Jerawat! Mendengar satu kata itu saja sudah dapat menimbulkan kegalauan. Apalagi kalau jerawat muncul di masa remaja. Masa remaja yang sudah penuh kegalauan, makin galau oleh timbulnya jerawat di wajah, dimana wajah adalah bagian tubuh yang paling terlihat oleh semua orang. Mungkin juga berbagai obat-obatan sudah dikonsumsi demi mendapatkan kulit yang bersih dan bebas dari jerawat. Namun tahukah Sobat kalau ternyata dengan menerapkan beberapa kebiasaan dan mengatur konsumsi makanan dengan baik turut berperan dalam merawat kulit lho dalam mengontrol timbulnya jerawat ini. Berikut adalah 10 hal yang harus diterapkan untuk mengatasi jerawat versi TanyaDok! 1. Membersihkan kulit dengan baik dan benar cuci mukaPandangan umum percaya bahwa jerawat disebabkan karena kebersihan kulit yang kurang baik. Sehingga pasien cenderung mencuci muka berlebihan. Secara medis, memcuci muka berlebihan malah memperberat kondisi jerawat. Mencuci wajah bertujuan untuk membersihkan kotoran, sel kulit mati dan kelebihan minyak di permukaan kulit. Mencuci wajah atau daerah yang berjerawat dilakukan dengan air hangat dan sabun yang lembut, dua kali sehari.Pada pagi hari tuntuk membersihkan sisa pengobatan topikal yang digunakan pada malam dari, pada malam hari untuk membersihkan wajah dari sisa tabir surya atau kosmetik yang digunakan. Sabun yang mengandung butiran scrubs atau sabun dengan kadar detergen yang tinggi, astringent (penyegar), dan masker biasanya tidak dianjurkan karena cenderung menyebabkan iritasi kulit yang akan memperburuk kondisi jerawat. Mencuci kulit secara berlebihan juga dapat menyebabkan kulit teriritasi. Keringkan wajah dengan handuk yang lembut dan bersih karena handuk yang kotor menyebarkan bakteri. Bila jerawat terjadi di sepanjang kulit tumbuhnya rambut disarankan mencuci rambut lebih sering. 2. Menjaga kelembaban kulit pelembab kulitSiapa bilang kulit yang berjerawat tidak  membutuhkan pelembab? Sebagian besar zat aktif dari terapi jerawat membuat kulit menjadi kering. Jangan lupa untuk tetap mengunaan pelembab kulit untuk mencegah kulit menjadi kering, pecah-pecah serta mengelupas. Gunakan pelembab yang berlabel “noncomedogenic” (tidak menyebabkan komedo). 3. Pilihlah kosmetik dengan bijak kosmetikSebaikya hindari kosmetik termasuk concealer jerawat. Gunakan produk yang berlabel “water based” (berbahan dasar air) atau “noncomedogenic” (tidak menyebabkan komedo). Pada saat jerawat sedang meradang hindari penggunaan foundation, bedak maupun perona pipi. Hindari pula penggunaan minyak rambut, gel rambut atau pomade. Sering kali produk kosmetik rambut tersebut menempel pada wajah dan menyumbat pori atau menyebabkan iritasi. 4. Perhatikan benda-benda yang menyentuh wajah Sobat Jangan biarkan rambut menutupi wajah. Rambut yang berminyak turut menambah jumlah  minyak yang menempel pada kulit, sehingga sebaiknya cucilah rambut lebih sering. Jika memiliki rambut yang panjang jangan biarkan rambut menutupi wajah (bisa dengan dikuncir atau dijepit). Hal lain yang perlu diperhatikan adalah telepon seluler. Ketika kita menelepon, ada minyak dan keringat yang menempel pada telepon seluler kita yang apabila tidak dibersihkan akan menjadi media tumbuh bagi bakteri. Ketika kita kembali menggunakan telepon seluler itu maka bakteri akan berpindah ke kulit kita. Bersihkan layar telepon seluler setiap kali selesai digunakan. Pilihan lain adalah dengan menggunaan handsfree. rambut terurai Jangan menyentuh terlebih lagi memencet jerawat karena dapat menyebabkan infeksi, mengiritasi kulit yang sudah meradang sehingga resiko terbentuknya bopeng lebih besar. 