Apa yang harus dilakukan orang tua?

 Dikutip dari rekomendasi Children’s Hospital of Philadelphia, berikut ini adalah petunjuk yang paling tepat dan bermanfaat tentang cara mengatasi temper tantrum:

  • Tetap tenang. Kepanikan Anda menghadapi tantrum si kecil akan menyulut kemarahannya. Melihat Anda tidak dapat mengendalikan diri, anak akan panik dan sulit mengendalikan dirinya juga. Si kecil membutuhkan sosok yang dapat menularkan ketenangan untuk mengontrol situasi, karena keterbatasannya mengendalikan diri di usia ini
  • Terus lakukan kegiatan anda. Abaikan anak sampai dia lebih tenang dan tunjukkan aturan yang sudah disepakati bersama. Namun, pastikan juga bahwa anak tidak melakukan hal - hal yang membahayakan dirinya maupun orang lain.
  • Jangan memukul anak anda, melawannya lewat adu argument, ataupun bertindak agresif.  Lebih baik mendekapnya dalam pelukan sampai ia tenang.  Mengajak si kecil berdebat selama kemarahannya meledak tidak ada gunanya. Pada saat ini si kecil dapat diharapkan berpikir rasional. Tunggulah hingga ia sudah dapat menggunakan logika berpikirnya kembali, baru ajak ia berdiskusi.
  • Cobalah untuk menemukan alasan kemarahan anak Anda. Tuliskan di dalam agenda anda, apa penyulut kemarahan si kecil. Sehingga kemudian, anda dapat mencoba mencari jalan keluar dari hal tersebut.
  • Jangan menyerah pada kemarahan anak. Ketika orang tua menyerah, anak-anak belajar untuk menggunakan perilaku yang sama ketika mereka menginginkan sesuatu.
  • Jangan membujuk anak Anda dengan imbalan yang lain untuk menghentikan kemarahannya. Ketika ada iming - iming imbalan, anak akan belajar untuk melakukan sesuatu jika mendapatkan imbalan.
  • Arahkan perhatian anak pada sesuatu yang lain. Cobalah alihkan perhatiannya dengan mengajaknya melakukan permainan yang telah lama tidak dilakukannya, atau perdengarkan lagu-lagu gembira favoritnya. Cara lain yang dapat dicoba adalah humor misalnya dengan mengatakan,”Apa pun yang kamu lakukan, jangan ketawa!! Eh..., lho kok malah ketawa”.
  • Singkirkan benda-benda yang berpotensi berbahaya dari anak Anda. Cobalah mengajak anak ke tempat yang lebih aman, misalnya tidurkan ia di tempat tidur. Jika tidak mungkin, cobalah untuk memegang, atau memeluknya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan
  •  Berikan pujian dan penghargaan perilaku bila tantrum telah selesai. Tunjukan bahwa Anda mengerti perasaan si kecil.
  • Tetap jaga komunikasi terbuka dengan anak Anda. Jika Anda berteriak maka si kecil akan membalas dengan teriakan yang lebih hebat. Namun jika Anda dapat berbicara dengan intonasi yang halus namun mantap, hal ini akan membantu si kecil mengatasi diri. Terkadang karena terlalu halus suara yang Anda ucapkan, si kecil tidak dapat mendengar. Hal ini justru menguntungkan, karena biasanya ia akan terdiam berkonsentrasi pada apa yang anda ucapkan.