12. Bayi Prematur Jika Sobat keluar dari rumah sakit lebih awal dibandingkan bayi Sobat yang lahir prematur, ASI dapat diberikan dengan memompanya pada suatu wadah dan berikan ke perawat di rumah sakit untuk diberikan ke bayi (biasanya dengan selang lambung). ASI akan membantu bayi untuk berkembang dan mengejar ketertinggalan pertumbuhannya. 13. Bayi Kembar Sobat tetap bisa memberikan ASI pada bayi kembar dan memang memerlukan komitmen yang lebih dibandingkan bayi tunggal. Sobat tidak perlu ragu apakah ASI akan mencukupi atau tidak. Kebanyakan ibu mampu untuk memproduksi ASI yang cukup bahkan untuk kembar tiga sampai empat sekalipun. Prinsip-prinsup dasar seperti inisiasi menyusui dini tetap berlaku. Hal yang cukup menantang juga adalah belajar posisi menyusi bayi kembar. Sobat perlu banyak praktik dan mencoba hingga dapat terampil. Sobat bisa menyusui si kembar bersama-sama atau sendiri-sendiri. Tentu hal ini tergantung waktu yang Anda miliki. Berikut posisi yang bisa Sobat gunakan:
  • Posisi football atau double-clutch. Siapkan banyak bantal dan disusun menjadi seperti meja di depan badan Anda dan disusun hingga kira-kira bayi dapat mencapai payudara (meja bantal ini kelak untuk membaringkan bayi). Kedua kepala bayi disangga dengan  tangan di antara kepala dan lehernya (seperti memegang bola). Pegang bayi dengan tangan yang sesisi, misalnya bayi di sisi kiri, pegang kepala bayi dengan tangan kiri.  Tangan kemudian diletakkan di atas bantal, lalu sangga bahu dan lehernya agar kepala bayi dapat diarahkan ke puting. Kaki bayi akan menjulur ke arah sela-sela tangan dan badan ibu.
  • Posisi cross-cradle. Letakkan bayi di depan dengan kaki bayi saling menyilang.
[caption id="attachment_21608" align="aligncenter" width="162"]en92688 Posisi cross-cradle.[/caption] [caption id="attachment_21609" align="aligncenter" width="180"]Posisi football atau double-clutch. Posisi football atau double-clutch.[/caption] 14. Menyusui saat Hamil Ya, ini bisa terjadi jika Sobat tengah menyusui dan kemudian hamil lagi. Pada dasarnya menyusui saat hamil, jika tidak ada gangguan kehamilan, maka dapat dilakukan dan tidak berbahaya untuk janin yang dikandung. Namun jika ada masalah kehamilan seperti perdarahan, nyeri rahim, riwayat persalinan prematur, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dan Sobat dapat disarankan untuk menghentikan proses menyusui. Disarikan dari:
  • US Department of Health dan Human Services. Women’s Health. Common Breastfeeding Challange.