Sobat, jika kita menilik kembali dan membandingkan masa lalu dengan masa kini, memang usia harapan hidup penduduk di bumi ini kian meningkat. Dahulu, hidup manusia banyak diakhiri lebih muda karena diserang penyakit infeksi dan korban perang. Namun di masa sekarang, orang lanjut usia (lansia) semakin banyak dan artinya banyak yang akan semakin menua. Apakah Sobat pernah berpikir mengapa kita bisa menjadi tua? Sebenarnya apa artinya menua? Menjadi tua berarti kita atau tubuh kita mengalami kehilangan kemampuan untuk mengembalikan struktur badan kita semasa muda sehingga kita kehilangan fungsi normal dan mudah terdera penyakit atau gangguan lainnya. Para ahli memang belum menetapkan satu teori pasti tentang proses menua. Teori-teori di bawah ini akan terus mengalami perkembangan sehingga di masa depan mungkin saja teori ini dapat berubah atau direvisi. 1. Teori Pengerusakan (Damage theory) Teori ini mungkin yang paling sering di dengar. Kalau kita buat sebuah perumpamaan anggaplah badan kita sebuah mobil baru ketika kita lahir. Di usia-usia awal, sebuah mobil dapat terus mempertahankan fungsi normalnya setelah dilakukan ganti oli, balancing, spooring. Namun ketika musia mobil sudah cukup tua, fungsi tersebut mulai menurun walaupun sudah diservis sedemikian rupa. Begitu juga dengan tubuh kita. Di dalam hidup kita, banyak hal yang dapat merusak tubuh kita misalnya gangguan genetika di kromosom, racun-racun, radiasi, radikal bebas, dan mungkin, metabolisme. Saya akan coba membahas penyebab-penyebab ini dengan bahasa yang sederhana.
  • Gangguan genetika. Masih ingat pelajaran biologi di kelas XII atau kelas 3 SLTA tentang DNA dan RNA? DNA dan RNA ini penting dalam proses pembentukan protein dan enzim dalam kerja tubuh. Namun, sesuatu yang keliru dapat terjadi proses ini, misalnya pada proses mengubah kode DNA menjadi RNA (yang disebut "transkripsi") dan RNA menjadi protein dan enzim (yang disebut "translasi"). Gangguan ini dapat berakibat fatal, karena gangguan satu kode pada proses transkripsi atau translasi dapat membuat protein dan enzim yang amat berbeda. Produksi protein yang berbeda akan merusak tatanan protein tubuh kita dan mengganggu fungsi tubuh. Teori ini disebut juga error catastrophe theory.
  • Racun dan radiasi. Keduanya ini tentu akan merusak fungsi tubuh secara langsung dan dapat saja merusak genetis tubuh, sehingga timbul kerusakan seperti pada poin di atas.
  • Radikal bebas. Radikal bebas timbul sebagai produk sampingan dari metabolisme tubuh, terutama pernapasan. Radikal bebas ini adalah suatu molekul kimiawi yang kehilangan elektron sehingga mudah berikatan dengan molekul lainnya sehingga menjadi suatu molekul yang merusak. Namun tubuh kita memiliki sistem penangkal radikal bebas ini dengan enzim superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase. Namun ketika seseorang menjadi tua, produksi radikal bebas semakin banyak dan sistem penangkal tidak dapat mengatasi semuanya, sehingga kerusakan sel tak terhindarkan.
  • Metabolisme. Teori yang ini mungkin unik dan sekaligus membingungkan. Menurut teori ini, semakin banyak tubuh bekerja dalam mengolah (dengan bahasa kerennya, metabolisme) akan meningkatkan pembelahan sel sehingga rentan terjadinya gangguan fungsi sel. Beberapa penelitian menunjukkan bagwa beberapa hewan mamalia yang dirangsang untuk tidur ("hibernasi") memiliki usia lebih panjang daripada yang tidak dirangsang untuk hibernasi. Tetapi teori ini masih perlu banyak penelitian.
2. Teori "Jam Genetik" Menurut teori "Jam Genetik" atau genetic clock, setiap makhluk hidup memiliki jamnya masing-masing yang memang sudah terprogramkan di dalam sel masing-masing makhluk. Ketika "jam" ini berhenti, maka sel-sel kita akan berhenti juga untuk melakukan perbaikan walaupun tidak ada gangguan penyakit atau kecelakaan yang fatal. Mungkin teori ini menggambarkan "kematian alamiah". 3. Teori Sistem Imun atau Kekebalan Menurut teori ini, ketika tubuh pada usia lanjut, akan mengakibatkan menurunnya kemampuan sistem imun atau kekebalan tubuh untuk mengenal dirinya sendiri (self recognition) sehingga tubuh menganggap bagian yang tak dikenalnya itu sebagai benda asing yang harus diberantas. Tubuh akan mengaktifkan reaksi antigen-antibodi yang akan merusak sel "temannya sendiri" yang dianggap benda asing tersebut. Akibatnya, jaringan tubuh sendiri juga akan rusak. Beberapa teori ini sudah coba diterapkan untuk memperbaiki kualits hidup lansia seperti mencegah penyakit, memberikan suplemen antioksidan untuk mengatasi radikal bebas, dan lainnya. Nah, Sobat, bagaimana? Menarik bukan? Memang hal-hal di atas masih sebatas teori dan para ahli masih tengah mencari jawaban atas misteri menua ini. Namun ketika sudah mulai ada titik terang, maka kita dapat mengusahakan sebuah cara agar proses menua dapat berlangsung dengan kualitas yang baik. Memang, kita mungkin tidak dapat mencegah proses menua, namun kita dapat mengusahakan agar proses ini dapat berlangsung baik dengan mengatasi masalah-masalahnya. Referensi
  1. Martono HH, Pranarka K. Buku Ajar Boedhi-Darmojo Geriatri. 4th ed. 2011. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
  2. Robert L, et al. Essentials of Clinical Geriatrics. 6th. 2009. USA: McGraw Hill.