[caption id="attachment_11180" align="alignright" width="174"] dr. Ariani Dewi Widodo, SpA[/caption] Sobat DokterAnda, selamat datang di dokumentasi #TalkKids bersama dr. Ariani Dewi Widodo, SpA mengenai topik yang dibahas di #TalkKids, #TalkKids adalah online talkshow yang bisa disimak oleh Sobat sekalian di akun facebook TDA dan Twitter TDA di @tanyadok. Selamat menyimak di Tanya Jawab #TalkKids edisi 4 ini! Imunisasi Secara Umum Apakah imunisasi harus diberikan secara lengkap? Ada berbagai macam penyakit yang dapat menjangkiti kita dan anak kita, dan untuk penyakit-penyakit yang merupakan beban masyarakat atau berpotensi menimbulkan komplikasi yang berat, manusia berupaya membuat perlindungan dengan menciptakan vaksin melalui usaha yang keras, panjang, dan memakan biaya yang tidak sedikit. Jenis vaksinasi akan terus bertambah seiring berjalannya waktu, sesuai dengan kebutuhan pada saat itu. Sebagai contoh, banyak kejadian diare berat yang merenggut nyawa bayi dan anak akibat virus, maka sekarang tersedia vaksinnya. Demam berdarah yang juga sangat berbahaya dan angka kesakitan dan kematiannya tinggi, juga sekarang sedang dalam tahap penelitian untuk vaksin DBD. Maka, untuk mengatakan imunisasi harus diberikan lengkap agak sulit, karena kriteria lengkap sekarang dan nanti mungkin berbeda. Yang jelas, imunisasi yang kita berikan sesuai dengan kemampuan manusia saat ini, diharapkan dapat setidaknya melindungi anak dan dewasa (imunisasi dewasa juga ada lho) dari penyakit yang berat dan dapat mengancam nyawa. Banner_e-Book_p3kanak Dok, anakku 7 bulan dok. Imunisasinya belum lengkap. Jadi ragu dok untuk membawa anak imunisasi, gara-gara banyak info yang simpang siur, seberapa penting sih imunisasi itu?? Ada yang bilang malah anak jadi gampang sakit, neneknya sih yang agak rewel, katanya "Zaman dulu tidak ada anak-anak mama divaksin mereka toh baik-baik saja sampai sekarang." Memang imunisasi itu tidak ada buktinya kalau untuk satu orang secara pribadi, baru dapat dilihat kalau kita memperhatikan statistik skala besar secara keseluruhan. Imunisasi itu sebenarnya seperti asuransi, jadi memberikan perlindungan jangan sampai, amit-amit, terkena penyakit berat. Apakah kalau tidak imunisasi ia pasti kena penyakit berat? Belum tentu. Mungkinkah ia baik-baik saja meskipun tidak imunisasi? Mungkin sekali dan semoga. Namun, sekali terkena infeksi berat, menyesalnya seumur hidup. Apa salahnya kita berikan perlindungan yang tidak seberapa sulitnya kita lakukan, sebagai investasi jangka panjang dan bentuk tanggung jawab kita sebagai orang tua? Melindungi dari orang jahat kita mungkin bisa, tapi melindungi dari kuman jahat yang sewaktu-waktu ia hirup dari udara, apa bisa? Dokter, saya mau tanya: sebenarnya imunisasi yang benar dan lengkap itu ada berapa ya? Soalnya saya hanya memberi anak saya imunisasi dari posyandu yang cuma sampai 9 bulan itu dok. Anak saya sekarang sudah umur 2,5thn. Sebenarnya ada tambahan lagi tidak, atau kurang apa gitu imunisasinya, dan harus mengulang imunisasi lagi kapan? Terima kasih dok. Halo bunda, jadwal imunisasi dapat dilihat di Panduan dari IDAI, tahun 2010, dan terbaru ada tahun 2011. Imunisasi hingga 