asiSelama dalam kandungan, seorang bayi menggantungkan nutrisinya kepada ibunya melalui tali pusat yang menghubungkan mereka. Ketika seorang bayi dilahirkan ke dalam dunia ini, kebutuhan nutrisinya sudah tidak dapat disalurkan melalui tali pusatnya. Sejak lahir itulah ia membutuhkan makanan untuk tumbuh-kembangnya, melalui mulut dan saluran pencernaan bayi itu sendiri. Tubuh seorang ibu telah dipersiapkan dengan suatu cara yang indah dan sempurna untuk pemberian makanan bagi bayinya dengan menyediakan air susu ibu (ASI). Kesadaran pemberian ASI di Indonesia masih memprihatinkan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 menunjukkan, persentase bayi yang menyusu secara eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3%. Masih banyak yang harus dan dapat kita lakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Salah satu target World Health Organization (WHO) dalam WHO Global Targets 2025 adalah meningkatkan taraf menyusui bayi secara eksklusif dalam 6 bulan pertama kehidupannya sampai dengan 50%. Gerakan kepedulian dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) masih tidak sebanding dengan banyaknya iklan-iklan susu formula yang kita saksikan di televisi. Masing-masing merk dan perusahaan saling berlomba menunjukkan komposisi susu formula yang paling ideal bagi bayi, yang mana secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk melupakan ASI yang sebenarnya sudah paling ideal bagi bayi. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh divisi riset AIMI pada Maret 2011, saat ini ada 40 merk susu formula yang beredar di Indonesia. Harganya pun bervariasi antara Rp. 21.190,- sampai Rp. 103.490,- per kemasan 300-400 gram, artinya harga susu formula per gram ini berkisar antara Rp. 70,63,- hingga Rp. 258,73,-. Dengan memprediksikan konsumsi susu formula secara eksklusif sejak seorang bayi lahir sampai dengan 2 tahun, biaya yang harus dikeluarkan untuk seorang anak berkisar antara Rp. 4.260.696,- sampai Rp. 18.488.502,-. Manfaat ASI yang sangat banyak membuat ASI menjadi sangat ekonomis, nyaman, sehat, dan ramah lingkungan.¬† Berikut ini penulis akan mencoba memberikan sedikit gambaran mengenai peran dan manfaat ASI eksklusif, yaitu pemberian ASI saja tanpa pemberian cairan apapun bagi bayi yang baru lahir sampai berusia 6 bulan.   ASIManfaat ASI Bagi Bayi Air susu ibu (ASI) adalah makanan ideal bagi bayi sejak bayi tersebut baru lahir.
  • Segala nutrisi yang diperlukan oleh sang bayi untuk pertumbuhannya sudah lengkap terkandung dalam ASI.
  • ASI bukan hanya aman bagi bayi, namun juga mengandung antibodi yang berguna dalam melindungi kesehatan bayi terhadap berbagai penyakit seperti diare dan pneumonia, dua penyakit yang paling sering mengakibatkan kematian pada anak di seluruh dunia.
  • Bayi yang mendapatkan ASI memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit gastroenteritis, infeksi saluran pernapasan, asma, alergi, diabetes, penyakit jantung, hipertensi, sudden infant death syndrome (SIDS) dan leukimia.
  • Banyak bayi akan mengalami alergi terhadap susu sapi, menjadikan ASI pilihan yang nyaman.
  • Bayi yang disusui juga memiliki rahang yang tepat dan keselarasan gigi.
  • Beberapa studi menunjukkan bahwa bayi yang diberi ASI memiliki IQ sedikit lebih tinggi daripada mereka yang makan botol.
  • ASI adalah cairan dinamis yang berubah sepanjang hidup bayi Anda, beradaptasi dengan kebutuhan diet nya saat mereka tumbuh dan berubah.
  • Menyusui menjamin pasokan nutrisi bagi bayi selama masa darurat dan bencana alam.
  • ASI akan selalu tersedia dan selalu terjangkau, ASI ada untuk menjamin kebutuhan bayi yang baru lahir.
  • Proses menyusui ASI akan memberikan rasa aman dan kepercayaan pada bayi pada proses perkembangan di tahun-tahun berikutnya
ASI dianjurkan untuk diberikan secara eksklusif selama 6 bulan pertama dan kemudian dilanjutkan dengan pemberian tambahan makanan lainnya sampai umur bayi setahun penuh.   ASIManfaat Menyusui Bagi Ibu Jangan lupa bahwa menyusui adalah tindakan yang sangat positif bagi ibu juga, karena manfaat kesehatan mereka, suasana hati, dan ekonomis.
  • Menyusui lebih mudah daripada menggunakan susu formula. Anda tidak perlu repot menyiapkan waktu maupun biaya yang harus Anda siapkan secara khusus untuk menyajikan susu formula (memasak air hingga matang; membeli, mencuci, dan mensterilkan botol dan dot serta biaya listrik, sabun cuci, dll.)
  • Memilih menyusui akan menghemat pengeluaran keluarga Anda. Harga susu formula termurah yang beredar di pasaran membutuhkan lebih dari 1 juta rupiah untuk menunjang kehidupan 6 bulan pertama bayi. Sedangkan, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia pada 2010 hanya Rp. 2.250.000,- per bulan. Ini berarti sebagian orangtua harus mengeluarkan lebih dari 10% penghasilannya untuk susu formula.
  • Menyusui merupakan pengendalian jarak kelahiran, karena menyusui bayi secara eksklusif dapat menunda proses ovulasi wanita secara alamiah sehingga sang ibu tidak mengalami menstruasi.
  • Para ibu yang menyusui bayinya akan membentuk ikatan batin yang kuat dengan bayi mereka melalui kontak kulit. Menyusui menstimulasi kedekatan ibu dan bayi secara emosional, menstimulasi kestabilan emosi, dan juga menumbuhkan kasih ibu terhadap bayinya.
  • Ibu yang menyusui bayinya akan membakar kalori lebih banyak, hal ini akan membantu para ibu untuk menurunkan berat badan pasca melahirkan kembali seperti sebelum hamil lebih cepat dibandingkan ibu yang memberi bayinya minum susu formula.
  • Ibu yang menyusui lebih sehat dalam artian bahwa menurut penelitian, ibu menyusui memiliki risiko yang lebih rendah terkena diabetes tipe 2, kanker payudara dan kanker ovarium, dan masalah kepadatan tulang. Semakin lama ibu menyusui bayinya, semakin menurun pula resiko terkena kanker. Hal ini disebabkan karena pemberian ASI membantu mengurangi kadar hormon estrogen dalam tubuh dan mencegah terjadinya penebalan dinding yang berpotensi untuk tumbuh abnormal menjadi kanker.
  • Menyusui juga akan membantu menurunkan risiko ibu mengalami depresi postpartum, gelisah, dan baby blues.
  • Menyusui mengurangi biaya perawatan kesehatan dan meminimalkan beban pada sistem kesehatan masyarakat. Secara tidak langsung, manfaat ASI yang meningkatkan imunitas dan kesehatan bayi akan mengurangi beban dana yang harus dikeluarkan pemerintah untuk menangani masalah kesehatan pada bayi. Di Indonesia, Kemenkes harus mengeluarkan dana sampai dengan Rp. 600 milyar pada tahun 2007 untuk menangani kasus gizi buruk.