Di antara Sobat tanyadok.com sekalian mungkin sudah cukup kenal dengan penyakit cerebral palsy. Namun bagi yang masih ingin mengetahui lebih lanjut, tanyadok.com kali ini mengajak Sobat semua untuk mengenal lebih jauh mengenai cerebral palsy.

CP3

Semoga dengan artikel yang singkat ini, pengetahuan kita menjadi lebih jelas dan berguna bagi kita semua.

cerebral-300x204

Apa sih sebenarnya Cerebral Palsy ini ?

Cerebral palsy (CP) adalah kelompok penyakit gangguan saraf yang dialami oleh bayi dan anak-anak. Gejala penyakit ini ada yang sudah dapat dilihat sejak usia sangat dini, namun ada juga yang terlihat hingga usia bertahun seiring dengan pertumbuhan anak.

Gangguan saraf yang sering ditemukan pada cerebral palsy (CP) tak hanya gangguan saat melakukan gerakan tubuh yang mengakibatkan keterbatasan melakukan aktivitas normal,  namun juga gangguan dalam melakukan proses berfikir, gangguan merasa, gangguan berkomunikasi, gangguan tingkah laku, bahkan hingga gejala kejang.1

Menurut penelitian, keterbelakangan mental juga ditemukan pada sekitar sepertiga hingga setengah dari anak-anak  penderita cerebral palsy.2,3 Penelitian lain juga menunjukan bahwa di negara-negara maju, cerebral palsy dialami oleh sekitar dua anak dari setiap seribu anak yang dilahirkan,4 sedangkan di negara-negara berkembang, angka tersebut masih belum dapat ditentukan, namun diperkirakan sekitar dua anak hingga lima anak dari setiap seribu anak yang dilahirkan.6

cerebral palsy

Penyebab Cerebral Palsy

Pasti Sobat bertanya-tanya, apa sih yang menyebabkan terjadinya cerebral palsy? Jadi, pada dasarnya penyakit ini terjadi karena adanya kerusakan pada otak. Kerusakan tersebut bisa terjadi pada saat masa kandungan maupun hingga usia tiga tahun.

Oleh karena itu, penyakit lain dengan gejala yang serupa yang baru terjadi atau baru terlihat gejalanya setelah usia tiga tahun, tidak dimasukkan ke dalam kelompok penyakit ini.

Penyebab Cerebral Palsy karena proses diluar Otak

  • Gangguan pada saraf di tulang belakang

  • Penyakit yang berasal dari gangguan pada otot.5,6

  • Infeksi kuman;

  • Keracunan zat yang berbahaya.

Selain itu terjadinya CP ini dapat dipengaruhi oleh keadaan sejak kehamilan dan janin. Adapaun kondisi pada kehamilan dan janin yang meningkatkan resiko kemungkinan terjadinya cerebral palsy (CP) adalah:

  • Bayi yang terlahir dalam kondisi prematur,

  • Bayi yang pernah mengalami gangguan pertumbuhan di dalam rahim,

  • Bayi dengan gangguan pernafasan saat lahir,

  • Ibu dan janin yang pernah terkena pajanan logam merkuri,

  • Bayi yang memiliki ibu dengan gangguan kelenjar tiroid,

  • Ibu yang mengalami kekurangan iodium, dll.(6,7,8)

Waspada Gejala CP bagi para Orang Tua, kenalilah petanda awalnya

CPTherapy

Ada beberapa penanda awal yang penting diketahui oleh orangtua untuk mengenali penyakit ini sejak dini pada anak.

Penanda awal yang paling sering terlihat adalah:

  • Terlambatnya anak dalam mencapai kemampuan dasar yang harus dicapai pada bulan-bulan atau tahun-tahun kehidupannya. Kemampuan dasar yang dimaksud adalah seperti kemampuan menggulingkan tubuhnya, kemampuan untuk duduk, untuk merangkak, dan juga berjalan.9

  • Terkadang sulit bagi kita untuk melihat keterlambatan yang terjadi, oleh sebab itu penting  bagi orangtua untuk secara rutin memeriksakan anaknya ke dokter. Jika memang terjadi keterlambatan, dokter dapat melakukan penilaian dan pemantauan lebih lanjut untuk menentukan apakah betul keterlambatan yang terjadi mengarah kepada penyakit cerebral palsy ataukah masih dalam jangkauan normal.

Bagaimanakah terapi untuk CP ini?