9 bulan masih belum cukup Mbak, karena diperlukan imunisasi booster yang berfungsi menguatkan respon pertahanan tubuh sehingga bertahan dalam waktu lama. Jadi saya harus bagaimana dok? Harus ke dokter anak kah? Kemudian maaf dok, saya takut imunisasi ke dokter soalnya mahal. Saya tahu dari cerita teman-teman yang membawa anaknya imunisasi ke dokter, katany dari 500 ribu sampai 1 juta rupiah dok. Berat bagi saya dok. Begini bunda, sebagian besar imunisasi yang penting sudah disubsidi oleh pemerintah. Artinya, biaya imunisasi tersebut sangat rendah atau bahkan gratis untuk beberapa vaksinasi, hanya membayar biaya administrasi Puskesmas atau konsultasi dokter di Puskesmas. Vaksin tersebut sama baiknya, jadi tidak perlu khawatir. Memang ada beberapa jenis imunisasi yang belum disubsidi oleh pemerintah, karena banyak pertimbangan. Beberapa di antaranya adalah beban penyakit tersebut untuk Indonesia secara spesifik, ketersediaan vaksin secara berkesinambungan (sekali sudah diadakan program pemerintah, suplai vaksin tidak boleh terputus hingga ke pelosok Indonesia). Jadi, sekali lagi, setidaknya program pemerintah yang tersedia, dengan kata lain imunisasi yang murah, sudah cukup lumayan untuk memberikan perlindungan terhadap anak-anak kita. Syukur-syukur ada rejeki lebih, bisa berikan imunisasi yang lain. Tapi imunisasi yang sudah tersedia monggo digunakan, sampai ke booster-boosternya (usia 1,5 tahun ke atas), termasuk program imunisasi yang sudah dilakukan di sekolah-sekolah. Apakah tidak berlebihan dok imunisasi begitu banyaknya? Orang dulu yang tidak imunisasi toh baik-baik saja dok? Bunda yang baik, memang namanya ilmu pengetahuan terus berkembang. Kalau dulu banyak kematian dan cacat yang disebabkan oleh cacar dan campak, radang otak, dan radang paru misalnya, sekarang angka ini sudah jauh berkurang dengan adanya imunisasi. Barangkali di lingkungan sekitar Anda tidak ada yang mengalami itu, namun statistik secara bermakna menunjukkan penurunan angka cacat dan kematian akibat berbagai penyakit dengan vaksinasi. Nah, kalau sempat coba bunda buka link http://www.wellsphere.com/genetics-article/which-is-greater-threat-measles-or-autism-by-jeffrey-dach-md/367766 dan perhatikan grafik kedua (bagian bawah), terlihat jelas bagaimana menurunnya tingkat kematian akibat campak sejak vaksin MMR diperkenalkan. Dok, apa benar kalau mutu imunisasi di puskesmas ama di spesialis beda? Apa vaksinnya beda? Saya pernah baca artikel anak dibawa imunisasi ke RS mahal kok autis juga? Mohon penjelasannya dok. Jenis imunisasi yang diberikan di puskesmas dan dokter spesialis kadang berbeda dari segi GENERIK atau MERK. Imunisasi di puskesmas mendapat subsidi pemerintah sehingga harganya sangat murah dan bahkan ada yang gratis (hanya membayar biaya konsultasi/pendaftaran puskesmas). Namun dari segi efektivitas, sama saja. Puskesmas memiliki standar penyimpanan vaksin yang terkontrol, dan vaksin sama baiknya. Tidak ada kaitan antara vaksin dengan autisme yang terbukti hingga saat ini, apalagi antara HARGA vaksin dengan autisme :) Dokter, numpang tanya apakah anak usia 13 tahun dan 11 tahun masih perlu imunisasi lagi? Kalau iya imunisasi apa ya?  