5. Lindungi kulit dengan tabir surya tabir suryaBagi sebagian orang paparan sinar matahari dapat memperberat kondisi jerawat. Paparan dengan sinar matahari  menyebabkan peradangan dan kemerahan pada kulit. Di samping itu beberapa obat jerawat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Batasi aktivitas dibawah sinar matahari, terutama pada pukul 10.00-14.00. Gunakan pakaian yang bisa membantu melindungi kulit dari sinar matahari seperti atasan berlengan panjang, panjang, celana panjang, topi bertepi lebar  Gunakan tabir surya dengan tingkat proteksi uv 30 (SPF 30), dioleskan 20 menit sebelum paparan dengan sinar matahari. Jangan lupa gunakan tabir surya dengan label noncomedogenic. 6. Cukupi kebutuhan nutrisi kulit nutrisi kulitMenurut penelitian, remaja yang menderita jerawat memiliki kadar vitamin A dan E yang lebih rendah dibanding remaja yang tidak berjerawat. Maka disarankan untuk mengkonsumsi buah yang banyak mengandung vitamin A seperti wortel, ubi merah, cantaloupe (melon yang daging buahnya kuning kemerahan). Disamping itu sebaiknya minum air minimal 2 Liter perhari. Hasil perbaikan oleh nutrisi yang kita makan membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu, jadi bersabarlah. 7. Perhatikan jenis makanan yang Sobat konsumsi susu
  • Susu dan produk susu
Kandungan  hormon androgen dan komponen mirip insulin di dalam susu diduga merupakan penyebab jerawat pada remaja yang mengkonsumsi susu dan produknya. Penelitian di Malaysia, Korea Selatan dan Amerika menunjukkan hubungan yang positif antara konsumsi susu dan es krim dengan munculnya jerawat bahkan dapat meningkatkan resiko sampai 4 kali  lipat. Namun dari hasil penelitian itu disebutkan bahwa konsumsi yogurt tidak meningkatkan resiko remaja menjadi berjerawat. Hal ini mungkin terjadi karena pada saat susu mengalami fermentasi oleh bakteri probiotik komponennya akan berubah. Selain itu, para remaja dapat mengkonsumsi tablet supplementasi kalsium, susu kedelai, tahu/tempe, kacang almond, bayam dan brokoli untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian.
  • Makanan dengan kadar gula yang tinggi
coklatMakanan yang berkadar gula tinggi, seperti permen, minuman bersoda, keripik, biskuit, kue, roti putih dapat meningkatkan kadar hormon androgen dalam darah yang pada akhrinya mencetuskan terjadinya jerawat. Coklat yang sering menjadi perbincangan ternyata tidak terbukti menyebabkan jerawat, gula yang ditambahkan pada proses pembuatan coklat batangan lah yang menyebabkan jerawat. Kacang-kacangan juga ternyata tidak memberikan hubungan yang bermakna pada terjadinya jerawat. 8. Hindari merokok dan minuman berakohol no rokok dan alkoholAngka kejadian jerawat pada remaja yang merokok ternyata lebih tinggi (40,6%) daripada angka kejadian pada remaja yang tidak merokok (29,4%). Demikian pula pada remaja yang minum minuman berakohol (41,4%) dibandingkan dengan yang tidak minum minuman beralkohol (28,8%). Namun mekanisme yang pasti mengenai hubungan ini belum diketahui. 