Wah..wah.., lebaran sebentar lagi..Tinggal menghitung hari saja deh..! Alhasil, musim mudik ke kampung halaman tercinta sudah mau mulai bersemi. Pastinya ada yang mudik melalui jalur darat, laut, atau udara. Ada yang cuma beberapa jam dalam perjalanan, tapi ada juga yang sampai berhari-hari baru sampai di kampungnya masing-masing. Dan mungkin, ada yang tahan dengan perjalanan pulang kampungnya, tapi ada juga yang tidak tahan dan menjadi mabuk perjalanan (mabuk darat;  mabuk laut; atau mabuk udara), tapi intinya membuahkan gejala dan keluhan yang sama, yaitu mual, muntah, pusing, dan rasa-rasa lain yang kurang nyaman untuk perjalanan anda. Dalam bahasa kedokteran, mabuk perjalanan disebut sebagai motion sickness. Pada beberapa individu, karena alasan yang tidak diketahui, sangat peka terhadap gerakan-gerakan tertentu yang mengaktifkan sistem vestibularis (pusat keseimbangan di telinga bagian dalam) dan menyebabkan gejala pusing (dizziness) dan mual. Menurut dr Margareta Komalasari, Sp.A, mabuk perjalanan terjadi jika sistem vestibular terganggu. Terganggunya pusat keseimbangan di telinga bagian dalam ini akan merangsang produksi zat histamin yang akan merangsang otak sehingga menimbulkan reaksi mual atau muntah. Ada tiga faktor pencetus yang mempengaruhi mabuk perjalanan, yaitu :
  1. Keturunan. Jika orangtuanya selalu mabuk perjalanan, anaknya berisiko mengalami hal serupa
  2. Kondisi tubuh tidak sehat atau daya tahan tubuh menurun
  3. Perut kosong.
Semakin banyak faktor pencetus gagal dicegah, semakin hebat mabuk yang akan dirasakan. Jika mabuknya berat, tekanan darah bisa anjlok dan menyebabkan pingsan. Muntah-muntah juga dapat mengakibatkan kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi dan kekurangan mineral. Kekurangan mineral bisa mengganggu kerja jantung dan otot. Gangguan jantung dan kelemahan sekujur badan bisa muncul juga sehabis mabuk yang hebat. Lantas kita menjadi lemas, lesu dan mungkin juga depresi. Sebelum Anda melakukan mudik perjalanan yang panjang, sebaiknya Anda ketahui dulu tanda-tanda orang yang akan mengalami mabuk perjalanan. Umumnya, mabuk perjalanan dapat diketahui dengan tanda: bila sebelumnya kelihatan ceria namun tiba-tiba menjadi kehilangan minat, sering menguap, kelihatan kedinginan, mendadak berkeringat dan pucat. Ada beberapa penyebab terjadinya mabuk atau muntah ketika melakukan perjalanan, yaitu:
  • Alergi bau-bauan, misalnya bau parfum, AC mobil, bau-bau di sepanjang perjalanan, dan lain-lain
  • Kelelahan fisik
  • Kelelahan mata atau pusing
  • Kendaraan yang terlalu kencang
Beberapa tip yang dapat digunakan untuk terhindar dari mabuk perjalanan, yaitu: 1. Pilih posisi yang tepat Jika naik kapal laut, pilihlah kabin di tengah sebab pada titik ini goyangan kapal paling tidak terasa. Jika naik pesawat terbang, mintalah tempat duduk di dekat tepi depan sayap. Jika naik kereta api, duduklah di dekat jendela dan menghadap ke depan. Jika menggunakan mobil atau bus, sebaiknya Anda duduk di depan dekat sopir. 2. Duduklah dengan santai dan tidak terlampau tegak Usahakan agar posisi mata memandang terpaku pada sekitar 45 derajat di atas garis cakrawala. Dalam duduk, usahakan juga kepala tidak banyak bergoyang dan sedapatnya dibuat tercekap pada sandaran kursi. 3. Isi perut Anda sebelum melakukan perjalanan Jangan biarkan perut kosong saat bepergian. Sebab saat perut kosong lambung akan memproduksi asam dalam jumlah yang berlebihan sehingga akan membuat iritasi lambung dan merangsang reflek mual, yang akhirnya dapat berefek muntah. Tapi ingat, jangan sampai makan berlebihan. Kurangi makanan berlemak tinggi, batasi minum, juice, termasuk buah-buahan, menjelang keberangkatan. Sebab hal ini juga akan memicu mabuk perjalanan. 