Where children are, there is a golden age -Novalis- Anak-anak selalu merupakan generasi emas bagi sebuah bangsa. Di Indonesia persentase anak mencapai 30% dari jumlah penduduk total yang kini mencapai 300 juta jiwa dan sepuluh persen dari jumlah total tersebut adalah anak balita (bawah lima tahun). Begitu banyak potensi yang masih dapat dibangun oleh anak-anak ini di masa depan dan salah satu hal yang disyaratkan untuk memungkinkan potensi mereka adalah pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Tumbuh kembang dimulai sejak di dalam kandungan dari satu sel yang merupakan pertemuan antara sperma dan ovum hingga akhirnya menjadi janin. Setelah dilahirkan, tumbuh kembang anak berlanjut. Di awal pertumbuhan dan perkembangan ini, terutama pada lima tahun pertama, anak memiliki otak yang lebih plastis dibandingkan orang dewasa. Plastisitas otak memberikan sisi positif berupa keterbukaan terhadap proses pembelajaran serta sisi negatif berupa kepekaan terutama pada lingkungan yang tidak mendukung seperti asupan gizi yang tidak adekuat, kurang stimulasi, dan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Oleh karena itu,  masa ini dapat disebut dengan “masa keemasan” dan juga “masa kritis” bagi anak. Masa kritis ini memerlukan pemberian gizi, stimulasi perkembangan dan pengawasan yang baik. Fungsi pengawasan ini dapat dilakukan dengan membandingkan  tumbuh kembang anak dengan grafik pertumbuhan dan gambaran perkembangan anak sesuai dengan usia anak. Usia pada anak dapat digunakan untuk membantu mengklasifikasikan anak menjadi beberapa tahap pertumbuhan. Untuk usia anak prasekolah sebenarnya dibatasi usia 3 - 6 tahun, tetapi mengingat periode kritis ini berada pada lima tahun pertama kehidupan kita akan lihat bersama pertumbuhan dan perkembangan usia 0 - 6 tahun.  

