Anda tentu sudah sering mendengar tentang penyakit Hepatitis B (Hep B), yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Mengapa penyakit ini penting untuk diketahui? Hepatitis B merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Orang seringkali tidak menyadari dirinya terinfeksi Hepatitis B karena perjalanan penyakit sangat lambat dan cenderung tanpa gejala. Hampir 80% orang yang terinfeksi tidak tahu bahwa mereka membawa virus Hepatitis B dalam tubuhnya. Penularan hepatitis B dapat terjadi secara vertikal (dari ibu ke janin) atau horisontal (dari orang lain) melalui darah dan cairan tubuh.   Karena itulah Indonesia pun merupakan negara dengan angka Hepatitis B yang tinggi. Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, 9,4% (25-30 juta) penduduk Indonesia terinfeksi Hepatitis B, ke-3 terbanyak di Asia setelah Cina dan India. Sekitar 1,5 juta orang meninggal per tahun akibat Hepatitis B atau C. Orang dewasa yang terinfeksi hepatitis B biasanya sembuh sempurna meskipun tanda dan gejalanya berat, hanya 5-10% akan menjadi kronik. Masalahnya, bayi dan anak bila terinfeksi memiliki 90% kemungkinan menjadi hepatitis B kronik, 25% kerusakan hati total di saat ia dewasa, dan menjadi kanker hati di kemudian hari.   Meskipun belum ada obat untuk menyembuhkan hepatitis B, vaksin dapat sangat bermanfaat dalam mencegah penyakit ini. Pemerintah telah memasukkan imunisasi hepatitis B ke dalam program imunisasi rutin secara nasional sesuai dengan anjuran WHO. Imunisasi merupakan kunci perlindungan terhadap virus Hepatitis B.   Pada ibu hamil, penting sekali untuk memeriksa status infeksi virus hepatitis B (HbsAg). Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan pada pemeriksaan kehamilan pertama dan kemudian diulang kembali sebelum persalinan. Ibu yang terinfeksi hepatitis B memiliki 90% kemungkinan menginfeksi bayinya. Imunisasi adalah kunci untuk memutus rantai penularan ini. Bayi akan diberikan dua macam vaksin, yaitu hepatitis B dan imunoglobulin terhadap hepatitis B. Imunisasi ini sangat efektif. Bayi dari ibu yang terinfeksi Hepatitis B, yang hanya mendapat vaksin Hep B saja saat lahir tanpa imunoglobulin, sudah akan terlindung pada 70%–95% kasus.   Oleh karena itu vaksinansi hepatitis B pada bayi baru lahir sangat penting untuk diberikan. semua bayi baru lahir harus sudah divaksinasi hepatitis B sebelum pulang dari rumah sakit, terbaik dalam waktu kurang dari 12 jam setelah lahir. Menunda vaksinasi Hepatitis B hingga saat kontrol pertama kali ke poliklinik mungkin akan terlambat untuk mencegah penularan Hepatitis B pada bayi, baik dari ibu maupun dari teman dan anggota keluarga lain yang tidak mengetahui diri mereka terinfeksi hepatitis B. Tentu ada beberapa perkecualian untuk bayi dengan kondisi tertentu, sesuai petunjuk dokter. Imunisasi hepatitis B harus diulang saat bayi berusia 1 bulan dan 6 bulan.   Selain pada bayi, imunisasi Hepatitis B diberikan kepada ibu hamil dan beberapa kelompok yang berisiko tinggi terpapar virus Hepatitis B, antara lain pasien yang menjalani cuci darah, tenaga medis, serta kelompok dengan perilaku risiko tinggi (pengguna jarum suntik, seks tanpa perlindungan). Pada kelompok ini disarankan untuk memeriksa status infeksi terhadap Hepatitis B, dan dilakukan vaksinasi booster atau vaksinasi ulangan.   Pastikan Anda melindungi diri Anda dan buah hati Anda dengan vaksinasi hepatitis B, dan hindari perilaku yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi Hepatitis B.