4. Para peneliti dalam pertemuan Digestive Disease Week menyatakan  jahe terbukti sangat efektif mengurangi mual-mual karena mabuk perjalanan. Caranya : pada saat perjalanan, minum seduhan dari 1/2 gram serbuk jahe atau 1/2 sendok teh jahe segar setiap 15 menit selama 1 jam sebelum perjalanan. Lanjutkan jika dalam perjalanan terlihat gejala sakit. Mengunyah jahe juga dapat merangsang pengeluaran air liur dan cairan pencernaan, juga mengurangi mual dan muntah. Pada balita sebaiknya balurkan parutan jahe pada perut mereka. Atau dengan membawa ketela rambat yang sudah dikupas mentah atau belum direbus atau dimasak untuk bekal diperjalanan. Dengan memakan ketela rambat mentah, mampu mengurangi perasaan mual karena perjalanan jauh. 5. Bawalah buah sebagai bekal dalam perjalanan Buah-buahan menyediakan cukup air penawar dahaga, serat yang mengenyangkan, gula buah sebagai penyedia energi sekaligus penghilang pusing karena kelaparan, dan sejumlah gizi antioksidan yang dapat meredam munculnya kelelahan. Pilih buah yang praktis dan tidak repot memakannya seperti apel, jeruk, anggur, pir, dan pisang. Aroma dan rasa jeruk cukup menolong dan kembali menyegarkan tubuh saat rasa mual mulai menyerang. Usahakan jangan membeli makanan dan minuman di pinggir jalan. Sebab, kualitas makanan dan minuman tersebut belum tentu terjaga dengan baik karena selalu terpapar panas matahari. 6. Persiapkan tubuh untuk menerima gaya belok ke kanan dan ke kiri dan terlempar-lempar dalam kabin kendaraan agar tubuh tidak terkejut. Ikutilah gerak belok mobil dengan santai. Selama perjalanan cobalah memperhatikan jalan di depan. Pusatkan perhatian jauh ke depan ke arah pemandangan atau benda yang tidak bergerak. Jangan biasakan menengok ke kiri dan ke kanan untuk melihat pemandangan karena ini akan memicu mabuk perjalanan. Jangan memejamkan mata dan memaksakan diri untuk tidur kecuali benar-benar mengantuk. 7. Jangan membaca Membaca memang dapat menghilangkan kejenuhan saat menempuh perjalanan jauh, namun aktivitas ini justru bisa membuat kita mual-mual karena karena kita harus memfiksasi mata. Mata juga ada kaitannya dengan keseimbangan. 8. Jika mual mulai muncul, makanlah buah yang Anda bawa. Jika mual tak reda, kepalkan dan lemaskan jemari tangan dan kaki Anda berulang-ulang untuk menaikkan peredaran darah. Untuk menghilangkan pusing ringan, pijat jemari dan telapak tangan Anda. 9. Buka kaca mobil untuk mensirkulasikan udara segar ke dalam kabin.  Bila alergi dengan bau-bauan, seperti parfum atau AC mobil, maka matikan AC dan bukalah jendela kendaraan mobil Anda agar udara segar masuk ke dalam mobil. 10. Jika rasa mual makin hebat, menepi dan berhentilah sejenak. Keluar dan berjalan-jalanlah di sekitar mobil untuk menetralkan efek akumulasi getaran pengganggu. Tindakan tersebut sangat efektif mencegah mual atau perasaan ingin muntah, terutama bagi anak-anak. Tetapi hal ini hanya dapat dilakukan jika Anda mengendarai mobil pribadi. 11. Bila fisik terlalu lelah, sebaiknya minum obat anti muntah / anti mabuk (tidur) di perjalanan atau sebelum berangkat. Obat ini bekerja selama delapan jam. Sejumlah obat juga perlu dipersiapkan sebelum dan selama perjalanan, seperti obat antidiare, obat antimuntah, obat sakit maag, dan obat sakit kepala. Obat-obatan ini sangat membantu sebagai obat pertolongan pertama. 