Pertumbuhan

Pertumbuhan memiliki arti pertambahan dimensi anak. Cakupan dimensi antropometrik anak yang sering diukur terutama pada anak hingga usia lima tahun adalah berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala serta lingkar lengan atas (LILA). Untuk melakukan monitoring pertumbuhan, pemerintah telah memberikan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Di dalam buku ini telah tersedia KMS (kartu menuju sehat/road to health chart) yang memberikan grafik rentang normal pertumbuhan berat badan anak. Mengapa dipilih grafik berat badan? Karena berat badan merupakan parameter pertumbuhan yang paling penting, sederhana, relatif mudah diukur dan diulang, dan merupakan indeks untuk nutrisi sesaat yang sensitif terhadap perubahan sedikit saja pada tubuh anak. Memang pada kondisi klinis tertentu yang dapat mempengaruhi berat badan, berat badan tidak dapat dipergunakan sebagai metode evaluasi, dan diperlukan metode antropometrik lain. Beberapa kondisi ini diantaranya adalah hidrosefalus, edema (bengkak, misalnya, pada anak dengan kerusakan ginjal sebagai dampak pasca infeksi bakteri Streptococcus), dan organomegali (misalnya, pembesaran hati atau limpa) serta kurang sensitif pada kondisi anak pendek gemuk atau tinggi kurus. Dengan menggunakan buku ini dapat menelusuri apakah anak mengalami gagal tumbuh (failure to thrive) yang ditandai dengan garis pertumbuhan yang menabrak dua garis persentil. Selain itu, kita dapat melihat anak mengalami gizi buruk jika anak berada di bawah garis merah pada kartu menuju sehat. Kisaran kenaikan berat badan anak pada tahn pertama kehidupan kalau anak mendapat gizi yang baik adalah berkisar antara:
  • 700-100 gram/bulan pada triwulan I.
  • 500-600 gram/bulan pada triwulan II.
  • 350-450 gram/bulan pada triwulan III.
  • 250-350 gram/bulan pada triwulan IV.
Dapat pula digunakan rumus yang dikutip Behrman tahun 1992 untuk memperkirakan berat badan sebagai berikut:
  • Lahir: 3, 25 kg
  • 3-12 bulan: {umur(bulan) + 9 }dibagi dua
  • 1-6 tahun: {umur (tahun) x 2 + 8}
Buku KIA biasanya diberikan oleh setiap ibu hamil yang datang ke puskesmas atau ke pusat pelayanan kesehatan yang lain. Di dalam buku ini memang tercantum banyak sekali hal yang berguna mulai sejak ibu hamil hingga  tumbuh kembang anak sampai berusia lima tahun. Sayangnya, kadang ada saja ibu yang belum mengetahui keberadaan buku ini, meskipun tinggal di kota besar. Guna membantu penyebaran buku ini pada setiap ibu hamil, pemerintah telah memberikan softcopy dan dapat diunduh melalui situs http://www.depkes.go.id/downloads/jica/kia.htm. Percayalah bahwa ini memang buku yang sangat baik dan memiliki masa berlaku hingga anak berusia lima tahun. Untuk beberapa wilayah mungkin buku ini memiliki beberapa modifikasi, seperti di Jawa Timur yang menambahkan skoring untuk menilai kehamilan dengan risiko tinggi (Skoring Poeji Rochyati dan 18 penapisan). Buku KIA tidak mencantumkan mengenai kurva pertumbuhan panjang badan dan tinggi badan. Apa perbedaan tinggi badan dan panjang badan? Sederhananya, panjang badan diukur dengan pada posisi berbaring dan tinggi badan diukur pada posisi anak berdiri. Tinggi badan sendiri merupakan pemeriksaan kedua terpenting dalam menilai pertumbuhan anak karena memiliki karakteristik yang tidak dipengaruhi oleh perubahan sesaat, selalu naik hingga mencapai angka maksimal, dan dapat membantu dalam menentukan status gizi pada anak dengan usia yang tidak diketahui. Tinggi badan rata-rata anak pada waktu lahir adalah 50 cm. Secara garis besar tinggi badan dapat diperkirakan sebagai berikut:
  • 1 tahun: 1,5 x Panjang Badan Lahir
  • 4 tahun: 2 x Panjang Badan Lahir
  • 6 tahun: 1,5 x Panjang Badan Tahun pertama
Atau dengan menggunakan rumus Behrman 1992 sebagai berikut:
  • Lahir: 50 cm
  • Umur 1 tahun: 75 cm
  • 2-12 tahun: umur (tahun) x 6 + 77
Pengukuran selanjutnya adalah pengukuran lingkar kepala. Pengukuran lingkar kepala sebaiknya dilakukan hingga usia 6 tahun, setidak-tidaknya dilakukan hingga usia 2 tahun karena pada usia 2 tahun ubun-ubun telah menutup. Pengukuran ini penting untuk menilai apakah lingkar kepala anak berlebih seperti pada anak yang menyandang hidrosefalus atau terlalu kecil, misalnya, pada Crouzon Syndrome yaitu gangguan yang menyebabkan penutupan ubun-ubun dan penyatuan tulang tengkorak yang terlalu cepat. Kurva yang digunakan untuk menilai pertumbuhan pada lingkar kepala adalah kurva Nellhaus yang diperoleh dari 14 penelitian di dunia dan menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antar suku bangsa, ras, maupun secara geografis. Untuk pengukuran lingkar kepala dilakukan dengan cara melingkarkan pita pengukur fleksibel dari bahan tidak elastik melalui bagian paling menonjol di bagian kepala belakang (protuberantia occipitalis) dan dahi (glabella). Ada baiknya saat pengukuran sisi pita yang menunjukkan sentimeter berada di sisi dalam agar tidak meningkatkan kemungkinan subjektifitas pengukur. Lingkar kepala pada waktu lahir rata-rata adalah 34 cm dan ukuran ini lebih besar dari lingkar dada saat lahir. Pada anak umur 6 bulan lingkar kepala rata-rata adalah 44 cm, umur 1 tahun 47 cm, 2 tahun 49 cm, dan dewasa 54 cm. Jadi pertambahan lingkar kepala pada 6 bulan pertama adalah 10 cm, atau sekitar 50% dari pertambahan lingar kepala dari lahir sampai dewasa terjadi pada 6 bulan pertama kehidupan karena pertumbuhan otak yang tercepat terjadi pada trimester ketiga hingga bayi berusia 5-6 bulan. Pada waktu lahir berat otak anak adalah ¼ berat otak orang dewasa tetapi jumlah selnya sudah mencapai 2/3 jumlah sel otak orang dewasa.  