Halo bunda, saya tidak tahu imunisasi apa saja yang pernah didapat anak-anak selama ini. Namun menilik usianya, kalau saya asumsikan imunisasi sebelumnya lengkap hingga usia 6 tahun, perlu dilakukan pemberian vaksinasi Hepatitis B ulangan (booster) serta tetanus toxoid, terutama bila anaknya perempuan. Vaksin influenza perlu diberikan setahun sekali dan vaksin tifoid (typhus) sebaiknya tiga tahun sekali. Maaf dok, anak saya berumur 1 tahun 6 bulan, tapi anak saya tak pernah imunisasi. Setiap jadwal selalu sakit. Jadi bagaimana dok? Usianya sekarang 18 bulan, tapi belum pernah imunisasi karena sering sakit ya. Kalau begitu, sebaiknya dilakukan kejar imunisasi (pemberian imunisasi dengan jadwal khusus karena sudah terlambat), yaitu jadwalnya disesuaikan. Apakah sekarang ia sedang sakit? Kalau sehat, segeralah bawa ke dokter anak terdekat, agar dibuatkan jadwal kejar imunisasi. Mengenai pertumbuhannya sebetulnya tidak ada masalah Ayah, karena vaksinasi tidak mempengaruhi pertumbuhan. Hanya, kita ingin melindungi anak Anda yang cantik sekali itu dari penyakit-penyakit berbahaya. Salam untuk si kecil ya.   Imunisasi Polio Saya bidan mau tanya, tadi siang waktu saya Posyandu ,saya memberikan vaksinasi pada bayi yang berumur 2 bulan. Saya memberikan suntikan BCG dan meneteskan Polio, yang mau saya tanya pada saat saya meneteskan polio pada ke mulut bayi, langsung bayi tersebut muntah. Apa penyebabnya ya dok? Apakh itu sah atau harus diulang? Trims dok. Bila muntah terjadi langsung pada saat itu juga, kemungkinan besar imunisasi yang diberikan tidak masuk. Muntah mungkin terjadi karena bayi memang kebetulan muntah (perut tidak enak?) atau barangkali rasa vaksin polio yang ia tidak sukai (biasanya sih jarang terjadi karena hampir tidak ada rasanya). Kalau memang muntah terjadi langsung setelah penetesan, boleh diulang. Kalau bayi sekarang sudah pulang, beri jarak saja sekitar 2-3 minggu.   Imunisasi Hepatitis B Hai, mau nanya. Apa betul vaksin hepatitis B ke-2 dan ke-3 untuk bayi sebaiknya berjarak minimal 3 bulan? (Suntik ke-2 di umur 2 bulan, kemudian baru diulang saat umur 6 bulan? Apabila terlanjur hanya berjarak 2 bulan, apakah harus diulang? Terima kasih. Tidak perlu diulang, tidak apa-apa. Memang umumnya vaksin kedua dan ketiga diberikan dengan jarak 5 bulan, tapi yang jelas tidak perlu diulang.         Imunisasi BCG Dok saya mau tanya kalau imunisasi buat bayi yang disuntik di lengan apa emang harus berbekas? Kalau tidak ada bekasnya bagaimana dok? Apa musti di lang lagi? Untuk penyuntikan BCG biasanya memang menimbulkan reaksi berupa radang dan nanah, kira2 3 minggu setelah penyuntikan, yang menandakan bahwa terdapat reaksi imun (kekebalan tubuh) terhadap imunisasi yang diberikan. Tapi tidak langsung ya, jadi 3 minggu kemudian barulah timbul reaksi tersebut.   