Pada tahun 1995, pemerintah melalui Departemen Kesehatan mengenalkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) sebagai panduan pemenuhan gizi masyarakat. Pedoman Umum Gizi Seimbang menganjurkan proporsi yang berbeda bagi setiap kelompok yang disesuaikan atau diseimbangkan dengan kebutuhan tubuh. Anak merupakan masa depan bangsa, yang perlu mendapatkan perhatian dari orang tua, disamping itu usia anak merupakan usia rawan gizi, dimana kebutuhan zat gizi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan mental, serta mewujudkan manusia yang berkwalitas. Diet disini artinya makanan. Makanan dengan gizi seimbang mencakup karbohidrat, protein hewani & nabati, lemak , sayuran dan buah-buhan yang kaya akan vitamin dan mineral. Contoh karbohidrat seperti nasi, kentang, ubi, singkong, talas, roti, havermut, bihun, mie, makaroni, pasta, dan sebagainya. Karbohidrat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi. Anak menjadi tidak semangat bila kekurangan energi. pugsAda 2 jenis karbohidrat yaitu karbohidrat kompleks (nasi, kentang, ubi, singkong dan sebagainya) dan karbohidrat simple (gula pasir, gula aren dan sebagainya). Protein sebagai zat pembangun terdiri atas 2 jenis yaitu protein nabati (seperti tahu, tempe) dan protein hewani seperti ayam, ikan, daging sapi, telur dan sebagainya. Protein atau zat pembangun diperlukan tubuh untuk membentuk sistem imunitas (sistem kekebalan tubuh) serta membentuk jaringan untuk tumbuh kembang anak. Lemak dibutuhkan anak untuk produksi hormon seperti hormon pertumbuhan, enzim dan sebagainya. Makanan tinggi lemak sebaiknya dikurangi pada anak dengan berat badan lebih. Sayuran dan buah-buahan kaya akan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu metabolisme dan  tumbuh kembang. Yuk simak artikel berikut untuk tahu pola diet seimbang terutama dalam usia perkembangan anak. Diet seimbang sesuai dengan usia perkembangan anak Diet seimbang untuk anak usia 1-5 tahun. Makanan keluarga sudah dapat diberikan pada anak usia 1 tahun, nasi lunak, lauk, sayuran dan buah-buahan. Makanan yang bervariasi mulai diperkenalkan kepada anak, tentunya makanan dimulai dari konsistensi lunak seperti nasi tim ayam, bubur sumsum,  puding agar dan sebagainya. Nasi tim dapat diberikan 3 porsi sehari (masing-masing 4-6 sendok makan) Susu kaya akan kalsium dapat ditambahkan ke dalam menu sehari-hari.  Hindari pemberian susu yang berlebihan karena dapat membuat anak menjadi kenyang dan malas mengkonsumsi makanan utama keluarga. Pemberian susu pada anak usia 1-5 tahun maksimal 3 gelas/hari. Pada usia 1-5 tahun pertumbuhan sel-sel otak masih berlangsung (pertumbuhan sel-sel otak berlangsung sejak janin dalam kandungan sampai anak berusia kurang lebih 4 tahun). Pemberian lemak baik seperti alpukat, kuning telur, ikan dapat diberikan 2-3 kali seminggu. Lemak baik atau dikenal sebagai essential fatty acid adalah lemak yang diperlukan oleh tubuh tetapi tubuh tidak dapat membuatnya sehingga harus didapatkan dari makanan sehari-hari. Protein hewani dan atau  nabati 2-3 porsi sehari (lauk masing-masing 50 gram ayam tanpa tulang, ikan, sapi , telur, tahu, tempe, dan sebagainya). Yang tidak boleh dilupakan adalah memperkenalkan anak dengan sayuran dan buah-buahan seperti sayur bayam, wortel, sup jagung, dan sebagainya. Jangan membiarkan anak mengkonsumsi makanan jajanan seperti kerupuk, permen, keripik dan lainnya. Pola makan yang terbaik untuk anak balita adalah porsi kecil dengan frekwensi sering (3 kali makan utama dan 3 kali selingan atau susu). Makanan selingan yang kaya akan karbohidrat sederhana  seperti cokelat, permen, minuman manis,  es krim, susu kental manis dan sebagainya kurang baik untuk anak-anak karena kurang mengandung zat gizi, mudah merusak gigi, serta mengganggu nafsu makan anak sehingga anak menolak makanan utama. Berikut contoh menu makan harian anak usia 1-5 tahun: Pk 6.00            : susu 1 gelas Pk 8.00            : bubur ayam 1 mangkuk Pk 9.00            : sari buah 150 cc Pk 12.00          : nasi, lauk pauk, sayuran Pk 15.00          : susu 1 gelas Pk 18.00          : nasi,lauk pauk, sayuran Pk 21.00          : susu 1 gelas Diet seimbang untuk anak usia 5-12 tahun Anak usia sekolah membutuhkan jumlah kalori yang lebih besar seiring dengan tumbuh kembang  yang terus berjalan. Aktivitas fisik yang meningkat membutuhkan penambahan kalori yang besar. Pada usia 5 tahun gigi susu mulai tanggal dan gigi permanen mulai tumbuh.  Anak mulai aktif memilih makanan yang disukainya dan menolak makanan tertentu. Pada anak usia sekolah sering terpengaruh dengan iklan makanan dan cenderung menyukai makanan tinggi lemak, tinggi garam tinggi kalori dan rendah serat. Sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah perlu mendapat perhatian, untuk mendapatkan konsentrasi belajar dengan baik. Selain kebutuhan kalori, kebutuhan vitamin dan mineralpun bertambah pada usia ini, dimana kekurangan vitamin dan mineral dapat mengganggu pertumbuhan maksimal, terutama mineral kalsium, magnesium, seng,  besi, vitamin A, C, D, dan  E untuk menjaga kesehatan kulit. Berikut contoh menu makan harian anak usia 5-12 tahun : Jam 6               : susu 1 gelas Jam 9               : roti 2 lembar Jam 12             : nasi, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan Jam 15             : bubur kacang hijau 1 mangkuk Jam 18             : nasi, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan Jam 21             : susu 1 gelas Nah, sekarang sudah terbayang kan bagaimana sih sebaiknya merencanakan menu makan harian menurut PUGS? Yuk, para orang tua dipraktekkan dalam mengasuh anak. Nutrisi yang Anda berikan kepada anak dalam masa tumbuh kembangnya menentukan kesehatan tubuh anak lho.