Perkembangan

Perkembangan berarti maturasi organ tubuh terutama sistem saraf. Pada tahap ini akan terjadi peningkatan kemampuan anak dalam melakukan gerakan kasar, gerakan halus, bicara, berbahasa, sosialisasi, dan kemandirian. Untuk mengawasi perkembangan anak dapat digunakan milestone pertumbuhan yang terdapat di buku KIA dan untuk menilai perkembangan anak dapat digunakan tes Denver II yang dapat dilakukan di pelayanan kesehatan dengan fasilitas pusat tumbuh kembang anak atau menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang sudah terlatih. Terdapat beberapa prinsip dalam perkembangan gerak anak anak:
  • Cephalocaudal (perkembangan dari kepala/otot-otot di leher baru kemudian lebih ke arah bawah).
  • Proksimal ke distal (perkembangan dari bagian proksimal/dekat dengan badan, misalnya, otot-otot leher atau otot-otot lengan atas baru ke otot-otot lengan bawah/koordinasi otot-otot di jari)
Milestone yang terdapat dalam buku KIA merupakan bentuk milestone yang paling mudah dipahami oleh orang tua anak. Milestone tersebut adalah sebagai berikut: Pada umur 3 bulan, bayi bisa:
  • Mengangkat kepala tegak ketika tengkurap.
  • Tertawa.
  • Menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan.
  • Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum.
  • Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh.
Pada umur 6 bulan, bayi bisa:
  • Berbalik dari telungkup ke telentang.
  • Mempertahankan posisi kepala tegak.
  • Meraih benda yang ada di dekatnya.
  • Menirukan bunyi.
  • Menggenggam mainan.
  • Tersenyum ketika melihat mainan/gambar yang menarik.
Pada umur 9 bulan, bayi bisa melakukan:
  • Merambat.
  • Mengucapkan ma..ma.., da.. da.. da...
  • Meraih benda/mainan yang dijatuhkan.
  • Bermain tepuk tangan atau ci-luk-ba.
  • Makan kue/biskuit sendiri
Pada umur 12 bulan, bayi bisa:
  • Berdiri dan berjalan berpegangan.
  • Memegang benda kecil.
  • Meniru kata sederhana seperti ma..ma.., pa..pa..
  • Mengenal anggota keluarga.
  • Takut pada orang yang belum dikenal.
  • Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis/merengek.
Pada umur 2 tahun, anak bisa:
  • Naik tangga dan berlari-lari.
  • Mencoret-coret pensil pada kertas.
  • Dapat menunjuk 1 atau lebih bagian tubuhnya.
  • Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti, seperti bola, piring, dan sebagainya.
  • Memegang cangkir sendiri.
  • Belajar makan-minum sendiri.
  Pada umur 3 tahun, anak bisa: 
  • Mengayuh sepeda roda tiga.
  • Berdiri di atas satu kaki tanpa berpegangan.
  • Bicara dengan baik menggunakan 2 kata.
  • Mengenal 2-4 warna.
  • Menyebut nama, umur dan tempat.
  • Menggambar garis lurus.
  • Bermain dengan teman.
  • Melepas pakaiannya sendiri.
  • Mengenakan sepatu sendiri.
Pada umur 5 tahun, anak bisa:
  • Melompat-lompat 1 kaki, menari, dan berjalan lurus.
  • Menggambar orang 3 bagian (kepala, badan, tangan/kaki).
  • Menggambar tanda silang dan lingkaran.
  • Menangkap bola kecil dengan kedua tangan.
  • Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar.
  • Menyebut angka, menghitung jari.
  • Bicaranya mudah dimengerti.
  • Berpakaian sendiri tanpa dibantu.
  • Mengancing baju atau pakaian boneka.
  • Menggosok gigi tanpa bantuan.
Sedangkan ketika mencapai usia 6 tahun, milestone yang dicapai oleh anak berdasarkan pada Denver II adalah:
  • Mengambil makanan sendiri.
  • Bermain ular tangga.
  • Mencontoh gambar segiempat.
  • Menggambar orang 6 bagian.
  • Memilih garis yang lebih panjang.
  • Mengartikan 7 kata.
  • Menghitung 5 kubus.
  • Berdiri 1 kaki selama 6 detik.
  • Berjalan tumit ke jari kaki.
  Selain mengetahui tentang cara memantau perkembangan anak, penting juga bagi orang tua untuk tahu cara melakukan stimulasi dini pada anak. Cara untuk melakukan stimulasi dini sudah terdapat di dalam buku KIA dan juga dalam buku KPSP secara lebih mendetail. Pemikiran sederhana yang harus selalu diingat oleh setiap orang tua adalah jika anak telah berhasil menguasai kemampuan tertentu dalam taraf perkembanganya, berarti anak sudah siap untuk pembelajarn selanjutnya yang lebih tinggi.

Kesimpulan Tumbuh Kembang

Tumbuh kembang anak dapat dilakukan dengan menggunakan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Konsultasi mengenai pertumbuhan anak disarankan jika berat badan menurun dan mulai memotong garis persentil. Konsultasi mengenai perkembangan anak disarankan apabila milestone perkembangan belum bisa dicapai.