minggu, 1 September 2013 dari http://www.health.harvard.edu/newsweek/Exercise-and-Depression-report-excerpt.htm.
  2. Bhugra D, Mastrogianni A. Globalisation and Mental Disorders Overview with Realtion to Depression. The British Journal of Psychiatry. 2004; 184: 10-20.
  3. Depression Health Center. Exercise and Depression. Diunduh pada hari Minggu, 1 September 2013 dari http://www.webmd.com/depression/guide/exercise-depression?.
  4. Black Dog Institute. Exercise and Depression. Updated 2012. Diunduh pada hari Minggu, 1 September 2013 dari http://www.blackdoginstitute.org.au/docs/ExerciseandDepression.pdf.