Imunisasi DPT Dok, anak saya 4 bulan waktu itu lagi flu dan langsung disuntik DPT. Nah, sampai sekarang anak saya masih flu. Sebenarnya boleh tidak imunisasi kalau saat flu? Biasanya dokter akan menilai, seberapa tingkat sakit anak saat itu dan apakah kira-kira cukup fit untuk diberikan imunisasi. Imunisasi sebaiknya diberikan saat anak sedang sehat agar mendapatkan hasil respon imun yang maksimal, terutama bila yang diberikan vaksin hidup. Namun tentu bukan imunisasi DPT yang membuat anak Anda masih flu sampai sekarang. Dok, anakku kemarin imunisasi DPT yang "tidak panas" tapi kok sampai rumah tetap panas ya? Padahal sudah bayar lebih mahal untuk yang "tidak panas". Itu kenapa ya? Bunda, sayangnya di dunia ini tidak ada yang dapat menjamin seratus persen bahwa anak yang divaksin akan "tidak panas". Vaksinasi yang diklaim "berisiko lebih rendah" untuk mengalami demam, adalah karena beberapa komponen kuman yang menyebabkan demam telah diproses dan dibuang, dan proses tambahan inilah yang menyebabkan harga vaksin menjadi lebih mahal. Namun, "demam" disebabkan oleh reaksi pertahanan tubuh terhadap vaksinasi yang diberikan, yang tidak dapat ditentukan tingkatnya pada setiap anak, tergantung kondisi kesehatannya. Kalau anak bunda demam, satu hal yang dapat disimpulkan: tubuhnya memiliki reaksi pertahanan tubuh yang BAGUS, dan vaksin yang diberikan tidak percuma. Satu catatan penting, vaksin DPT yang "tidak panas" masih dapat menyebabkan demam pada 10-20% anak. Dok, mau tanya jadwal DPT4+Polio4 untuk usia anak 18bln, sebagai booster. Jika anak kita tak disuntik pada 18 bulan, berarti titernya habis. Apakah nanti DT untuk usia 5 tahun masih perlu atau ulang imunisasi dari awal. Anak saya sudah berumur 3 tahun? Tidak perlu diulang bunda, hanya nanti barangkali pertahanan tubuhnya tidak semaksimal apabila dilakukan dengan jadwal yang tepat. Tapi bukan berarti yang kemarin-kemarin tidak bermanfaat lho. Nah, tidak perlu menunggu 5 tahun, sekarang saja diimunisasi yang keempat (yang seharusnya usia 18 bulan), insya Allah hasilnya lebih baik.   Imunisasi MMR Perlukah imunisasi MMR? MMR berfungsi melindungi dari penyakit campak, gondongan, dan campak Jerman (rubella) yang berpotensi menimbulkan banyak komplikasi di antaranya radang otak, infertilitas (kemandulan-red), dll. Kapan imunisasi MMR diberikan? Apa benar membuat autis? Hi, imunisasi MMR sebaiknya diberikan dua kali, pertama kali usia 15-18 bulan dan kedua pada usia 4-6 tahun. Mengenai kekhawatiran akan menyebabkan autis, silakan baca artikel TDA di /featured/2011/09/benarkah-vaksin-mmr-membuat-autisme Dok, apakah anak yang sudah pernah dapat MMR masih perlu booster campak? Pertanyaan yang bagus. Campak diberikan pada usia sekolah dalam program BIAS (bulan imunisasi anak sekolah) sebagai program pemerintah. Yang jelas, booster imunisasi campak will do no harm alias tidak berbahaya bagi anak yang sudah pernah mendapat MMR, justru akan memperkuat efek imunisasi sebelumnya. Kalau anak saya sekarang sudah usia 6,5 tahun dan belum pernah mendapat vaksin MMR, bagaimana dok? Untuk anak di atas 6 tahun dan belum pernah mendapat vaksin MMR, dilakukan kejar imunisasi yakni dengan pemberian vaksinasi MMR dengan jarak 4 minggu (1 bulan). Dok, katanya kalau mau MMR anaknya harus sudah bisa bicara ya? Kan itu iberikan pada anak di atas 2 thun tapi kalau ia belum bisa bicara bagaimana ya? Apakah ada pengaruhnya? Ada efek sampingnya? Sebetulnya tidak demikian. Ide bahwa MMR diberikan setelah anak bisa bicara juga merujuk pada ketakutan bahwa MMR