Peningkatan suhu udara dan polusi yang hebat bisa mengakibatkan gangguan kesehatan, di antaranya biang keringat (Miliaria rubra). Miliaria, dalam bahasa awam sering dikenal dengan sebutan keringat mampet atau biang keringat, adalah salah satu gangguan pada kulit berupa bintik-bintik merah yang timbul pada sekujur tubuh. Gangguan pada kulit ini cukup akrab dengan anak, balita, maupun bayi yang kondisi kulitnya masih sangat peka terhadap pengaruh lingkungan. Ketika suhu udara sangat panas, biang keringat ini akan terasa gatal, sehingga merangsang penderita untuk menggaruknya kuat-kuat. Namun bahayanya, jika tempat yang gatal itu digaruk, akan menimbulkan iritasi dan luka. Jika anak dilarang menggaruk, mungkin ia menjadi sangat rewel. Banner_e-Book_p3kanak Iklim tropis seperti di Indonesia memang mudah memicu terjadinya biang keringat. Akan tetapi, nyatanya bayi-bayi di daratan Amerika maupun Eropa yang juga tidak kebal terhadap gangguan kulit yang satu ini. Kalau begitu, berarti udara panas bukan satu-satunya pemicu. Lalu, adakah penyebab lainnya? KOK BISA? Biang keringat dapat timbul hanya karena penyumbatan pada pori-pori kulit, padahal pori-pori ini berfungsi sebagai saluran keluar dari keringat (itu sebabnya, penyakit ini kadang-kadang juga disebut keringat buntet, alias keringat mampet). Butiran-butiran keringat yang tersumbat itu akan mendesak kulit tempat bermuaranya saluran keringat, sehingga timbul lepuh-lepuh halus berisi keringat, yang dapat menimbulkan bintik-bintik merah dengan ukuran seperti jerawat. Sumbatan pada saluran keringat bisa juga terjadi karena serangan bakteri kulit atau penyerapan kembali keringat ke dalam kulit ari. Keringat yang meresap ini menyebabkan kulit ari mengembang dan menimbulkan penyumbatan. Udara lembap pun dapat menyebabkan keringat sulit menguap sehingga timbullah biang keringat. Pada bayi, sumbatan keringat mudah terjadi karena kelenjar keringatnya masih sangat peka, sehingga perubahan lingkungan sedikit saja akan membawa pengaruh. Penyebab lainnya berhubungan dengan faktor pakaian. Mungkin, sang ibu mengenakan bayinya pakaian yang kelewat tebal, saat suhu udara di luar sedang dingin. Baju itu mempersulit penguapan keringat ketika bayi merasa kepanasan. Sementara itu, pada anak yang lebih besar, penyumbatan saluran keringat sering kali disebabkan oleh bahan baju yang tidak menyerap peluh. Misalnya, baju yang terbuat dari serat benang sintetis seperti nilon. Biang keringat terasa sangat gatal dan menyengat kulit. Punggung, dahi, leher, bahu, dada, lipatan-lipatan kulit, serta bagian tubuh yang berambut merupakan daerah favorit biang keringat. HINDARI BIANG KERINGAT, CARANYA?
  1. Mendorong terjadinya penguapan keringat. Salah satu caranya adalah selalu memakaikan baju-baju yang terbuat dari bahan katun tipis pada anak. Selain itu, upayakan agar sirkulasi udara di dalam rumah cukup baik.
  2. Mempunyai pola hidup bersih, dengan cara : - Menjaga selalu kebersihan di rumah, termasuk kebersihan kulit si kecil. Segeralah mengeringkan kulitnya ketika anak berkeringat. - Memandikan anak secara teratur dan dua kali dalam sehari - Gantilah baju si kecil begitu terlihat basah oleh keringat, khususnya setelah ia bermain dan pada waktu menjelang tidur.
  3. Bila kulit anak memang cenderung mudah terserang biang keringat, hindari keadaan yang dapat merangsang keringat berlebihan. Lalu, jika anak sensitif terhadap suhu udara yang panas, ibu dapat mengadaptasikan (mengenalkan kondisi tersebut) secara bertahap, sejalan dengan perkembangan fungsi organ tubuhnya, termasuk kelenjar keringatnya pada jaringan kulit.
  4. Memberikan obat penurun panas (antipiretik), seperti aspirin atau asetaminofen pada saat anak terserang demam. Dengan turunnya demam si kecil, biasanya secara otomatis keringat yang keluar berkurang. - Selama si kecil terserang demam dan mengeluarkan banyak keringat, jagalah agar bajunya tidak dibiarkan terlalu lama dalam keadaan basah. - Sesering mungkin keringkan tubuhnya dan gantilah bajunya agar penguapan keringat pada kulit dapat berlangsung baik.
  5. Hindari mandi dengan air hangat, karena air hangat dapat menyebabkan terjadinya pelarutan minyak permukaan kulit, sehingga kulit kering dan gampang terjadi sumbatan. Meskipun masih bayi, jangan dibiasakan mandi pakai air hangat
  6. Taburkan bedak ke sekujur tubuh anak setelah mandi, terutama di daerah-daerah yang sering terkena biang keringat. Bedak bayi bahkan baik digunakan untuk mencegah biang keringat.Bedak sebaiknya diberikan pada saat kulit tidak berkeringat.
