[caption id="attachment_11180" align="alignright" width="174" caption="dr. Ariani Dewi Widodo, SpA"][/caption] Sobat DokterAnda, kini TDA akan melakukan liputan dan dokumentasi terhadap pertanyaan Sobat bersama dr. Ariani Dewi Widodo, SpA mengenai topik yang dibahas di #TalkKids, #TalkKids adalah online talkshow yang bisa disimak oleh Sobat sekalian di akun facebook TDA dan Twitter TDA di @tanyadok. Selamat menyimak di Tanya Jawab #TalkKids edisi 2 ini! Saya Susah Mengajari Si Kecil Berpuasa saat Ramadhan Dok, anak saya kalau puasa malah sering lapar minta makan. Sebaliknya kalau bukan bulan puasa disuruh makan malah kadang tidak mau. Bagaimana ini dok? dr. Ariani: Hahaha, namanya juga anak-anak. Apalagi usia balita dan di atasnya, sudah banyak akal dan keinginannya. Tidak apa-apa, yang penting ajarkan anak esensi sebenarnya dari bulan Ramadhan, bahwa maksudnya adalah menahan diri. Coba buat kesepakatan mengenai jadwal berpuasa, boleh tawar-menawar terutama bila anak belum usia wajib berpuasa. Yang penting, ia harus berusaha konsisten memenuhi apa yang sudah dijanjikannya (disepakati bersama). Demikian pula orangtua jangan mencoba memperpanjang waktu yang disepakati. Pada saat waktunya berakhir, biarkanlah ia berbuka. Nanti secara bertahap anak dapat ditawarkan untuk memperpanjang, bila ia bersedia. Anakku sudah berumur 3 tahun tapi masih sulit menjelaskan padanya tentang puasa. Bagaimana dok? Tidak apa2 Bunda, pelan-pelan saja. Memang ia belum harus memahami dengan baik karena usianya yang masih muda. Tetaplah menjelaskan dengan sabar, dan ikut sertakan ia dalam kegiatan sahur dan berbuka. Lama-lama dengan bertambahnya usia, ia mungkin akan menyatakan keinginannya sendiri untuk ikut berpartisipasi. Anak saya laki-laki umur 5 tahun 8 bulan. Pada hari pertama puasa jadwalnya seperti saran dokter (Bila diinginkan, dibuat jadwal puasa 2 tahap dalam sehari, misal: stelah sahur-siang, kemudian makan siang dan berpuasa kembali sampai buka.-red). Tapi karena ia lihat jadwal puasanya beda sama mama dan papanya, mulai hari kedua sampai sekarang (sudah 2 minggu-red), ia sudah puasa sampai magrib. Ia tak mau lagi ikut jadwal puasa yang saya buat pada hari pertama. Apakah tak berbahaya bagi kesehatannya bila puasa penuh? Soalnya ia ngotot mau puasa, bagkan kalau tak dibangunkan sahur, ia nekat puasa tanpa sahur. Halo Bunda, senang sekali punya putra yang begitu bersemangat menjalankan ibadah puasa. Luar biasa, pada usia yang begitu muda. Kita tentu tidak ingin mematahkan semangatnya, namun perhatikan baik-baik gizi yang didapatnya. Artinya, Bundanya punya kewajiban lebih dalam mempersiapkan menu sahur dan berbuka puasa, agar memenuhi kebutuhannya dalam sehari. Bila Bunda mau, pada siang hari boleh tanyakan, apakah ia ingin sedikit snack sebagai selingan? Kita bukan 'nyetanin' anak supaya batal puasanya lho... hanya memastikan bahwa ia tetap mendapat asupan yang cukup untuk tumbuh kembangnya, terutama pertumbuhan otak, karena usianya yang masih sangat muda. Kenapa ya anakku belum mau puasa penuh. Padahal ia sudah kelas 2 SD loh. Kalau boleh tahu ada berapa putra/putrinya Mbak? Barangkali contoh dari peer group alias teman-teman dan saudara seusianya kurang ia dapatkan, dalam arti tidak 'seru' rasanya baginya, dan lebih merupakan suatu kewajiban. Tidak apa-apa, jangan dipaksakan, nanti malah penolakannya semakin besar. Seringkali akan lebih berhasil kalau ia diajak diskusi dan ditanyakan, apa yang menjadi keberatannya dalam menjalankan puasa? Tidak perlu penuh, ajaklah untuk berpuasa setengah hari atau dibagi dalam dua sesi (boleh makan siang), waktunya boleh ia yang menentukan pada awalnya. Bila berhasil, berikan pujian. Kalau sudah baik, tanyakan apakah ia mau mencoba tantangan untuk menambah jam berpuasa. Sekali lagi, tidak perlu dipaksa atau ditegur ya. Anakku Susah Belajar, Dok! Bunda I: Anakku susah diajari kebiasaan baik dok! Bunda II: Anakku  kalau di rumah susah belajar berhitungnya. Di sekolah katanya bisa dok. Bunda III: Anakku susah mau belajar, alasannya banyak sekali. Para Bunda, tidak ada sekolahnya jadi orangtua, jadi tidak ada pakem yang baku dalam mendidik dan membimbing anak. Cobalah ajak bicara anak dari hati ke hati (ini yang kita sering lupa karena keburu stres), apa sih sebenarnya yang mereka rasakan sulit? Bantuan seperti apa yang sebenarnya mereka inginkan? Bagaimana harapan mereka mengenai cara kita mengajari mereka? Ini yang seringkali kami selesaikan di tempat praktek untuk masalah belajar, terutama untuk anak-anak yang sudah agak besar (usia SD). As simple as establishing a good communication with your children. Memang beberapa anak mengalami gangguan secara organik (ketidakmampuan dari sananya), tapi itu hanya sebagian kecil. Cobalah diskusikan dengan anak, apa yang mereka perlukan. Anak Bunda II misalnya, buktinya di sekolah ia bisa, apakah di rumah mungkin banyak gangguan dari saudaranya, atau banyak 'godaan' seperti TV dan PS? Dok, Ya ampuuuun, saya mempunyai keponakan lima orang. Lima-limanya susah sekali diajari. Rata-rata karena mereka tidak fokus dan konsentrasim buktinya nilai akademiknya baik. Tapi tidak fokusnya itu yang jadi masalah. Apa karena yang mengajari itu bibinya sendiri ya dok? Kalau orang lain yang mengajari, mereka bisa lebih fokus. Kenapa ya? Wah, ini artinya, mereka sayang sama bibinya dan merasa dekat, makanya mereka tidak merasa segan. Kalau dengan guru les, ada sedikit rasa segan untuk 'berbuat ulah'. Masalah saya dok adalah anak saya tidak bisa tepat waktu. Terkesan menyepelekan waktu dan tanggung jawab terhadap tugas sekolah. Semuanya maunya mepet-mepet baru jalan. Mohon solusinya dok. Tidak apa-apa bu, bisa dicoba untuk membuat semacam 'kompetisi' siapa yang menyelesaikan tugas duluan misalnya, atau memberikan stiker bintang kepada yang paling manis dan mendengarkan, atau dengan tipe reward lain (tidak perlu berupa barang), misalnya siapa yang boleh memilih kue snack sore hari duluan. Dengan begitu, mereka jadi termotivasi untuk memberikan performance yang baik. Anak Saya Sulit Diajari Toilet-Training Dok sebaiknya umur berapa anak berhenti memakai diapers? Bagaimana cara mulai diajari pipis di toilet? Toilet training adalah topik yang sangat menarik dan penuh dengan tips dan trik, mungkin bisa kita bahas lebih lanjut suatu kali. Usia anak untuk mulai toilet training sangat bervariasi, dan merupakan suatu kerjasama dan 'kesepakatan' antara anak dengan orangtua/pengasuh. Anak dapat mulai dilakukan toilet training biasanya di atas usia satu atau satu setengah tahun, hingga 2,5-3 tahun. Yang jelas, jangan dipaksa. Anak akan menunjukkan ketertarikan untuk buang air di kamar mandi seperti anggota keluarga lainnya, pada usia yang berbeda-beda. Idealnya dimulai dengan kemampuan anak memberi tanda pada saat mereka BAK atau BAB di pampers (diapers) mereka. Saat mereka melakukan hal itu, beri pujian. Usahakan selalu mengganti diapers di kamar mandi, meskipun kita dengan mudah bisa melakukannya di tempat lain (kamar tidur, ruang TV, dan ruangan lain). Dengan demikian kita membangun asosiasinya bahwa buang air sebaiknya dilakukan di kamar mandi. Disarikan dari #TalkKids 16 Agustus 2011