menyebabkan autisme, karena salah satu gejala autisme adalah keterlambatan bicara. Jadi diasumsikan, kalau sudah pintar bicara berarti bukan autis, dan dapat diberikan MMR. Tapi sekali lagi, coba baca artikelhttp://www.tanyadokteranda.com/featured/2011/09/benarkah-vaksin-mmr-membuat-autisme   Dok, anakku sudah suntik MMR, tapi tetap saja kena gondingan. Kenapa ya dok? Terima kasih atas pertanyaannya. Vaksinasi bukan berfungsi untuk 100% mencegah, namun melindungi anak agar risiko terkena infeksi berkurang dan kalaupun terkena tidak menyebabkan komplikasi yang serius. Jadi, tetap saja ia bisa terkena campak, gondongan, dan rubella, namun semoga tidak akan terkena berbagai komplikasi menyeramkan yang dapat ditimbulkan penyakit2 tersebut, dan tingkatnya juga lebih ringan, kecuali pada keadaan tertentu apabila anak dalam keadaan sangat lemah. Bukannya MMR mengandung merkuri? Berbahaya bukan dok? Sebagian besar vaksin mengandung merkuri, karena manfaatnya sebagai pengawet. Kalau tidak, vaksin tersebut tidak akan bertahan. Namun, dosisnya tentu tidak sembarangan, sudah melewati berbagai penelitian yang dinyatakan aman. Masalahnya, merkuri inilah yang dituduh menyebabkan autisme, padahal belum terbukti secara ilmiah hingga sekarang.   Imunisasi Hib Dok, bayi saya 22 bulan. Dia sudah imunisasi Hib 2x. Saya perlu imunisasi yang ke-3 tidak? Perlukah imunisasi flu? Halo bunda, memang vaksinasi Hib sebaiknya diberikan 3x untuk memperkuat efek imunitas yang dimiliki, agar 2 vaksinasi yang diberikan sebelumnya tidak percuma. Vaksin influenza sebaiknya diberikan, karena selain melindungi diri sendiri juga dapat menghindarkan terjadinya mutasi virus yang 'menumpang terjadi' di tubuh kita, sehingga dapat melindungi komunitas. Anak saya 15 bulan, kalau saya lihat di buku sehat usia ini waktunya MMR. Tapi ada juga ulangan HiB yang ke 4 (kemarin sudah dikasih HiB sejak usia 2,4,6 bulan) ini yang sebaiknya didulukan yg mana ya dok? HiB ke-4 atau MMR? Pemberian vaksin itu ada range waktunya, jadi tidak pas sekali tidak apa-apa asal tidak terlalu jauh. Vaksin MMR pertama dapat diberikan usia 15-18 bulan (direkomendasikan), dan ulangan HiB juga tidak apa-apa hingga usia 18 bulan, dapat dilakukan bergilir atau bisa juga dilakukan bersamaan (dua kali suntik sekali datang).   Imunisasi Campak Dok, apakah bayi yang terkena campak sebelum imunisasi campak boleh diberikan imunisasi saat 9 bulan? Hallo bunda, tidak perlu diberikan imunisasi lagi. Saya mau tanya dok, mengenai imunisasi campak anak saya yang terlewat di usia 9 bulan dan pengulangannya juga sama sekali belum pernah, sekarang usianya sudah 5 tahun. Bagaimana itu ya dok? Kalau usia sudah 5 tahun, sebaiknya diberikan saja vaksin MMR. Nanti ia akan mendapat vaksin campak lagi di sekolah pada usia 6 tahun (kelas 1 SD).   Imunisasi IPD Kalau imunisasi IPD tidak lengkap bagaimana ya? Perlindungannya maksimal tidak? Atau harus diulang dari awal lagi? Usia anak saya sekarang 3tahun baru 1x imunisasi IPD. Rekomendasi vaksin dibuat sesuai dengan anjuran untuk memperoleh perlindungan yang maksimal. Saya perlu tahu dulu kapan ia pertama kali diimunisasi IPD.  
Disarikan dari TalkKids, 16 September 2011.