“Dok, minta vitamin untuk anak saya supaya pintar di sekolah ya dok.” Permintaan tersebut cukup sering saya temukan dipraktik sehari-hari. Ibu- ibu menganggap bahwa yang membuat anaknya menjadi pintar itu semata-mata karena vitamin dari dokter. Sekarang, mari kita belajar bersama, hal-hal apa saja yang mempengaruhi proses dan kesulitan belajar pada anak sehingga prestasi anak dapat lebih optimal.

kesulitan belajar pada anak

Perkembangan dimulai pada masa sebelum lahir dan proses belajar dimulai setelah lahir. Sering disangka bahwa proses belajar baru dimulai pada saat anak masuk sekolah formal. Padahal proses belajar sudah dimulai sebelum anak masuk sekolah. Oleh karena itu, perhatian terhadap perkembangan dan proses belajar harus dimulai pada waktu sebelum anak lahir dan setelah lahir dan ini berlangsung terus. Banyak faktor yang berperan dalam upaya peningkatan kualitas tumbuh kembang anak. Hal tersebut dipersiapkan sebelum pasangan menikah, yaitu dengan melakukan konseling sebelum menikah, untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kelainan bawaan, usia optimal untuk hamil, asupan gizi bagi calon ibu yang sebaiknya dipersiapkan sebelum menikah untuk mempersiapkan kehamilan, begitu pula penyakit-penyakit kronis yang dimiliki harus diketahui yang dapat berdampak pada janin saat kehamilan terjadi setelah menikah, diantaranya asma yang berat, sakit ginjal, dan payah jantung. Faktor berikutnya adalah kehamilan yang sehat tentu saja akan mempengaruhi perkembangan janin. Ibu hamil hendaknya memperhatikan asupan gizinya,kontrol kehamilan secara teratur, menghindari tekanan baik fisik maupun mental. Setelah lahir pun, banyak hal yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan anak baik secara umum maupun pertumbuhan otak.