12. Khusus bagi mereka yang memiliki penyakit maag, sebaiknya mengkonsumsi obat maag yang berjenis penekan asam lambung. Umumnya obat-obatan ini bekerja selama 12-24 jam. 13. Selama dalam perjalanan, jangan segan memanfaatkan tempat istirahat untuk bisa melakukan olahraga kecil dan meluruskan badan. Manfaatkan juga waktu di sini untuk buang air kecil alias kencing. Jangan sampai menahan kencing karena bisa mengakibatkan terjadinya infeksi saluran kencing. 14. Bila menumpang kendaraan umum usahakan untuk tidak meletakkan seluruh barang di bagasi. Sebagian dapat ditaruh di lantai kabin mobil agar distribusi beban roda depan dan belakang tidak terlalu berubah. Mobil penumpang didesain agar roda depan menerima 60% bobot mobil dan roda belakang 40%. Ketika barang berat ditempatkan dalam bagasi, distribusi berat depan-belakang tidak lagi 60 - 40. Ini mengganggu karakter getaran mobil. Pada keadaan ini, kecepatan paling tak nyaman berada pada sekitar 40 km/jam. Kenyamanan justru didapat pada kecepatan tinggi yang relatif jarang tercapai. Pada distribusi beban 60 - 40 kecepatan paling tak nyaman umumnya rendah (di bawah 12 km/jam). 15. Untuk yang berpergian dengan mobil pribadi, Bila memodifikasi sistem suspensi, tetaplah memilih pegas baru yang memiliki konstanta kekakuan pegas relatif sama dengan pegas lama yang merupakan hasil optimasi desain. Sebagai patokan, pengendaraan yang nyaman biasanya diperoleh jika defleksi pegas depan sekitar 20 - 30 cm, atau 30% lebih besar dari defleksi pegas belakang. Letak shock absorber jangan diperjauh dari ban. Jika mungkin diperdekat, karena dapat mengurangi gaya-gaya ke badan kendaraan. Penggantian pelek baja standar dengan yang lebih ringan, misalnya pelek aluminium alloy, sebaiknya diikuti penyesuaian karakter sistem suspensi karena jika tidak akan menaikkan frekuensi getar roda. Ini sulit diredam shock absorber dan getaran diteruskan ke kabin mobil. Padahal, manusia tidak tahan frekuensi tinggi. Cek secara berkala tumpuan karet (rubber mounting) penghubung body dan sasis mobil. Karet adalah peredam getaran yang baik, sehingga meningkatkan kenyamanan berkendaraan. Memperhatikan suspensi jok juga penting. Jok biasanya terdiri atas pegas baja, foam rubber, dan foam plastic. Pegas yang cukup elastis memberi frekuensi getar 2,3 - 2,8 cps, namun cukup nyaman jika mobil melewati lubang besar. Pegas yang lebih kaku mampu mengisolasi getaran hanya sekitar 1,5 cps, namun kurang nyaman ketika mobil melewati lubang besar karena mengganggu pemegangan setir dan sulit memberi tekanan yang tepat pada pedal-pedal. Jika ingin mengganti jok, pilihlah pegas yang kaku atau lebih lunak disesuaikan dengan medan jalan yang biasa dilalui. Jika hanya di kota, pilih saja yang agak kaku. Yang terpenting adalah mengemudi dengan nyaman. Mobil jangan digas, direm, dibelokkan tiba-tiba karena hal-hal inilah yang paling besar pengaruhnya dalam "mengocok" manusia dalam kabin mobil. Selain mengurangi mabuk darat, mengemudi dengan nyaman juga hemat BBM, murah, aman, dan ramah lingkungan. 16. Yang terakhir, jika selama perjalanan mudik ada yang mengalami gangguan kesehatan cukup berat, seperti muntah-muntah, diare, atau sakit kepala hebat, dan jika sakitnya terus berlanjut, hubungi dokter atau layanan kesehatan terdekat. Itulah beberapa tips yang dapat Anda coba selama mudik dalam perjalanan ke kampung halaman agar seketikanya Anda sampai di kampung halaman Anda, Anda tetap terlihat segar/fresh meskipun sedikit kecapaian. Selamat mencoba. Sumber : Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia : Dari Sel ke Sistem Ed.2. Jakarta : EGC. www.biarcool.blogspot.com www.bluefame.com www.haqiqie.wordpress.com www.indomedia.com/intisari/ www.republika.co.id www.tempointeraktif.com