Pro Kontra Imunisasi Anak

Mengingat Pekan Imunisasi Nasional tengah berlangsung saat ini, akan lebih baik jika masyarakat luas mengerti tentang pentingnya imunisasi Polio dan imunisasi anak lainnya bagi anak-anak Indonesia. Setelah dinobatkan sebagai Negara Bebas Polio oleh WHO pada tahun 2014, pada tanggal 8-15 Maret ini pemerintah Indonesia yang bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia mengadakan pelayanan imunisasi Polio gratis di seluruh Indonesia. Ketika angin segar ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak Indonesia, beredar pula rumor tentang vaksin Polio yang dibuat dari babi! Banyak orang tua pun merasa ketakutan hingga bahkan ada yang memutuskan untuk tidak imunisasi Polio anaknya sama sekali!

CdRNd_sUsAAJojY

Melihat dampak yang diberikan dari rumor buruk tersebut, tim TanyaDok bersama teman sejawat yang tergabung dalam komunitas yang sama memutuskan untuk menggelar Twitter Health Talk #THT di Twitter TanyaDok (@tanyadok) dan secara dalam mengupas seluk beluk Imunisasi Polio. Kebetulan baru saja #THT berjalan dengan sukses dan semoga kekhawatiran Sobat TanyaDok sirna dengan mengikuti health talk tersebut. Health talk kali ini mengundang dokter anak, dr. Vicka Farah Diba, SpA yang merupakan dokter anak lulusan UGM yang sekarang aktif melakukan praktek di  Sangatta, Kalimantan Timur. Selain sibuk praktek dan urus buah hati dr Vicka jg aktif melakukan edukasi melalui web pribadinya.

Bagi Sobat yang tidak sempat mengikuti, ini dia rangkumannya.

TanyaDok: Nah dok, mengawali #THT #Imunisasi kali ini, kami ingin bertanya, apa fungsi imunisasi sebenarnya?

Dr. Vicka: Fungsi imunisasi yang pertama adalah meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan anak sehingga mampu melawan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin tersebut. Fungsi yang kedua adalah mencegah penyebaran penyakit ke anak lain di sekitarnya sehingga mencegah terjadinya wabah penyakit.

TanyaDok: Tapi, kenapa beberapa anak yg tidak ikut imunisasi tetap sehat sampai dewasa?

Dr. Vicka: Anak yang tidak mendapat imunisasi, ketika ada wabah, lebih banyak yang sakit berat, meninggal atau cacat. Anak yang tidak imunisasi juga dapat menyebarkan kuman ke anak lain sehingga menimbulkan wabah yang menyebabkan cacat atau kematian lebih banyak. Imunisasi terbukti efektif mencegah sakit berat, kematian atau cacat akibat penyakit-penyakit tersebut.

TanyaDok: Apa bedanya imunisasi dengan vaksinasi, dok?

Dr. Vicka: Imunisasi adalah proses untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Imunisasi juga merupakan istilah yang lebih umum untuk proses kekebalan tubuh. Sementara itu vaksinasi adalah proses imunisasi dengan menggunakan zat (kuman, racun kuman yang telah dilemahkan/dimatikan), yang dapat merangsang sistem imun. Jadi vaksinasi adalah bagian dari imunisasi.

TanyaDok: Apa yang terjadi dengan kuman yang dimasukkan ke dalam tubuh anak saat imunisasi?

Dr. Vicka: Zat yang dimasukkan dalam imunisasi dapat merangsang sistem imun untuk memproduksi antibodi spesifik yang dapat bertahan lama.

TanyaDok: Apakah i#Imunisasi dapat menyebabkan Autis?

Dr. Vicka: Sampai saat ini belum ada bukti yang menyokong bahwa imunisasi (jenis imunisasi apapun) dapat menyebabkan autisme. Badan Kesehatan Dunia (WHO) maupun Departemen Kesehatan RI tetap merekomendasikan pemberian semua imunisasi sesuai jadwal.

TanyaDok: Apakah vaksin polio haram karena mengandung babi?

Dr. Vicka: Vaksin polio injeksi, bukan polio tetes dalam proses pembuatannya menggunakan enzim, tetapi hasil akhir tidak terdeteksi unsur babi. MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa #Imunisasi halal dan bahkan MUI juga mendukung #PIN2016

TanyaDok: Kalau #Imunisasi halal dan aman, siapa saja dok, yg perlu imunisasi?

Dr. Vicka: Anak usia 0-12 bulan harus mendapatkan suntikan delapan vaksin yaitu BCG, Hepatitis B, DPT, Polio, Hib, PCV dan Campak. Selanjutnya #imunisasi penyokong (booster) dan imunisasi untuk anak di sekolah.

TanyaDok: Mengapa ada anak yang demam paska #Imunisasi dan ada anak yang tidak?

Dr. Vicka: Setelah #imunisasi dapat timbul kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) demam, bengkak, rewel yang hilang dengan pemberian obat.

Nah itu tadi interview sedikit antara tim TanyaDok dengan dr. Vicka. Selanjutnya masuk ke pertanyaan yang dilemparkan oleh Sobat TanyaDok:

Pertanyaan 1

Batita yang sedang demam karena flu apa bahaya kalau diimunisasi polio?

Jawaban:

Bila anak sedang batuk pilek TANPA demam, anak tetap BOLEH mendapat imunisasi polio oral. Bila anak demam atau sakit berat lainnya, maka imunisasi polio oral DITUNDA. Imunisasi polio diberi setelah anak sembuh.

Pertanyaan 2

Mengapa masih perlu #Imunisasi? Secara normal tubuh kan bisa menghasilkan imun secara alamiah.

Jawaban:

#Imunisasi selain bermanfaat untuk diri sendiri juga bermanfaat untuk mencegah penyebaran penyakit dan wabah. Meskipun ASI memiliki faktor kekebalan tubuh, menyusui tidak boleh dianggap sebagai pengganti #Imunisasi. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberi ASI dan #Imunisasi menghasilkan tingkat antibodi yang lebih tinggi. Imunisasi terbukti efektif mencegah sakit berat, kematian atau cacat akibat penyakit-penyakit tersebut.

Nah, itu tadi sesi Twitter Health Talk bersama dr. Vicka Farah Diba, SpA tentang Pro dan Kontra Imunisasi Anak. Semoga keraguan para orang tua di luar sana segera sirna dan sukseskan Pekan Imunisasi Nasional 2016!