Sepertiga penduduk dunia terinfeksi kuman TBC. Namun, hanya sebagian kecil dari mereka yang akan berkembang menjadi penyakit tuberkulosis. Penyakit ini telah menginfeksi sekitar 8,6 juta orang di dunia mengidap penyakit tuberkulosis dan 1,3 juta diantaranya meninggal dunia akibat penyakit ini. Indonesia merupakan negara keempat dengan penderita tuberkulosis terbanyak di dunia dengan angka prevalensi penyakit ini setinggi 760.000 di tahun 2012. Banyak orang di dunia termasuk di Indonesia yang mengidap tuberkulosis namun terabaikan. Mereka adalah orang-orang yang tidak terjangkau oleh pelayanan kesehatan. Mengapa? Karena mereka tidak tahu kapan dan mengapa harus berobat, karena mereka terpinggirkan, terdiskriminasi dan dicap sebagai stigma sosial! Tapi nyatanya, TBC adalah penyakit yang bisa disembuhkan! Masyarakat banyak salah kaprah sehingga menimbulkan konflik dan menyudutkan para penderita tuberkulosis. 10 Fakta Penyakit TBC
  1. Kamu tidak sendirian – 8,6 juta orang di dunia menderita TB di tahun 2012 dan TBC adalah penyakit yang bisa dicegah dan disembuhkan
  2. TBC bisa berakibat fatal – 1,3 juta penduduk dunia meninggal akibat TB di tahun 2012 dan TB adalah penyakit menular pembunuh pertama di dunia. Kematian akibat TB 95% terjadi di negara dengan pendapatan per kapita rendah dan menengah. TBC adalah pembunuh ketiga terbanyak pada wanita usia 15-44 tahun.
  3. Anak rentan terhadap TBC – 74 ribu anak dengan HIV negatif di dunia meninggal akibat TBC di tahun 2012. Penyakit tuberkulosis pada anak-anak sering terlewatkan karena sulit terdiagnosa. Selain itu, pengobatan TBC pada anak juga susah. Sekitar 10 juta anak di dunia menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat TBC.
  4. TBC pembunuh utama pengidap HIV positif – 1 dari 4 orang dengan HIV positif meninggal akibat tuberkulosis. Tapi di tahun 2005-2011, sebanyak 1,3 juta nyawa diselamatkan berkat program koordinasi pelayanan TB dan HIV untuk deteksi, cegah dan obati kedua penyakit infeksi ini.
  5. Angka kematian akibat TBC menurun 45% sejak tahun 1990 – Brazil dan Cina menunjukkan penurunan kasus tuberkulosis secara berkesinambungan selama 20 tahun terakhir dan pada periode ini, Cina berhasil menurunkan angka kematian akibat penyakit ini sebanyak 80%.
  6. 80% kasus TBC di dunia tahun 2012 berada di 22 negara – Tuberkulosis ditemui di semua negara. Tahun 2012, 60% tuberkulosis kasus baru ditemukan di Asia. Afrika bagian sub-sahara merupakan tempat dengan rasio kasus baru per kapita tertinggi di dunia. Belum ada satu pun negara di dunia yang berhasil mengentaskan penyakit ini.
  7. Multidrug-resistant TB (MDR-TB) atau TBC yang resisten terhadap berbagai obat TIDAK bisa diobati dengan terapi standar dan sulit untuk diobati sehingga biaya pengobatannya mahal – MDR-TB disebabkan karena penggunaan obat-obatan anti tuberkulosis secara tidak tepat dan tidak benar. MDR-TB ditemukan di semua negara di dunia.
  8. 450.000 orang menderita MDR-TB di tahun 2012 – Selain MDR-TB bahkan ditemukan jenis kuman TBC yang sangat kebal dengan berbagai obat, Extensively drug-resistant TB (XDR-TB). Penyakit XDR-TB ini kebal terhadap hampir semua obat, hanya sedikit obat yang bisa berespon terhadap kuman TB jenis ini.
  9. Sejak tahun 1995 sudah sebanyak 56 juta pasien TBC berhasil diobati – 22 juta orang di dunia telah diselamatkan sejak tahun 1995 melalui program DOTS dan stategi Stop TB.
  10. Saat ini dunia sudah berjalan sesuai rencana untuk mencapai 2 tujuan global strategi TBC, hanya negara-negara Eropa dan Afrika yang tidak sesuai rencana – dengan Millenium Development Goals atau MDGs diharapkan bisa menghentikan atau membalikkan insidensi tuberkulosis secara global dan dengan kerjasama bersama The Stop TB diupayakan untuk menurunkan angka kematian hingga setengahnya.
  Sumber: WHO | 10 facts about Tuberculosis. [homepage on the Internet]. March 2014 [cited 2014 Mar 21]. Available from: WHO, Web site: 10 facts about tuberculosis