Bagi bayi dan anak-anak aktivitas tidur sangatlah penting. Ketika tidur sel-sel yang rusak diganti, kemudian energi yang habis terbuang selama seharian bermain dan beraktivitas diisi kembali. Aktivitas tidur ini sebenarnya perkara simpel namun membawa dampak yang kompleks seperti gangguan pertumbuhan, kesehatan jantung, perkembangan sel-sel otak, fungsi kognitif, dan perilaku sehari-hari. Tidur adalah proses fisiologis yang kompleks, dipengaruhi oleh aktivitas biologis, temperamen, norma budaya, dan keadaan lingkungan. Sebagai orangtua, kita harus dapat mengenali dan paham betul dengan aktivitas tidur buah hati. Kebutuhan tidur buah hati berbeda-beda sesuai tingkatan umur si anak. maka dari itu, membutuhkan pendekatan yang berbeda-beda pula. Usia 0-2 bulan Bayi tidur pada  usia ini membutuhkan waktu hingga 16-20 jam perhari dalam periode yang multipel. Jumlah tidur siang mencapai 3 atau 4 kali dalam sehari. Terdapat beberapa periode bangun tengah malam. Pola tidurnya masih belum teratur (hingga usia 6-8 minggu) yang berhubungan dengan rasa lapar. Tidurnya pun bersifat aktif (tersenyum, menghisap, atau pergerakan badan). Tips untuk usia 0-2 bulan 1. Perhatikan pola tidur bayi dan kenali tanda-tanda bila bayi mengantuk. Segera letakkan bayi di tempat tidur ketika mengantuk, bukan setelah dia tertidur. 2. Tidurkan dengan punggung terletak di tempat tidur, jauhkan selimut atau barang-barang dari wajah dan kepala. 3. Tempat tidurnya harus aman : boksnya sudah terkunci, rodanya sudah dikunci, tidak ada mainan atau barang-barang keras di sekitarnya. Perhatikan pula kenyamanan kamar : Suhunya nyaman, hening, dan gelap sehingga medukung aktivitas tidur.