CP2

Terapi untuk menyembuhkan anak dari cerebral palsy saat ini belum ditemukan, namun banyak yang dapat dilakukan sebagai usaha untuk mengendalikan gejalanya dan juga untuk mencegah terjadinya komplikasi-komplikasi yang tidak diinginkan.

Terapi cerebral palsy cukup luas, mulai dari pemberian obat-obatan hingga melakukan proses pembedahan yang bertujuan untuk mengurangi gejala dan komplikasi yang terjadi.

Terapi juga tidak jarang melibatkan fisioterapi dan juga terapi lainnya demi mendapatkan hasil yang lebih baik. Selain itu, pemantauan jangka panjang juga penting dilakukan pada pasien-pasien ini.(10,11)

Tips bagi orang tua dalam menghadapi CP

  • Mari kita cukupkan diri kita dengan nutrisi yang penting dengan cara memvariasikan makanan-makanan yang dikonsumsi dan mencukupi diri kita dengan asupan buah-buahan dan sayur-mayur yang tinggi dengan vitamin dan mineral.

  • Jagalah kebersihan diri agar terhindar dari infeksi kuman dan

  • Menghindari diri kita dari mengonsumsi makanan yang tercemar dengan logam merkuri.

  • Waspada Pola Makan yang rutin mengkonsumsi Ikan.

Penelitian yang dilakukan oleh dr. Jane Hightower, seorang ahli penyakit dalam di California Pacific Medical Center di San Fransisco, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa pasien-pasien yang memiliki pola makan yang tinggi dari sumber ikan, 89 % dari mereka mengalami kenaikan kadar logam merkuri dalam darahnya.

Banyak dari mereka yang kadarnya empat kali di atas kadar aman yang ditetapkan oleh Environmental Protection Agency Amerika Serikat. Kendati demikian, dr. Hightower dan beberapa dokter lainnya mengatakan bahwa kadar merkuri tersebut dapat diturunkan dengan menurunkan konsumsi ikan, walaupun membutuhkan waktu hingga enam bulan lamannya.12

  • Jadi alangkah baiknya kita memvariasikan sumber protein yang dikonsumsi, tidak semata-mata dari ikan saja, namun juga dari sumber-sumber lainnya yang tersedia, baik hewani maupun nabati.

Demikianlah sekilas dari penyakit CP ini, semoga sajian yang telah ditulis bisa bermanfaat dalam meningkatkan kewaspadaan dan memberikan solusi serta tips agar CP dapat diatasi bahkan dicegah sejak dini. Salam sehat!

Referensi :

  1. Bax M, Goldstein M, Rosenbaum P, Leviton A, Paneth N, Dan B, et al. Proposed definition and classification of cerebral palsy, April 2005. Dev Med Child Neurol. Aug 2005;47(8):571-6.)

  2. Odding E, Roebroeck ME, Stam HJ. The epidemiology of cerebral palsy: incidence, impairments and risk factors. Disabil Rehabil. Feb 28 2006;28(4):183-91. [Medline].

  3. Russman BS, Ashwal S. Evaluation of the child with cerebral palsy. Semin Pediatr Neurol. Mar 2004;11(1):47-57. [Medline].

  4. Capute AJ, Accardo PJ, eds. Developmental Disabilities in infancy and Childhood. Vol 2. 2nd ed. Baltimore, Md: Brookes Publishing; 2001

  5. Shevell MI, Bodensteiner JB. Cerebral palsy: defining the problem. Semin Pediatr Neurol. Mar 2004;11(1):2-4. [Medline].

  6. Stanley F, Blair E, Alberman E. Cerebal Palsies: Epidemiology and Causal Pathways. London, United Kingdom: MacKeith Press; 2000

  7. Jacobsson B, Hagberg G. Antenatal risk factors for cerebral palsy. Best Pract Res Clin Obstet Gynaecol. Jun 2004;18(3):425-36. [Medline].

  8. Lie KK, Grøholt EK, Eskild A. Association of cerebral palsy with Apgar score in low and normal birthweight infants: population based cohort study. BMJ. Oct 6 2010;341:c4990.

  9. cerebralpalsy.org/about-cerebral-palsy/symptoms/ diunduh 23 November 2013.

  10. emedicine.medscape.com/article/1179555-medication#showall diunduh 23 November 2013

  11. cerebralpalsy.org/about-cerebral-palsy/cures-and-prevention-of-cerebral-palsy/ diunduh 23 November 2013.

  12. www.nrdc.org/health/effects/mercury/effects.asp diunduh 24 November 2013.