OBATI DONG BIANG KERINGATNYA! Biang keringat bukan penyakit berat. Bahkan, banyak orang menggolongkannya sebagai gangguan kulit yang sepele. Hanya saja, sengatan rasa gatal memang menimbulkan gangguan yang menjengkelkan. Berikut ini beberapa cara menghilangkan biang keringat :
  1. Dinginkan kulit anak dengan mengoleskan lotion calamin. Namun, sebelumnya pastikan dulu bahwa kulit anak benar-benar dalam keadaan kering, tidak lembap atau berkeringat.
  2. Tidak memakaikan mantel terbuat dari bahan wol bila si biang keringat tetap menyerang pada musim hujan. Untuk menghangatkan tubuhnya, lebih baik pilihkan baju-baju dari bahan katun yang dikenakan berlapis-lapis.
  3. Mandikan anak dengan air dingin, agar kulit tubuhnya sejuk dan segar. Kenalilah jenis kulit anak. Jika tergolong sensitif, hindari menyabuni bagian yang terkena gangguan, karena sabun bisa menimbulkan iritasi. Namun, kalau kulitnya cukup kuat, pakailah sabun khusus antibiang keringat.
  4. Kompres bagian biang keringat dengan larutan soda bikarbonat (1 sendok teh soda bikarbonat dicampur dengan secangkir air bersih) secara teratur. Bila peradangan cukup banyak, gunakan salep atau bedak yang mengandung zinc oksida dan vaselin putih. Atau, sebagai penggantinya, kita dapat menggunakan bedak yang mengandung magnesium stearat. Kedua jenis bedak ini berfungsi mengurangi iritasi dan membantu penyerapan keringat.
  5. Segera berkonsultasi dengan ahli medis jika biang keringat berkembang menjadi luka parah karena garukan dan lecet-lecet.
BEDAKAN DENGAN PENYAKIT LAIN!!! Untuk membedakan apakah itu biang keringat dari penyakit kulit lainnya, maka mlenting (bintik-bintik kecil) biang keringat ini tidak terletak pada akar rambut. Bintik-bintik ini paling banyak terdapat pada daerah-daerah yang berkeringat banyak dan kelembaban tinggi seperti wajah, dahi bagian atas, leher dada, punggung dan lengan.   BISA KOMPLIKASI LHO!!! Kalau seseorang mengalami biang keringat dan dibiarkan saja, bisa terjadi infeksi sekunder yaitu infeksi tumpangan dari bakteri. Apa saja infeksi sekunder itu?
  • Impetigo tropicalis, adalah suatu infeksi bakteri akibat dari miliaria/biang keringat. Penyakit ini mengakibatkan kulit seperti melepuh karena panas. Terjadi bintik yang berisi cairan yang akan berkembang menjadi benjolan. Jika sudah matang, benjolan ini akan pecah. Cairan di dalamnya infeksius, sehingga akan menular jika mengenai bagian tubuh yang lain. Impetigo tropicalis ini terutama terjadi di daerah-daerah lipatan kulit.
  • Multiple sweat gland abses, yakni infeksi di bagian kepala anak karena biang keringat yang dibiarkan.
  • Abses pada kelenjar keringat.
Dengan pengobatan sekitar lima hari, biasanya akan membaik. Mereka yang terkena penyakit tersebut umumnya adalah balita. TIPS SEHARI-HARI OBATI BIANG KERINGAT
  1. Cobalah menggunakan kompres dingin, misalnya dengan kantong teh. Usahakan kulit tetap kering dan dingin.
  2. Ambil 4 sendok makan tepung kanji, 3 lembar daun bawang dan air satu sendok makan. Campurkan semua bahan dan remaslah sampai lumat. Setelah itu gunakan seperti Anda memakai bedak di setiap bagian tubuh yang kena biang keringat. Lakukan kebiasan ini setiap hari hingga biang keringat hilang.
  3. Ambil tepung kanji secukupnya. Bersihkan badan anak yang kena keringet buntet dengan air hangat sampai bersih. Keringkan dengan handuk sampai benar-benar kering. Lalu, oleskan tepung kanji seperti memakaikan bedak ke seluruh permukaan kulit yang kena biang keringat.
  4. Ambil 1 helai daun pisang. Letakkan di atas nasi yang sedang dimasak (diaroni). Biarkan selama beberapa menit. Dalam keadaan hangat, oleskan atau letakkan daun pisang tersebut pada bagian badan yang kena biang keringat
  5. Memakai minyak kelapa (dibuat sendiri dari santan kental yang direbus sampai mengeluarkan minyak) atau dapat juga VCO (bisa dibeli di mana-mana). Bisa juga memakai minyak telon yang kandungan minyak kelapanya 60% (merek "Cap Tiga Anak", hanya ada di Yogya). Jangan memakai minyak telon merek lain, karena kandungan minyak kayu putihnya terlalu tinggi.
  6. Pakailah bedak salicyl, campur dengan air seperti bedak dingin. Sebaiknya bedak tersebut dilaburkan ke tubuh anak menjelang tidur.
SUMBER : http://www.depkes.go.id http://dranak.blogspot.com http://www.dunia-ibu.org http://www.kompas.com www.pikiran-rakyat.com republika.co.id