9. Berolahragalah! olahragaOlah raga dan berkeringat tidak menyebabkan peningkatan resiko jerawat. Olah raga disarankan pada penderita jerawat untuk mengurangi tingkat stress, memperbaiki regulasi kadar hormon, meningkatkan sirkulasi darah yang dapat meningkatkan kadar oksigen ke kulit sekaligus membuang toksin, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal yang perlu diperhatikan saat berolah raga adalah untuk menghindari penggunaan baju olah raga yang terlalu ketat sehingga dapat menyebabkan iritasi. Gunakan pakaian olah raga yang menyerap keringat dan segera mandi setelah selesai berolah raga. 10. Hindari stress Stress psikis diduga turut berperan dalam keparahan jerawat. Karena ketika seseorang mengalami stress tubuh akan memproduksi hormon glukokortikoid yang dapat menyebabkan kelainan kulit seperti jerawat. Maka perlu dicari apa yang menyebabkan stress dan berusaha menyelesaikannya. Hal yang sering terjadi adalah jerawat itulah yang merupakan stressor. Jerawat secara medis bukanlah penyakit yang mengancam jiwa seseorang. Tetapi jerawat dapat menjadi kondisi yang serius karena erat hubungannya dengan rasa percaya diri. no stress Kulit secara umum dan kulit wajah khususnya merupakan apa yang kita lihat sebagai identitas kita dan terlebih lagi apa yang kita pikir orang lain lihat dari diri kita. Jerawat dapat membuat seorang remaja merasa jelek, tidak percaya diri, menutup diri. Bahkan bisa membuat seorang remaja mengalami depresi atau gangguan cemas yang dapat mengakibatkan bunuh diri. Stress karena jerawat pada akhirnya merupakan kondisi medis yang lebih berat daripada jerawatnya sendiri. Pada remaja yang memiliki kondisi seperti ini sudah seharusnya mendapatkan terapi dari dokter kulit serta psikiater. Ternyata memang banyak hal yang mempengaruhi timbulnya jerawat di masa remaja. Namun beberapa faktor tersebut dapat dikontrol dengan menanamkan kebiasaan baik dalam merawat kulit wajah sehingga nantinya bisa membantu mengontrol dari kondisi jerawat yang di alami remaja. Jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter apabila kondisi jerawat yang dialami sudah dirasakan mengganggu baik dari segi fisik/penampilan maupun psikis. Daftar Pustaka:
  1. Webster, Guy F. MD, PhD. Acne Tips and Tricks for the Pediatician. Pediatrics Annals. 2009 February : 38(2) : 80-84
  2. Goodman, Greg. Cleansing and Moisturizing in Ace Patients. Am J Clin Dermatol. 2009 :10 Suppl. 1: 1-6
  3. Dawson, Annelise L., Dellavalle, Robert P. BMJ 2013 May;346:f2634 doi: 10.1136/bmj.f2634
  4. Tom, Wynnis L., Barrio, Victoria L. New Insight into Adolescent Acne. Current Opinion in Pediatrics 2008, 20:436–440
  5. Zaengli et al. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. 8thed. McGraw Hills Professional : 2012. Chapter 80.  Acne Vulgaris and Acneiform Eruption. p 897-915
  6. Warsitaatmadja, Sjarif M. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi Keenam. Jakarta : Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: 2010. Akne, Erupsi Akeiformis, Rosasea, Rinofima. h 253-259
  7. Shen  et al. Prevalence of Acne Vulgaris in Chinese Adolescents and Adults:A Community-based Study of 17,345 Subjects in Six Cities. Acta Derm Venereol 2012; 92: 40–44
  8. Acne Health Center. Web MD . 2011 Available from  http://www.webmd.com
  9. Acne. Mayo Clinic. 2011. Availiable from http://www.mayoclinic.com
  10. Abulnaja, Khalid O., Oxidant/Antioxidant Status in Obese Adolescent Female with Acne Vulgaris. Indian J Dermatol 2009:54(1):36-40 DOI: 10.4103/0019-5154.48984
  11. Ismail et al. High glycemic load diet, milk and ice cream consumption are related to acne vulgaris in Malaysian young adults: a case control study. BMC Dermatology 2012, 12:13 http://www.biomedcentral.com/1471-5945/12/13
  12. Adebamowo et al. High School Dietary Dairy Intake and  Teenage Acne. J Am Acad Dermatol 2005;52:207-14.